
Dara yang memiliki sifat lebih ceriwis jika di bandingkan dengan sang kakak Beverly jadi jangan kaget kalau ia selalu ada saja jawaban yang membuat Dealova bingung mau ngomong apa lagi dan bantah omongan dara bagaimana lagi.
Padahal sebenarnya itu hanya alasan dari Dara saja, ia tidak mau jika mommy nya pergi lagi. Dengan pola pikir ia yang cepat akhirnya ia ada alasan untuk Mommy nya tidak pergi lagi.
"ya sudah ini handphone mommy, kalau begitu mommy kerja dulu ya sayang" pamit Dealova.
"iya mommy" kata dara.
Setelah berpamitan dengan dara, ia juga berpamitan dengan Melviano. "saya pergi dulu tuan, kalau dara nangis atau kenapa, tuan bisa panggil saya di ruangan saya, jika tidak ada nanti setelah makan siang saya akan kesini lagi" kata Dealova.
__ADS_1
"iya terimakasih dok untuk waktunya. Maaf jika di rasa anak saya merepotkan" jawab Melviano, dengan nada yang sedikit lebih lembut. Biasa ia sedikit ketus untuk orang luar dan ini tidak biasanya.
Akhirnya Dealova keluar dari ruangan rawat dara, dan sudah di tungguin dari tadi oleh sang ratu rempong nya siapa lagi kalau bukan dokter arini, karena kebiasaannya sekarang meledek Dealova yang semenjak itu di panggil oleh dara, ia senang dalam pikirannya setidaknya ia mau berinteraksi dengan seorang laki-laki dan tidak membentengi kehidupannya seperti dulu, setelah adanya pengkhianatan dari mantan pacarnya dulu.
"cie sang mommy sudah keluar dari ruangan rawat anaknya, gimana tadi dan ini keluar dari sana apa sudah pamitan dengan suaminya apa belum sih mommy, shishishishi" kata arini dengan nada meledek dan Dealova seketika memutar matanya merasa jengah, pasti sudah di tunggu dan ini lah kejadiannya. Sih dokter rempong nya pasti tanya terus.
"jangan ngawur ya rin, udah ah gue gak mau berteman sama loe lagi. Loe gak asik, gak ada ya aneh aneh" kata Dealova.
Dealova mencoba diam dan mencerna kata kata dari arini. "iya ya rin, nanti aku pikirkan untuk mencari pasangan pendamping, sudah kamu enggak usah risau lagi" kata Dealova.
__ADS_1
"oh ya lov, kemarin loe buru buru loe mau kemana sih" tanya dokter arini.
Sejenak dokter Dealova diam dari pertanyaannya dokter arini lalu berkata "gue nemuin si bre***** itu rin, gue luapin semua. Well sekarang gue merasa baikan setelah meluapkan segala bentuk cacian perkataan yang selama ini aku pendam, dan gue sedang mencoba untuk berdamai dengan masa lalu rin. Untuk nyari pasangan setelah gue bisa nerima keadaan dan terbiasa ada laki-laki yang di sekitar gue dulu".
"oke lah kalau gitu rini, gue mau ke ruangan gue dulu. Gue udah ninggalin jam visit gue satu jam lebih ini. Gue tinggal dulu, dahhhhh. Assalamualaikum" lanjut dokter Dealova.
***mohon maaf, sedikit lama untuk update karena file script yang sudah di buat ke hapus, jadi mohon maaf bila update an menjadi agak lama.
Semoga suka dengan karya saya.
__ADS_1
Terima kasih 🙏🙏🙏🙏**