My Mami Dealova

My Mami Dealova
Minta Mami


__ADS_3

"kalau boleh tahu tuan muda, bisa di reschedule hari apa. Supaya mereka bisa mempersiapkan segala sesuatu nya" tanya asisten daffa.


"dua hari lagi saja, nunggu dara lebih enakan untuk kondisinya" jawab Melviano.


"siap tuan muda" jawab kembali asisten daffa.


######################


Setelah oborolan antara Melviano dan asisten daffa, Melviano melanjutkan untuk makan, makanan dari yang di bawakan oleh asisten daffa. Di sela sela kegiatan makan nya, ada lenguhan dari anaknya dara yang kemudian menyebutkan mami nya


"mami, mi, mami dimana" cari dara, yang kemudian Melviano coba mendekat dan menenangkan dara untuk tidak mencari keberadaan mami yang di maksud kan oleh Dara.

__ADS_1


"sayang, hei kenapa sayang kok cari mami, Dara minta apa sayang kok nyari mami, bilang sama papa. Dara inginkan apa nanti coba papa carikan" tawar dari Melviano.


"enggak mau pa, dara mau nya mami. Mami dimana pa, mami kok gak ada. Apa mami ninggalin dara lagi ya pa. Dara kan enggak nakal, dara kan sudah menjadi anak yang baik, tapi kenapa mami ninggalin dara lagi" ucap dara dalam keadaan tangisnya. Melviano yang melihat keadaan yang seperti itu menjadi tidak tega, ia kemudian memencet tombol bantuan untuk supaya di tenangkan anak nya, dan meminta tolong untuk menghubungi mami yang di maksud oleh anaknya.


"sebentar sayang, papa coba cari mami nya dara tadi kemana, jangan nangis ya sayang, kalau dara nangis terus kapan nanti sembuh nya" tawar Melviano.


"iya pa" jawab dara.


Tidak lama ada suara ketukan dari pintu yang luar.


"tidak bukan sakit dok, saya mau tanya, tolong panggilkan mami yang di maksud oleh anak ku kemarin. Kamu kan kemarin yang menelfon mami yang di sebuat anak ku kemarin, dia nyari mami nya terus dari bangun tidur sampai sekarang" ucap permintaan Melviano.

__ADS_1


"iya tuan sebentar saya telfon kan, soalnya biasanya jam segini dokter lova baru berangkat. Apa kita tunggu, tidak lama lagi sudah sampai soalnya kalau di perjalanan jarang pegang handphone dokter lova nya" tawar dokter arini.


"oke tunggu saja" jawab Melviano, setelah percakapan antara Melviano dan dokter arini. Melviano mencoba untuk menenangkan dan memberikan jika mami yang di maksud kan sebentar lagi akan datang.


"sudah berhenti ya sayang, kalau masih nangis lagi. Ya sudah maminya suruh papa pulang lagi saja, gak usah ketemu sama dara, soalnya dara enggak mau nurutin omongan papa" coba Melviano.


"iya pa, dara enggak nangis dan nakal lagi. Dara akan diam" kata dara.


Dokter arini melihat percakapan atau obrolan ringin antara Melviano dan anak nya dara, seperti merasakan bayangan kebahagiaan ketika pasangan atau suaminya nanti ngobrol dengan anaknya.


"tuan muda, boleh saya keluar dulu, sepertinya dokter lova baru saja sampai, soalnya tadi saya tanya bagian receptionist jika dokter Dealova datang akan menghubungi saya, dan sepertinya dokter Dealova sudah datang" izin pamit dokter arini.

__ADS_1


"iya dok silahkan" jawab Melviano tanpa melihat ke arah dokter arini.


Dalam perjalanannya, arini bergumam dalam jalannya sendirian "tidak se menakutkan yang di katakan banyak orang, katanya tuan muda Melviano itu orang yang dingin dan kejam dan gak berperasaan, tapi tadi ngomong sama aku dia agak halus" gumam arini sendirian. "apa karena ada anaknya sehingga ia bersikap sedikit lunak, ya bisa jadi juga sih" lanjutnya.


__ADS_2