
Segera Nona Muda mereka bawa ke ruang UGD untuk diberikan perawatan yang terbaik dan agar mengetahui sakit yang lagi di derita oleh Nona Muda Dara. Dalam penanganan yang ada di dalam ruang UGD memberikan penanganan secara mendetil, tapi berbeda-beda dengan di luar Ruangan Nyonya Rosmala begitu bingung, dan sudah mulai mengomel karena ke tiga lelaki yang di hubungi tidak ada yang jawab telfonnya yang begitu penting.
"Awas ya kalian kalau ketemu, akan aku buat kalian masuk rumah sakit seperti Dara" berang Nyonya Rosmala. Bemonolog sendirian sambil memandangi handphone nya tersebut.
------------------------------------------
Nyonya Rosmala mondar mandir menunggu di depan ruang UGD, dokter belum keluar dari tempat tersebut. Nyonya Rosmala tetap mencoba untuk untuk menelfon sang suami, Melviano sang anak dan Deffan asisten dari anaknya.
Setelah 15 menit menunggu di depan Ruang UGD akhirnya pintu ruangan di buka, cucunya segera di pindahkan oleh dokter yang menangani cucunya.
"Bagaimana dok degan cucu saya" tanya Nyonya Rosmala
__ADS_1
"Keadaan cucu Nyonya Rosmala, alhamdulillah sudah membaik dan mungkin beberapa menit lagi insha allah siuman" jawab dokter Budiman sebagai dokter pribadi di keluarga besar Aviero.
"Syukurlah, terima kasih dokter" jawab Nyonya Rosmala.
"Sama-sama Nyonya Aviero, ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai seorang dokter" kata dokter Budiman.
Setelah menunggu tiga puluh menit berlalu sang cucu Dara akhirnya siuman, dan dia kembali menangis menyebut kata mami mami terus. Nyonya Rosmala bingung harus bagaimana, disatu sisi anak dan suaminya tidak bisa dihubungi dan yang di sebut dengan mami yang di maksud oleh Dara juga sang Nenek enggak tau siapa orangnya.
"Kasian kamu nak, akibat papa mamamu kamu yang mendapatkan dampaknya" ujar nyonya Rosmala dalam hati.
"Bi, tolong panggilkan dokter, Dara seperti ini lagi" suruh Nyonya Rosmala.
__ADS_1
"Iya nyonya" jawab bibi
Beberapa detik kemudian, dokter budiman kembali datang dan melihat keadaan Dara.
"Nyonya, bukan saya mau ikut campur tapi sebaiknya Non Dara izinkan untuk ketemu dengan maminya. Karena yang saya takutkan adalah non Dara bisa depresi karena kehilangan sosok mami nya" saran dokter budiman.
"Saya juga maunya seperti itu dok, tapi mau bagaimana lagi ini bukan mama kandungnya yang di cari, tapi gak tau siapa yang dimaksud sama Dara. Kata bibi yang ngajak jalan jalan kemarin itu beda orang" kata Nyonya Rosmala.
"Begina saja Nyonya, disini ada dokter anak-anak yang kebetulan lagi berdinas pagi ini, yaitu dokter arini spesialis anak-anak. Jika memang nantinya dokter arini tak bisa menenangkan Nona Muda Dara maka nanti saya suruh dokter Arini untuk menelfon rekannya yang dulu merawat Nyonya yaitu Dokter Lova spesialis penyakit dalam. Karena dokter Lova adalah patokan terakhir yang gampang untuk meluluhkan anak kecil dan semoga saja berhasil. Sebentar saya keluar dulu dan mencari dokter arini" saran dan pamit dokter budiman.
Kedatangan dokter budiman serta dokter arini ke ruangan Dara tak juga membuat Dara berhenti menangis. Arini yang sebagai spesialis dokter anak bingung biasanya hal seperti ini wajar dan bisa di tangani dengan sedikit bujukan tapi kali ini tidak mempan, akhirnya mau tak mau dokter arini memanggil dokter lova. Tapi ia lupa bahwasanya dokter lova juga lagi off kerja setelah semalam ia jaga semalaman full.
__ADS_1