
Setelah dokter lova mandi dan bersiap-siap ia lalu menelepon dokter arini untuk mananyakan ada masalah apa sehingga para pihak rumah sakit banyak yang menghubungi dia. Sekali panggilan langsung di angkat oleh dokter arini dan tak menunggu lama.
"Hallo rin, ada apa kok banyak banget panggil dari......" belum sempat menyelesaikan pertanyaannya dokter arini sudah menjeda ucapannya.
"Ya Allah, Lova akhirnya Loe bisa juga di hubungi, kemana aja sih. Ini urgent rin, anak dari pemilik rumah sakit lagi ada di rumah sakit dan keadaannya gawat, terus mencari maminya" seloroh dokter arini.
"ya kalau mencari maminya kenapa harus nelfon gue sih rin, gue bukan emaknya. Loe hubungi gue dan para dokter dan perawat nyari gue hanya karena permasalahan nyari maminya anak dari pemilik rumah sakit. Hello arini Loe pikir Gue kekepin itu maminya. Aneh-aneh saja kalian ini semua" sewot dokter lova karena dia merasa agak gak masuk akal.
"ya bukan karena masalah kekepin juga. Loe tau sendiri hanya loe titik terakhir yang bisa nenangin anak kecil meskipun loe bukan spesialis anak-anak. Gue nelfon loe buat minta bantuan untuk tenangin itu anak, Loe datang segera ya gue mohon benar-benar" mohon dokter arini.
__ADS_1
"emang kemana maminya, kan kalau maminya ada ngapain nunggu gue yang tenangin itu anak" tanya dokter lova.
"mangkanya kalau jadi dokter jangan sering sering bermain-main dengan darah ya, ingat umur dan cari masa depan. Loe gak tau pemilik rumah sakit itu seorang duda ganteng nan kaya raya meskipun katanya dingin dan kejam tapi kehidupannya menjanjikan" curhat dokter arini.
"ngapain jadi elo muji itu duda, kok gue jadi elo ceramahi juga. Memangnya harus sekarang juga ya, gue lapar kali baru bangun juga" kata dokter lova.
"mau gue seret elo apa elo berangkat sendiri, elo gak tau kalau rumah sakit menjadi tegang karena elo sulit sekali untuk di hubungi. Pemilik rumah sakit sudah memaki maki dokter budiman, kasihan gue, sama dokter budiman" jawab arini kesal.
"ah elah lembek amat jadi dokter. Iye gue traktir nanti tenang di restoran dekat rumah sakit. Yang penting elo bisa tenangin itu anak dan bisa menolong nyawa kami dari amukan pemilik rumah sakit" jawab dokter arini
__ADS_1
"oke, gue berangkat sekarang, sabar bilang pak budiman lima belas menit lagi gue datang" kata dokter lova.
Setelah telfonnya terputus dokter arini mendatangai kembali ke ruangan VVIP yang dimana anak pemilik rumah sakit ada di dalam, dan ternyata masih saja terus menangis.
"Permisi tuan dan nyonya serta dokter budiman. Saya sudah menghubungi dokter yang dikatakan oleh dokter budiman tadi. Semoga saja dokter lova bisa menenangkan cucu nyonya" kata dokter arini.
"akhirnya, semoga saja dokter tersebut bisa menangani cucu saya, saya terima kasih. Maaf juga menjadi kebingungan dan kerepotan dan untuk dokter budiman maaf atas perilaku anak saya tadi, emosinya yang tak terkendali jadi membentak seluruh petugas rumah sakit. Daf kemana perginya tuanmu tadi" kata nyonya rosmala yang disertai dengan pertanyaan ke asisten Daffa.
"Tuan muda ada di ruangannya Nyonya, sepertinya beliau tidak bisa di ganggu, karena tuan muda sedang memecahkan masalah untuk mencari mami yang di maksud oleh nona muda tadi. Karena semenjak di suruh nona muda untuk mencari mami yang di maksud oleh nona muda dara, tuan muda jadi seperti orang kebingungan. Beliau akan di maafkan oleh kedua nona muda jika tuan muda menemukan maminya mereka" jelas asisten Daffa.
__ADS_1
"ya sudah aku kasih dia waktu, kalau enggak dapat hasil juga. Aku depak dia jadi pewaris utama keluarga Aviero, benar-benar gak bisa buat anak-anaknya bangga terhadap dia" jawab nyonya rosmala.