
"oke lah kalau gitu rini, gue mau ke ruangan gue dulu. Gue udah ninggalin jam visit gue satu jam lebih ini. Gue tinggal dulu, dahhhhh. Assalamualaikum" lanjut dokter Dealova.
Dalam perjalanannya ke ruangan nya, Dealova memikirkan perkataan dari arini lagi. Setidaknya ia ingin memiliki keluarga, di tambah lagi setelah ada yang memanggilnya mommy, dalam benaknya ia berfikir apa sudah waktunya untuk memulai hidup yang dengan orang yang baru, dengan cinta yang baru dengan ketulusan yang lebih baik.
Jika mengingat kembali dulu orang tuanya menginginkan Dealova untuk segera menikah dan Dealova tau persis akan hal itu. Sejenak Dealova berpikir dan bergumam "yok bisa yok, buka hati mari kita kepak kan sayap kebahagiaan, welcome to relationships"
Setelah diam beberapa menit di ruangannya, ada ketukan dari luar yang menyadarkan dari kebengongannya sejenak.
Tok
Tok
Tok
"ya silahkan masuk"
__ADS_1
"selamat pagi dokter Dealova, sudah waktunya untuk visit ke setiap pasien dan kali ini di bantu dengan dokter budiman, karena kata dokter budiman takutnya yang ada di ruangan VVIP, lebih tepatnya nona muda dara mencari keberadaan anda" kata suster
"iya sus, mari kita visit biar cepat selesai" kata Dealova.
satu jam telah berlalu setelah visit dokter dealova ke setiap ruangan yang ada di blok vip dan vvip. Ia istirahat sejenak untuk di ruangannya, sebelum nantinya ia kembali di ruangan dara, apalagi handphone nya dia saat ini ada bersama dara. Itu membuat dealova yang semakin susah untuk menjauh dari dara dan itu bisa membuat tidak enak dengan keluarga dari orang tua dara.
Beberapa jam berlalu. Waktu makan siang telah tiba, sudah waktunya untuk dealova datang ke bilik yang di tempati sang anak dari pemilik rumah sakit, kalau ia tidak segera ke sana sudah di pastikan Dara tidak mau untuk makan siang yang kemudian meminum obatnya juga pasti rewel dan bisa di pastikan ia akan menangis karena enggak ada Dealova dan mengira jika Dealova pergi lagi.
"Mending aku segera ke kamarnya Dara, kalau enggak sudah pasti nangis lagi. Aku sudah seperti memiliki anak saja kalau seperti ini" monolog Dealova sendirian. Di tambah lagi handphone miliknya yang di sita oleh Dara sebagai jaminan supaya Dealova kembali lagi ke tempat ia di rawat.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
"Assalamualaikum wr wb, selamat siang. Mohon maaf mengganggu waktunya tuan dan nyonya, saya ijin untuk melihat keadaannya dara" salam dealova yang disertai dengan basa basi ringan.
"oh iya nak silahkan, sudah saya suapin untuk makan siang tapi katanya nunggu mami nya begitu" jawab Nyonya Rosmala.
"oh iya bu" sahut dealova. "benar begitu sayang, apa dara engga mau minum obat yang sesuai dengan di ucapkan oleh oma, iya sayang" tanya dealova ke dara.
"habis nya mami kenapa lama sekali ke kamar dara, mami kan sudah janji ke dara, kalau makan siang mau ke kamar dara tapi mami lama. Aku gak mau makan kalau enggak di suapin sama mami" rajuk dara.
Dealova merasa bersalah, padahal dirinya sudah berjanji untuk datang waktu makan siang tapi nyatanya ia telat dan membuat si kecil jadi telat untuk makan.
"Maafin mami ya sayang, tadi pasien mami banyak jadi mami telat ke sini jadinya. Sekarang Dara makan ya sayang, mami suapin" tawar Dealova.
"iya mami" jawab dara.
Interaksi mereka berdua tak luput dari pandangan dari kedua orang tua baya itu. Mereka begitu terharu karena sang cucu mendapatkan perhatian dari orang lain, sedangkan dari orang tuanya sendiri yang hanya papinya tapi gak pernah Dara dan Beverly dapatkan.
__ADS_1
Maaf telat update, soalnya ngejar untuk ujian skripsi jadi ketunda untuk menyusun nya