
"Tuan muda ada di ruangannya Nyonya, sepertinya beliau tidak bisa di ganggu, karena tuan muda sedang memecahkan masalah untuk mencari mami yang di maksud oleh nona muda tadi. Karena semenjak di suruh nona muda untuk mencari mami yang di maksud oleh nona muda dara, tuan muda jadi seperti orang kebingungan. Beliau akan di maafkan oleh kedua nona muda jika tuan muda menemukan maminya mereka" jelas asisten Daffa.
"ya sudah aku kasih dia waktu, kalau enggak dapat hasil juga. Aku depak dia jadi pewaris utama keluarga Aviero, benar-benar gak bisa buat anak-anaknya bangga terhadap dia" jawab nyonya rosmala.
Setelah menunggu dokter lova, akhirnya sang dokter tersebut datang dan di sambut dengan tarikan tangan dari dokter arini agar segera masuk ke ruangan VVIP dimana anak pemilik rumah sakit masih menangisi dan menceri keberadaan maminya.
"yang sabar dong rin, gue lagi lemes elo main tarik aja" kata dokter lova.
"sudah gak ada waktu lov, elo buat kita semua seperti di ujung tanduk. Apalagi boss marah marah terus, di tambah asistennya terus menekan dokter budiman untuk elo segera datang" jelas dokter arini.
__ADS_1
"iya iya tapi pelan pelan aja jalannya, sabar gue sudah ada di sini" kata dokter lova sambil menenangkan.
Setelah beberapa menit jalan ke arah ruangan dimana Dara di rawat, akhirnya mereka berdua sudah sampai di depan ruangan tersebut. Sebuah ketukan di ketuk oleh dokter arini.
"permisi, ini saya bawa dokter lova, nyonya" kata dokter arini, dan semuanya menoleh.
"baru kali ini gue melihat bening dari segala yang bening" monolog asisten daffa dalam hati.
"permisi tuan dan nyonya maaf mengganggu. Mohon maaf saya izin untuk melihat cucu anda" izin dokter lova yang mulai mendekat untuk menenangkan sang cucu.
__ADS_1
"hallo sayang, kenapa menangis. Kangen ya sama maminya, kalau nangis nanti engga bisa bertemu dengan mami" coba lova. Tetapi masih saja Dara gak bergeming dari posisi tidurnya yang membelakangi mereka semua. Lova yang tak kehabisan kata tetap untuk mencoba menenangkan Dara.
Sayang, ayo cari mami tante dokter anterin yuk. Tapi berhenti dulu nangis, sini tante dokter pangku, hadap sini sayang lihat tante dokter" bujuk dokter lova. Dara yang diberikan sedikit harapan akhirnya mencoba untuk merubah posisi. Dimana posisi dokter lova untuk memberikan instruksi kepada mereka yang ada di ruangan agar tidak mengeluarkan suara, supaya tangisan Dara bisa reda, setelah memberikan instruksi tersebut Dara yang menghadap dokter lova secara berbarengan langsung berteriak karena senang akhirnya mami yang ia maksud sudah datang.
"mami mami, mami kenapa tinggalin Dara dan kak Beverly sendirian. Aku kangen mami, mami jahat, mami gak sayang ternyata sama Dara dan kak Beverly, kami tidak nakal kenapa mami ninggalin kami" ungkap Dara yang meluapkan rasa dihatinya.
"astagfirullah, ternyata Dara anak si duda sombong itu" kata dokter lova dalam hati.
Mereka semua yang ada di ruangan cukup kaget dengan ungkapan hati dari Dara, di tambah dengan apa yang mereka dengar jika selama ini yang di maksud oleh Dara bahwasanya maminya adalah dokter lova yaitu dokter idola yang ada di rumah sakit ini.
__ADS_1