
Sisi baiknya Melviano sebenarnya mudah untuk diajak bicara berdua dan baik baik dari hati, akan tetapi jika obrolan yang tidak ia sukai dari awal perkataan yang ia keluarkan tidak ada kata yang baik. Cuma sama mamanya ia bisa lembut, sehingga mamanya kaget ketika ia dibentak karena selalu menanyakan tentang pasangan ataupun ibu sambung untuk kedua cucunya. Melviano membentak sang mama karena ia merasa capek, risih dan paling benci jika di singgung masalah wanita.
"ya sudah ma, mama istirahat aku mau ke anak anak semoga saja mereka luluh sama aku terus ikut aku mension ku sendiri" pamit Melviano.
Seakan ia ingat, bagaimana cara ia meminta maaf sama kedua anaknya. Malu dan gengsi rasanya seorang CEO sekaligus pemilik Baraga Corp meminta maaf, tapi apa boleh buat mereka adalah kedua anaknya. Melviano berjalan ke arah kamar tidur kedua anaknya yang satu lantai dengan kamar tidur kakek neneknya.
"Beverly, Dara. Papa datang" ucap Melviano.
Mereka diam di tempat tak menjawab sapaan, dan tak melanjutkan mainnya juga. Mereka berdua merasa ada ketakutan terhadap sang papanya. Melviano ada perasaan bersalah mereka didekati seakan tak menjawab dan tak melihat kearahnya.
"mbak, bisa tinggalkan kami bertiga" minta Tuan Melviano.
__ADS_1
"iya tuan, kalau begitu saya permisi dulu" pamit sang suster kedua anaknya.
Setelah kepergian suster tersebut Melviano mencoba kembali untuk mengajak ngobrol kedua anaknya.
"sayang sayangnya papa, papa minta maaf ya atas perkataan papa, papa janji gak akan ngulagi lagi dan gak akan ngebentak kalian lagi. Jika sampai itu terjadi lagi, kalian boleh deh marah sama papa. Tapi sekarang kalian harus menerima permintaan maaf papa ya" ucap Melviano, tapi dari kedua anaknya hanya diam saja.
"ayo dong sayang, papa harus ngelakuin apa biar kalian mau maafkan papa. Kali ini papa akan turutin mau kalian, maafin papa ya" rayu Melviano kembali.
Kedua bocah sedang memikirkan apa yang mereka inginkan, apa yang menjadi keinginannya. Kedua bocah saling lirik sepertinya mereka berdua mempunyai kemauan yang sama.
"oke oke, akan papa turutin itu" ucap Melviano. "jadi apa yang kalian inginkan untuk papa lakukan" lanjut Melviano.
__ADS_1
"mudah kok pa, anterin kita ketemu sama bunda. Kemarin Dara ketemu duluan sama bunda, jadi sekarang kita mau ketemu sama bunda lagi" minta Beverly dan di anggukin sama oleh Dara juga.
"bunda, Bunda siapa nak. Papa enggak tau" tanya sang papa Melviano.
"Bunda cantik pa, cantik sekali. Kemarin kita berdua ketemu di supermarket dekat dekat sini. Tanya saja sama suster, suster tau kok kemarin kita ketemu bunda" jawab Dara kali ini, karena dara yang menemukan Lova duluan.
Siapa yang mereka maksud bunda, apa si pengkhianat itu. Apa mereka ketemuan dibelakang ku, lebih baik aku tanyakan suster saja siapa yang ketemu sama mereka berdua. Gumam Melviano dalam hati.
"baiklah, tapi gak sekarang ya. Papa cari dulu tempat tinggal tantenya dimana" saran tuan Melviano ke anak anaknya.
"kok tante sih pa, bunda bukan tante" jawab Beverly dan di angguki dengan dara.
__ADS_1
"iya iya bunda kalian" jawab Melviano. "ya sudah papa mau tanya dulu sama suster, dimana tempat tinggal bunda berada" lanjut Melviano.
Setelah mendengarkan permintaan kedua anaknya, Melviano beranjak pergi dan mencari suster yang menemani mereka ke supermarket kemarin.