
"jangan sampai nanti tuan muda terpikat sama pesonanya Dokter Lova, karena sebelumnya Dokter Lova ketika tuan muda waktu kunjungan juga tidak ikut untuk menyambut tuan muda dan ikut rapat bersama" gumam asisten daffa sendirian.
-Kantin
Beralih ke kantin, yang dimana rasa penasaran yang di rasakan oleh dokter arini terhadap sahabatnya yaitu dokter dealova. Dalam benaknya ada tanda tanya, bagaimana bisa dealova mengenal anak dari CEO rumah sakit tempat ia mencari rezeki dan menyembuhkan pasien.
"jadi gimana Lov, kamu kenal anak ini di mana. Dia nempel kayak koala kalau sama Lo. Gue tadi sudah bujuk dia berkali-kali, dari neneknya kakeknya sampai bapaknya sendiri pun enggak bisa tenangan tu anak. Elo sekali ucap langsung manggil mami aja" cerocos dokter arini.
__ADS_1
"tanya nya pelan-pelan dan sedikit-sedikit, baik lah gue jawab satu-satu dulu, yang pertama gue sebelumnya juga enggak kenal dan ini juga karena ketemu juga enggak sengaja sama Darah. Selanjutnya entah kenapa dia tiba-tiba manggil gue dengan sebutan Mommy, gue udah coba ngomong panggil kakak atau tante saja jangan panggil Mommy, eh ni anak malah kekeh manggil gue Mommy. Ya sudah gue pasrah, ditambah lagi juga dia nangis pas waktu itu" jawab Dokter Dealova dengan panjang lebar
"eh tapi Lo juga gak pantes kali di panggil kakak, ketuaan. Lagian kapan sih Lo cari pasangan. Sekarang Lo udah umur berapa Lov, gak selamanya Elo harus sendirian terus. Sudahlah coba buka hati Lo buat orang baru, waktunya Elo mencari kebahagiaan Elo, gak semua laki-laki sama perilakunya. Umur kamu juga sudah berapa" naset arini yang sudah selayaknya sebagai sahabat dan sudah dianggap oleh Dealova sebagai kakaknya. Karena Lova yang seorang sebatang kara.
"sudahlah ngapain jadi bahas kehidupan gue sih. Darah sayang, ayo balik ke kamar ya. Istirahat biar darah cepat sembuh sayang, gue pergi dulu rin, nanti gue ke ruangan Lo" pamit Dokter Dealova.
"bukan begitu sayang, kata siapa mommy ninggalin darah, sekarang buktinya mommy ada sama darah, mommy sayang kok sama darah. Mommy enggak tau kalau darah mencari mommy di supermarket kemarin, mommy gak pergi kesana sayang. Maafkan mommy ya, sudah buat darah sedih, sekarang ke kamar ya. Sudah jangan menangis lagi, mommy gak akan ninggalin darah kok, nanti kalau tidur mommy temenin deh, bagaimana?" tawar Dealova.
__ADS_1
" sungguh mommy, mommy tidak bohong. Nanti dongengin darah ya mommy" kata darah yang ceria kembali.
"iya sayang mommy janji" jawab Dealova.
Dalam obrolan Dealova dan Arini mereka, darah yang selalu menempel dan memeluk Dealova agar tidak di tinggalkan lagi.
Dalam perjalanan menuju kamar tempat darah di rawat, sang bocah itu enggak mau lepas sama sekali, sampai Dealova merasakan engap dan sesak.
__ADS_1
Darah yang setia menempel di tubuh Lova, gak pernah sedikit pun lepas sampai Lova di lihatin orang-orang yang di sepanjang jalan menuju kamar inap Darah. Ada yang bertanya tanya siapa yang bersama dokter favorit mereka, kok dekat sekali. Ada sebagian yang tau siapa darah dan mereka menerka nerka ada hubungan apa antara sang anak CEO dan sekaligus pemilik rumah sakit ini, seperti seorang ibu dan anak, yang dimana anaknya enggak mau lepas dari ibunya.