My Mami Dealova

My Mami Dealova
Tak Ingin Pisah


__ADS_3

Mereka semua yang ada di ruangan cukup kaget dengan ungkapan hati dari Dara, di tambah dengan apa yang mereka dengar jika selama ini yang di maksud oleh Dara bahwasanya maminya adalah dokter lova yaitu dokter idola yang ada di rumah sakit ini.


"apa maksudnya ini, tadi lova bilang enggak kenal dengan itu anak si boss. Tapi sekarang apa nona muda memanggilnya dengan sebutan mami, butuh penjelasan gue" gumam dokter arini sambil melihat tajam ke arah dokter lova.


"iya, iya maaf ya sayang. Kemarin tante lupa tidak kasih nomor telepon, supaya bisa dihubungkan. Terus kenapa, siapa namanya kalau boleh tante" tanya dokter lova.


"no tante, tapi mami. Masa lupa sama anak sendiri, aku dara mi" jawab Dara dengan manja.


"hmmmm, i iya mami, terus kenapa dara bisa masuk rumah sakit, dara kenapa sampai panasnya tinggi kata dokter arini, apa dara tidak mematuhi omongan oma sehingga dara bisa sakit" kata panjang dokter lova.

__ADS_1


"maafin dara mi, dara kesal karena papa hanya janjiin untuk mencari mami, akhirnya aku gak mau makan dan bicara dengan semuanya, aku kesel mereka gak perhatian dengan aku" luap Dara.


Perkataan dara seakan seperti pisau bagi mereka yang tinggal di mansion utama. Sang oma dan opa yang merasa tersindir hanya diam saja, mereka tau jika mereka lalai. Andaikan sang anak yang perempuan libur kuliah setidaknya ada yang mengajak mereka untuk jalan jalan dan tidak selalu ditemani para nani mereka.


"oh begitu saya, tapi sekarang gak boleh nangis lagi ya. Kan sekarang sudah ketemu mami jadi nangisnya berhenti ya" coba dokter lova. "sayang tapi mami bisa minta satu permohonan nggak" harap dokter lova untuk izin pergi ke kantin karena perutnya benar-benar minta untuk di isi.


"apa mami?" tanya dara.


"tidak boleh mami, nanti mami hilang lagi kayak sebelumnya" cegah dara.

__ADS_1


"tidak sayang, mami hanya mau ke cafe yang ada di rumah sakit. Mami lapar sayang, bangun tidur langsung kesini. Dara engga kasihan dengan mami" melas Lova.


Sambil berpikir dan dara berucap "boleh saja pergi tapi dara ikut".


"kok ikut sayang, kan dara lagi sakit" tanya lova.


"pokoknya dara ikut. Gendong mami" paksa dara dan langsung membekap erat tubub lova. Lova yang merasa susah untuk keluar ruangan, mencoba mengalihkan perhatian ke oma dan opanya dara.


"ya sudah dokter, tidak apa apa. Dara di bawa saja asalkan dokter tidak keberatan, jika keberatan tinggal dulu tidak apa-apa, paling nanti nangis bentaran" saran nyonya rosmala. Lova yang diberikan saran merasa engga enak, kasihan juga melihat anak kecil menangis terus menerus.

__ADS_1


"ya sudah tuan dan nyonya, Nona dara saya bawa saja ke kantin, jika tuan dan nyonya tidak keberatan, biar nanti infusnya di bawa oleh dokter arini. Sambil saya coba menenangkan Nona dara supaya bisa tidur kembali saya kasihan karena capek menangis. Kalau begitu saya permisi, assalamualaikum" pamit dokter lova.


Setelah kepergian dokter lova, dokter arini dan cucunya dara, nyonya rosmala merasa lega karena cucunya yang sudah tidak menangis lagi. Asisten Daffa yang beranjak pergi ke ruangan sang tuan muda Melviano ingin memberitahukan jika mami yang di maksud oleh nona muda dara sudah ketemu.


__ADS_2