My Mami Dealova

My Mami Dealova
Sudut Pandang Melviano


__ADS_3

Dengan perlahan jalan Dealova mendekat ke arah dara, tapi tak sedikit pun ia mendekat ke Melviano berada. Ia bersikap biasa saja seakan gak melihat siapa pun di ruangan itu, apa rasa sukanya terhadap laki-laki masih belum hadir kembali.


"sudah sayang, kenapa nangis lagi, kan ada mami, sudah ya berhenti nangis nya, masak anak cantik mami jadi jelek karena keseringan nangis" kata Dealova sambil memeluk dara untuk berusaha menengkannya.


"mommy kenapa kok ninggalin dara sendirian, apa dara nakal my?" tanya dara.


"mommy kan harus pulang sayang, ini sekarang sudah disini menemani dara kan sayang. Mommy gak akan kemana-mana kok sayang" jawab Dealova.


Di tengah percakapan antara Dealova dan Dara, ada sesosok laki-laki yang terus memandangi ke arah mereka yaitu Melviano sang tuan muda, arini pun kembali ke ruangan nya karena di suruh keluar oleh Melviano. Dalam pandangan Melviano ia bergumam.

__ADS_1


"bagus sayang, kamu cari Mommy begitu pintar. Kalau tau ia yang kamu maksud mommy, sayang. Sudah papa cari dari awal, sehingga kamu gak sampai sakit seperti sekarang ini" gumam Melviano sambil memandangi mereka berdua Dealova dan Dara.


Kembali ke obrolan antara Dealova dan Dara, Dara yang masih terisak dalam tangisan nya. Ia merasa jika mommy nya enggak sayang sama dia, ia juga berfikir jika ia dan dan kakak nya Beverly nakal sehingga mommy yang mereka sayangi meninggalkan mereka dan enggak sayang.


"kan sudah ada mommy sayang, dara jangan nangis lagi ya. Kalau dara nangis nanti mommy juga ikutan nangis sayang" kata Dealova.


"belum momny, dara nungguin mommy tadi dara cari mommy tapi ternyata mommy gak ada. Jadi dara gak mau makan kalau enggak sama mommy" ucap dara dengan nada merajuk karena ketika saat bangun tidur ia tidak ada di ruangan Dara.


"sekarang kan mommy disini sayang. Mommy kan juga harus mandi bersiap lalu bekerja. Masak mommy gak mandi, nanti bau acem" ucap Dealova. "ya sudah sekarang dara makan ya, mommy siapin" tambah Dealova lagi.

__ADS_1


"iya mommy" ucap dara singkat.


"permisi tuan, untuk makanan dara sudah ada apa belum, kalau belum ada. Saya akan minta suster supaya segera mengantarkan makanan untuk pasien" tanya Dealova kepada Melviano.


"sudah ada, itu di nakas samping brangkar dara" ucap Melviano dengan nada yang lumayan lembut jika mengingat sifatnya yang keras dan berkelakuan dingin kepada seorang wanita dan ini tidak biasanya, untuk tidak ada orang jika ada orang, maka yang mengetahui akan melongo jika mendengarkan cara Melviano ngomong.


"iya, terimakasih" jawab Dealova.


Dalam pandangan Melviano yang tetap mengarah ke Dealova dan Dara, ia tak pernah berkedip. Ia suka cara Dealova memperlakukan anaknya yang dengan lembut, karena ia beranggapan biasanya seorang gadis atau wanita lajang, mungkin akan merasakan risih jika di dekati dengan anak kecil yang tidak di kenal. Namun berbeda dengan cara pandang Melviano terhadap Dealova karena ia melihat dengan jelas jika cara Dealova memperlakukan dara begitu lembut bahkan dengan anaknya yang satunya, kata Asisten Daffa kemarin mengatakan jika nona muda Beverly begitu nempel dengan Dealova.

__ADS_1


__ADS_2