My Mami Dealova

My Mami Dealova
Episode 4


__ADS_3

Lova merasa kaget dengan panggilan Beverly, ia sudah merasa bingung dengan panggilan dari Andara di tambah lagi dengan panggilan Beverly dengan sebutan mami juga.


"ya sudah sayang-sayangnya mami, mami pergi dulu ya" seru Lova.


"enggak mau, mami gak boleh pergi" jawab Beverly dan Andara yang dijawab secara bersama-sama. Sang bibi merasa bingung dengan situasi yang ada di depannya. Hendak meminta bantuan sama Lova takut merasa engga sopan, mau melarang kedua nonanya takut mereka nanti marah dan menangis.


"begini sayang, mami mau bekerja. Bagaimana kalau mami kasih no telefon mami, nanti kalian telfon oke. Mami tidak bisa meninggalkan pekerjaan mami sayang. Mau ya mami tinggal" tanya Lova.


"iya mi" jawab mereka berdua bersamaan.


"ya sudah sayang, assalamualaikum wr wb" kata Lova.


Dara yang bertemu dengan Lova duluan, ia yang paling gak mau di tinggal pergi oleh Lova. Sedangkan untuk Beverly masih memberikan Lova beranjak pergi dengan terpaku.

__ADS_1


Setelah adegan haru mereka, akhirnya mereka melanjutkan untuk belanja kembali apa yang dicari dari kedua anak kecil itu. Untuk Lova sendiri, ia tak jadi berbelanja karena tidak ada waktu lagi karena jam sudah menunjukkan untuk waktunya bekerja, ia bergegas untuk kembali ke apartemennya.


Setelah ia kembali dari supermarket dan acara berbelanja kebutuhannya jadi gagal total. Dikarenakan bertemu dengan dua bocah yang imut-imut. Lova kembali merebahkan badanya untuk tetap rilex, sebelum ia bersiap untuk pergi ke rumah sakit untuk bekerja. Sang dokter idaman yang banyak di idamkan pasien yang kebanyakan perempuan ibu-ibu yang berniat untuk memilikinya jadi seorang menantu.


Lova melanjutkan aktivitasnya untuk segera bersiap pergi ke rumah sakit tempat ia kerja dan menyembuhkan orang. "huh, kembali lagi bekerja. Yok semangat Lova kamu bisa" sorak Lova untuk memberikan semangat untuk dirinya sendiri.


Lova bergegas pergi dari apartemenya, jarak apartemen ke rumah sakit tak begitu jauh. Dia menggunakan waktunya dengan baik yaitu dengan cara bejalan kaki ke arah rumah sakit, dan akhirnya ia sudah sampai depan rumah sakit. Satu hal yang paling di sukai para pekerja rumah sakit yang lainnya dan para pasiennya yaitu sikap sopan santunya dan rendah hati mudah berinteraksi dengan orang serta perilaku ramahnya.


"Selamat Siang semuanya, semangat untuk kerjanya hari ini" kata Lova dengan riang. "Selamat siang juga dokter lova, terima kasih ucapannya" jawab para receptionist dan seorang security yang berjaga dekat tempat receptionis.


"Siang juga Dokter Lova, ia lumayan dokter seperti biasanya dan hari ini kita ada kunjungan ke beberapa pasien dahulu setelah itu kita menerima pasien untuk check up kesehatan dan setalah itu kita standby untuk sampai jam kerja habis dok" - jawab suster Lina.


"Ok sus, mari kita bekerja. Tapi tunggu dulu, 10 menit lagi kita akan melakukan visit kepada setiap pasien" - jawab Lova.

__ADS_1


"Baik dok, saya tunggu di luar kalau begitu. Saya izin untuk beli minum dulu dok" izin Lina.


"iya silahkan sus" - tanggap Lova.


Setelah sepuluh menit berlalu, dokter lova dan suster lina mulai melakukan visit kepada setiap pasiennya.


"kita mulai dari yang mana dulu sus, barangkali ada laporan pasien yang sudah merasa baikan dan ingin untuk pulang" - tanya dokter lova.


"kita mulai dari pasien yang terkena serangan jantung yang sekitar dua minggu lalu masuk dokter, kemarin ketika doker ryan visit untuk disuruh menunggu instruksi dari dokter lova dulu, karena pasien tersebut yang pertama kali menangani adalah dokter lova" - jawab suster lina.


"baiklah, ayo kita chek pasien tersebut" - kata dokter lova.


Dokter lova pergi ke ruangan VVIP dimana pasien serangan jantung di rawat, ia pergi dengan suster lina dan dua orang perawat laki-laki.

__ADS_1



Style dokter lova untuk bekerja di rumah sakit. 😘😘😘😘


__ADS_2