
Dalam perjalanannya, arini bergumam dalam jalannya sendirian "tidak se menakutkan yang di katakan banyak orang, katanya tuan muda Melviano itu orang yang dingin dan kejam dan gak berperasaan, tapi tadi ngomong sama aku dia agak halus" gumam arini sendirian. "apa karena ada anaknya sehingga ia bersikap sedikit lunak, ya bisa jadi juga sih" lanjutnya.
##########################
Sampai lah dokter arini di ruangan dokter Dealova yang ternyata belum menerima pasien, dan belum melakukan visit, tapi sepertinya visit kali ini akan tertunda atau di gantikan dengan dokter lainnya, karena jika Dealova sudah ketemu dengan dara, ia bakalan tidak mau lepaskan Dealova dan dara akan melarang Dealova untuk pergi dari ruangannya, atau bakalan ia akan menangis seperti saat ini ketika ia bangun tapi tidak melihat dokter Dealova di ruangannya.
"Lov, akhirnya loe datang. Buruan gih sudah di tungguin sama anak loe, anak loe nangis terus dari tadi pagi. Nanyain mami mana, mami mana, ya ampun lov, itu belum jadi anak loe. Kalau jadi anak loe, gue rasa percaya jika tu anak gak mau lepas dari loe" cerocos dokter arini yang baru masuk ruangan Dealova yang ngomong gak ada hentinya.
"apa sih rin, omongan loe, loe tu bicarakan apa an, gue gak paham. Anak, anak siapa yang loe maksud, gak usah aneh aneh ya, gue belum nikah, dan gue belum punya calon suami duda, jadi gue gak punya anak" jawab Dealova.
"itu lov, anak loe, anak pemilik dari rumah sakit ini. Nanyain loe dari tadi, kasian dia nangis terus dari tadi, mukanya sampai memerah, gak mau ngelihatin papa nya, karena tadi di bilang papa nya yang telah ngusir kamu dan mengatakan apa dia nakal sehingga mami nya pergi ninggalin dia, gitu katanya. Sudah kamu ke sana, sekalian loe kenalan tu sama duda barang kali cocok, siapa tahu jodoh, ah tapi rasa rasanya agak susah. Loe kan gak mau deketan sama cowok, loe terlalu cuek eh di tambah duda satu itu sikapnya dingin banget ke semua orang. Orang yang mau ngobrol dengan dia jadinya segan" ucap arini panjang lebar.
__ADS_1
"udah rin ngomongnya, aku capek seperti mendapatkan kultum dari seorang motivator gagal" sergah Dealova.
"ya sudah lah, ayo ke sana lov, kasihan dia nangis, dia juga belum makan, dia suapin bapaknya juga gak mau, mau nya mami. Mami cantik katanya hahahhahahaha" goda arini yang di sertai dengan kelakarnya, karena baru kali ini dia melihat begitu dekat dengan seseorang apalagi sampai memanggil DEALOVA mami, mami cantik.
"ya sudah ayo lah, kasihan juga. Sampai gak mau makan, malah gak sembuh sembuh nanti dia nya" ajak dokter Dealova.
"ce ileh, pakai kangen lagi sama anaknya, awas ya neng nanti kepincut bapaknya" goda arini lagi.
"hahahaha, iya iya lova, sudah jangan marah-marah mami Dealova ku sayang. Yuk mari ke sana sayang ku" kelakar arini.
"udah ya rin, geli gue ngeliatin loe kayak gitu" jawab Dealova cepat.
__ADS_1
Setelah perjalanan dari ruangan Dealova ke tempat bilik dara berada, akhirnya ia sampai juga. Tapi yang mendahului masuk ke dalam adalah dokter arini, karena bagaimana pun dokter arini adalah dokter yang menangani pasiennya yaitu dara.
"permisi tuan muda Melviano, ini sudah datang dokter Dealova yang di maksud kan oleh nona kecil dara" kata dokter arini.
"suruh masuk saja dok, anda temani dokternya" kata Melviano. Kemudian Melviano mengatakan ke anaknya.
"sayang, itu mami yang kamu cari sudah datang, sudah jangan marah lagi ya dan jangan nangis lagi, dara kan anak pinter dan gak nakal mangkanya mami ada" tawar Melviano, dan akhirnya dara menoleh ke arah pintu di mana Dealova berada di samping arini, gerakan menoleh dara yang di ikuti oleh tuan muda Melviano dan seketika itu tuan muda Melviano sedikit gagal fokus, ia merasa terkejut karena mami yang di maksud oleh Dara merupakan dokter muda yang cantik yang pernah ia lihat dan senyuman nya gak bisa ia lupakan. Tapi kebengongannya di kagetkan dengan teriakan dara.
"MAMI, DARA KANGEN MAMI, MAMI JANGAN TINGGALIN DARA LAGI" teriak dara dengan tangisan nya.
Dengan perlahan jalan Dealova mendekat ke arah dara, tapi tak sedikit pun ia mendekat ke Melviano berada. Ia bersikap biasa saja seakan gak melihat siapa pun di ruangan itu, apa rasa sukanya terhadap laki-laki masih belum hadir kembali.
__ADS_1
"sudah sayang, kenapa nangis lagi, kan ada mami, sudah ya berhenti nangis nya, masak anak cantik mami jadi jelek karena keseringan nangis" kata Dealova sambil memeluk dara untuk berusaha menengkannya.