
"it's not problem Mr. Melviano, bisa kita mulai diskusinya tapi sebelumnya silahkan pesan dulu biar makin nyaman untuk melakukan diskusinya selagi menunggu sekretaris saya dan asisten anda" tawar Mr. Jones.
"oke Mr. Jones" jawab Melviano.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya bawahan mereka datang.
"Bisa kita mulai Mr. Jones" tanya Melviano.
"Silahkan bisa Mr. Melviano" jawab Mr. Jones.
Setelah dua jam pembahasan antara Melviano dan Mr. Jones, akhirnya mereka sepakat untuk melaksanakan kerja sama antara mereka.
Setelah kepergian Mr. Jones, Melviano bertanya dan menyuruh asisten deffan untuk mencari keberadaan bunda atau mami yang dimaksudkan oleh kedua anaknya tersebut.
"Deffan, coba kamu carikan keberadaan bunda atau mami anak-anak, saya butuh informasinya segera. Kalau sampai enggak ketemu saya gak akan dimaafkan oleh kedua anak saya" seloroh Melviano.
"Hah, apa maksud tuan. Mami atau bunda, siapa tuan? Apa mantan istri tuan?" Tanya asisten Deffan.
"Bukan deffan, saya juga kurang tahu dan enggak tahu siapa yang dimaksudkan oleh kedua anakku tapi kata suster yang biasa menjaga mereka bukan. Dia katanya masih mudah berumur sekitar 30 tahun kurang. Coba kamu cek ke supermarket dekat rumah atau supermarket mall yang dekat rumah, kamu cari sampai dapat" tegas Melviano.
"Ciri-ciri nya seperti apa dan bagaimana tuan" tanya asisten Deffan.
__ADS_1
"Kamu kok makin lama makin bertambah bod** sih, kamu cari lewat cctv cobalah berfikir sedikit awal mereka keluar rumah sampai di supermarket mana yang dimaksudkan mereka ketemua bunda atau mami mereka itu. Mengertikan apa yang saya beritahukan barusan" tekan Melviano.
"Pa Pa ham tuan" jawab asisten Deffan terbata bata karena setiap kata yang penuh penekanan dari sang Tuan Muda Melviano.
"Ya sudah kita ke rumah sakit. Buat cek perkembangan dan kinerja mereka, sudah lama saya tidak check rumah sakit Persada Harapan" ajak Tuan muda Melviano.
"Siap tuan, mari tuan" asisten Deffan mempersilakan sang tuan muda Melviano untuk berjalan duluan.
Mereka berjalan ke arah parkiran dan ke mobil Melviano, sedangkan mobil asisten Deffan di bawah oleh sopir pribadi Melviano kembali ke rumah sakit dan asisten Deffan yang menggantikan untuk memegang kemudi.
Rumah sakit Persada Harapan yang dimaksudkan oleh Melviano yaitu tempat dimana seorang perempuan yang bernama Dealova Narita Elzain bekerja sekaligus mami atau bunda yang dimaksudkan oleh kedua anak-anaknya.
Kunjungan dadakan yang dilakukan oleh Melviano secara tiba-tiba sudah membuat para dokter, perawat, dan para pekerja lainnya kalang kabut. Sang kepala rumah sakit mengetahui kabar jika tuan muda Melviano yang memiliki rumah sakit Persada Harapan datang dari informasi security yang bertugas, berlarian untuk segera turun ke lantai dasar untuk menyambut sang tuan muda Melviano.
Hush
Hush
Hush
Hush
__ADS_1
"Selamat sore tuan muda, ada apakah gerangan sehingga tuan muda melakukan kunjungan secara dadakan, maaf jika saya tidak bisa memberikan sabutan kepada tuan muda secara penuh" sambut sang kepala rumah sakit.
"Heemmm" jawab tuan muda Melviano
Mengerti sang tuan muda lagi tidak mood untuk diajak bicara, sang asisten Deffan lah yang mengambil alih untuk bicara kepada kepala rumah sakit
"Sudah tidak apa apa, kami kesini untuk check situasi rumah sakit saja, apa ada permasalahan yang perlu diperbaiki atau penambahan yang lainnya yang perlu untuk ditambahkan, atau komplenan dari para pasien terhadap kinerja dan fasilitas rumah sakit yang kurang" jelas asisten Deffan.
"Apa semua semua dokter yang berjaga shift ini menyambut tuan muda?" Tanya asisten Deffan.
"Tertinggal dua dokter saja yang tidak ikut menyambut kedatangan tuan muda, yaitu kedua dokter ahli penyakit dalam karena mereka ada operasi yang tidak bisa ditinggalkan. Mereka salah satunya merupakan dokter Ryan yaitu sepupu dari tuan muda" jawab kepala rumah.
"Satunya siapa" tanya Melviano tiba-tiba.
"Maaf tuan muda Melviano, satunya yaitu dokter Dealova Narita Elzain. Beliau dokter penyakit dalam pindahan dari luar negeri dan beliau susah untuk dimintai pertemuan karena beliau dokter khusus dan yang paling ahli dalam penangan penyakit dalam, salah satunya nyonya besar Rosmala Aviero yang setelah melakukan operasi jantung kemarin tuan muda. Sehingga ia tidak bisa untuk datang dan menyambut tuan" jawab panjang dari kepala rumah sakit.
"Hemm, oke" jawab Melviano.
Kenapa jawabannya singkat sekali padahal saya sudah menyampaikan secara panjang dan lebar tapi jawabannya hanya hemmm dan oke batin kepala rumah sakit.
"Anda tidak usah mengumpat saya. Saya tau itu" tekan tuan muda Melviano.
__ADS_1