
Akhir akhir ini Melviano sering kali marah dan emosinya tak terkendali, setelah sang mama mendesak untuk kembali menikah setelah ia di tinggalkan oleh mantan istrinya lari dengan pacarnya.
Kegiatan yang ia lakukan dengan cara melampiaskan segala amarahnya dengan mencari partner ranjang agar emosinya mereda, bayang bayang atas pengkhianatan mantan istrinya masih melekat di pikirannya, dan itu membuat ia melihat seorang wanita dengan sebelah mata dan menganggap semua wanita sama saja.
Di tambah lagi kedua anaknya selalu merengek dan menanyakan keberadaan mamanya, Melviano jadi bingung harus berbuat apa, sampai pernah di titik terlemahnya dia sampai membentak kedua anaknya dan berakhir pada sang anak tidak mau tinggal dengan papanya karena takut dengan perkataan dan ucapan sang papa.
Mendengar kabar dari sang asisten ia akhirnya berpikir untuk pulang ke mension utama di tempat tuan Marvel dan nyonya Rosmala berada.
"semoga anak-anak tidak takut ketika melihat aku pulang, aku jadi merasa bersalah sejak bentakkan ku saat itu. Bahkan anak ku sendiri takut untuk melihat ku" seloroh Melviano.
Sepanjang jalan ia memikirkan bagaimana caranya agar ia mendapatkan maaf dari kedua anaknya, sebenarnya ia sayang dengan kedua anaknya, tetapi rengekan dari sang anak membuat ia hilang kendali.
__ADS_1
Setelah 30 menit dari arah perusahaannya, ia sampai di kediaman orang tuanya. Dia disambut dengan pelayan rumah utama yang sudah bekerja dari orang tua Melviano masih muda.
"selamat siang tuan" kata pelayan
"selamat siang bi, apa mama sudah pulang dari rumah sakit bi?" tanya Melviano.
"sudah tuan, sudah satu jam yang lalu Nyonya Rosmala sudah di rumah" jawab pelayan.
"oke bi" kata Melviano.
Setelah percakapan yang dilakukan oleh Melviano dengan pelayan rumah lebih tepatnya kepala pelayan bibi Luluk. Melviano beranjak pergi ke ruang utama, tetapi keadaan sepi akhirnya ia beranjak pergi ke arah lantai dua di kamar tidur orang tuanya.
__ADS_1
"mama, gimana keadaannya sudah baikkan apa belum" tanya Melviano.
"tumben kamu menanyakan kabar mama, mama dua minggu di rumah sakit gak ada kamu untuk menjenguk mama sekalipun" ketus sang nonya Rosmala.
"El minta maaf ma, El gak datang untuk jenguk mama. El ada di Eropa selama sepuluh hari kemarin" jawab Melviano.
"halah itu alasan kamu saja, kalau gak bisa jenguk mama ya setidaknya kamu telfon. Kamu kan pasti dapat kabar dari asisten kamu itu, emangnya mama engga tau. Kalau selama dua minggu ini kamu ngasih mata mata yang ada di sekitar rumah sakit" jawab tuan Marvel, yang sudah mulai habis kesabarannya karena sang anak gak ada rasa bersalah akibat dari perbuatannya sampai sang mama masuk rumah sakit.
"terus mau mama sama papa apa, agar kalian memaaafkan aku" tanya Melviano.
"gak ada yang harus kamu lakukan. Cukup kamu lebih perhatian dengan kedua anak kamu saja. Mereka merasa seperti tidak punya orang tua, karena kamu gak pernah melihat keadaan dan menanyakan tentang kabarnya. Sudahlah El jangan berlarut dalam belenggu masa lalumu, kamu harus bangkit, kasian kedua anak kamu. Sudah kehilangan figur mama ditambah papanya gak yang tersisa tapi gak ada perhatian sama sekali, ingat El mereka masih anak anak harusnya kamu lebih bersabar menghadapi mereka, bukan malah membentak mereka sampai mereka berdua ketakutan" nasihat sang mama nyonya Rosmala.
__ADS_1
"iya ma, nanti El coba untuk berdekatan lagi dengan mereka berdua dan minta maaf atas perilaku yang telah aku lakukan kepada mereka sampai ketakutan" jawab Melviano.
Sisi baiknya Melviano sebenarnya mudah untuk diajak bicara berdua dan baik baik dari hati, akan tetapi jika obrolan yang tidak ia sukai dari awal perkataan yang ia keluarkan tidak ada kata yang baik. Cuma sama mamanya ia bisa lembut, sehingga mamanya kaget ketika ia dibentak karena selalu menanyakan tentang pasangan ataupun ibu sambung untuk kedua cucunya. Melviano membentak sang mama karena ia merasa capek, risih dan paling benci jika di singging masalah wanita.