
Darah yang setia menempel di tubuh Lova, gak pernah sedikit pun lepas sampai Lova di lihatin orang-orang yang di sepanjang jalan menuju kamar inap Darah. Ada yang bertanya tanya siapa yang bersama dokter favorit mereka, kok dekat sekali. Ada sebagian yang tau siapa darah dan mereka menerka nerka ada hubungan apa antara sang anak CEO dan sekaligus pemilik rumah sakit ini, seperti seorang ibu dan anak, yang dimana anaknya enggak mau lepas dari ibunya.
Akhirnya Lova dan darah sudah sampai di bilik inap Darah. Lova merebahkan darah kembali.
"maaf nyonya dan tuan, jika saya lama untuk kembali ke tempat rawat inap darah" kata Lova yang meminta maaf karena merasa jika ia keluar dari kamar inap itu lumayan lama.
"sudah tak apa apa nak, justru kami yang seharusnya minta maaf dan berterima kasih. Maaf jika merepotkan mu karena hari ini kamu waktunya libur malah kami merepotkan mu untuk datang dan menenangkan darah dan terima kasih, sudah mengembalikan senyum cucu kami kembali soalnya sudah beberapa hari ia murung dan selalu mengajak mbak dan bibi untuk ke supermarket katanya mencari mommy nya" kata nyonya Rosmala.
__ADS_1
"tidak apa apa nyonya jika saya tidak dalam keadaan yang sibuk, saya akan akan datang dan saya merasa senang juga bisa membantu nyonya dan tuan" kata dokter Dealova.
"terima kasih ya sayang, sudah membuat cucu tante menjadi ceria kembali. Kalau enggak ada kamu, gak tau lagi kami semua untuk membujuk Darah dengan cara apa. Sekali lagi tante ngucapin terimakasih ya dokter Dealova" ucap nyonya Rosmala.
"sama sama tante, saya senang kok bisa membantu. Apa lagi di tambah darah yang memang ngegemesin buat aku. Kalau begitu saya bisa kembali ya tante, soalnya saya masih ada yang harus saya kerjakan, saya minta maaf gak bisa menemani darah lama lama di rumah sakit. Jika terjadi apa apa, atau darah mencari saya, tante bisa hubungi saya. Takutnya darah nanti kembali rewel. Kalau begitu saya pamit dulu tante dan om. Assalamualaikum" kata Dealova yang sekaligus minta berpamitan.
"iya nak, terimakasih sudah membantu kami" kata tuan marvel.
__ADS_1
Setelah pamitan kepada kedua oma opa dari darah, Dealova menunju ruangan dokter arini untuk berpamitan juga, ia mau pergi karena ada urusan dan dokter arini juga tidak diperbolehkan tahu akan urusan yang akan di selesaikan oleh Dealova.
"Rin, gue balik dulu ya. Gue mau pergi karena ada urusan mendesak, assalamualaikum" pamit Dealova.
"kamu mau kemana lov, mau ketemu siapa. Apa kamu melakukan kecan buta atau bertemu dengan seorang lelaki. Akhirnya temen gue mau buka hati juga, ya sudah hati hati. Waalaikumsalam salam" ucap dokter arini, dan pertanyaan di hiarukan Dealova.
Ia berlalu pergi begitu saja, tanpa menunggu ucapan balasan dari dokter arini. Karena jika menunggu balasan ya akan terjadi semacam hal seperti ini tadi. Dokter arini akan tanya terus gak ada henti-hentinya, karena dokter arini berharap jika Dealova mau membuka hati untuk orang lain. Dokter arini merasa kasihan karena Dealova hidup seorang diri, dan dokter Dealova baru mengetahui jika ia merupakan anak angkat dari orang tua nya yang selama ini menyayangi dan mengasihi layak nya anak kandung sendiri.
__ADS_1
"semoga saja lov kamu mau buka hati, sudah cukup kamu merasakan kecewa. Akibat dari perbuatan laki-laki baj***** itu kamu seperti merasakan kekecewaan yang dalam dan merasakan trauma untuk memulai hidup dengan seorang lelaki, semoga kamu bisa move on" gumam dokter arini sendirian.