
Pagi hari yang cerah, dengan hati yang selalu ceria tanpa ada rasa mengeluh semenjak ia hidup seorang diri di sebuah apartemen. Wanita yang tampil anggun, cantik dan selalu mempesona. Wanita yang mengawali harinya dengan senyuman dan kebahagiaan. Gadis itu terbangun dari tidur malamnya.
"Alhamdulillah, terima kasih Tuhan engkau telah memberikan ku kesempatan yang lebih baik dari hari eso
Hari ini Lova yang bekerja di siang hari, berniat untuk pergi ke supermarket karena persediaan kebutuhan bulanannya sudah habis hanya tinggal beberapa saja. Ia memanfaatkan waktu luang untuk berbelanja segala kebutuhannya.
"Mumpung kerja masuk siang, cari persediaan isi apartemen yang habis boleh juga kali ya. Lebih baik olahraga sebentar, sebelum supermarket buka"
Lova melakukan kegiatan olahraga selama 1 jam untuk membuat badanya agar tetap bugar, di sela-sela kesibukannya kerja.
"Masak apa ya hari ini enaknya, mumpung masuk siang. Coba aku list dulu untuk persediaan dapur yang habis"
Lalu Lova beranjak dari tempat makannya dan ke lemari es untuk melihat persediaan dapur yang habis.
"Astagfirullah ternyata habis semua. Kalau ini sih gak perlu list kebutuhan dapur, mau gak mau nyari yang selama seminggu"
Kemudian Lova kembali ke kamarnya dan mandi untuk bersiap sebelum ke supermarket.
__ADS_1
Setelah selesai ia keluar dari apartemennya untuk pergi ke supermarket yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Ia berjalan kaki untuk pergi ke supermarket, di sekitar tempat tinggalnya ada sebuah taman bermain, sekolahan dan ada satu kawasan perumahan elit, yang hanya ada beberapa bangunan saja dan hanya orang yang berkuasa bisa untuk tinggal di tempat tersebut.
- Gaya santainya saat akan pergi, yang cenderung ke gaya cueknya pada penampilan.
"ah, akhirnya sampai juga. Makan saja dulu lah, sebelum berbelanja biar kenyang dan semangat untuk mencari segala macam kebutuhan 😁😁😁😁"
Setelah Lova sarapan, ia beranjak pergi ke supermarket. Dimulai dari ambil troli dan pergi ke kebutuhan dapur, sambil berjalan-jalan dan melihat-lihat. Tiba-tiba dari arah bawah ditabrak oleh anak kecil yang sedang berlarian.
"Astagfirullah"
"Maaf sayang tante tidak tau kalau kamu yang jatuh, ayo berdiri sayang tante bantuin. Sekarang tante mau bertanya, kenapa kamu berlarian sayang, kamu lagi dikejar siapa. Badan kamu gak papa kan, lain kali jangan ulangi lagi ya sayang. Ayo tante antarkan ke orang tua kamu, pasti mereka lagi nyariin kamu".
"Gak mau mami, aku ingin ikut mami".
"Iya sayang, tante antarkan ke mami kamu. Mami kamu dimana ayo tante gendong saja, supaya kamu bisa lihat mami kamu".
"Enggak mau, aku mau ikut mami pokoknya".
__ADS_1
Lova yang sudah mulai bingung dengan keadaannya, siapa yang dimaksudkan mami dari anak kecil tersebut. Ia masih belum paham jika yang dimaksud mami adalah dirinya.
"Ya sudah sayang mana mami"
"Ni, mami atu" sambil menunjuk ke arah Lova.
Jangan dilihat muka Lova seperti apa, ia cengo dengan keterkejutannya seorang anak kecil yang memanggilnya dengan sebutan Mami.
*bersambung
Tetap bantu ya kakak-kakak untuk awalan dalam menulis novel ini.
Kritik dan saran di butuhkan, tapi tetap dengan kata yang positif agar tercipta setiap cerita yang indah.
Terima kasih
Stay positif dan tetap semangat ✊.
Oktober ceria, tetap pantau ya kakak-kakak semua
__ADS_1