
"enggak kenapa-napa pa, hanya saja mama ingin menjodohkan dengan anak kita pa, kasian cucu-cucu kita juga membutuhkan kasih sayang dari seorang ibu, mereka masih kecil pa, apalagi anak kamu itu kurang perhatian juga sama anak-anaknya" harap bu rosmala.
"jangan begitu ma, meskipun begitu dia juga anak mama. Emangnya dokter tadi gak punya pasangan apa, aku lihat juga usianya sudah cukup matang. Mungkin bahkan dia juga sudah memiliki suami dan anak mungkin ma" penjelasan pak marvel.
"tapi pa, banyak mengatakan jika dokter lova ini dokter idaman untuk semua pasien, dan katanya dokter lova itu primadona rumah sakit. Kabarnya dia juga belum menikah dan belum punya pasangan pa" - kata bu rosmala.
"papa enggak masalah dengan mama mengenalkan anak kita kepada dokter lova, tapi yang jadi permasalahan disini anak kita mau apa tidak dan takutnya nanti kita melakukan kesalahan, apalagi dokter lova katanya hidup sendirian. Papa gak enak jika terjadi sesuatu pada dokter itu, mama tau kan anak kita seperti apa" - kata pak marvel.
"iya ya pa, pupus sudah harapan mama. Mama sebenarnya senang sama dokter lova. Tapi anak papa keras kepala dan sikapnya yang dingin itu membuat mama jadi berpikir ulang memiliki harapan mempunyai seorang menantu buat anak kita itu" kata bu rosmala.
__ADS_1
"sudah ma, tadi kata dokter apa? Jangan terlalu banyak pikiran. Kita masih ada Renata ma, jangan terlalu banyak memikirkan Melvian nanti mama bisa drop tadi" saran pak marvel.
"kalau dropnya di rumah enggak papa kok pa, kan bisa tu sekalian kita coba kenalkan dokter lova ke melvian" canda bu rosmala.
"mama kok malah meminta drop di rumah, kalau gitu aku minta dokter lova untuk gak membolehkan mama pulang saja, kalau mama memiliki pikiran seperti itu" - tekan pak marvel.
"enggak, enggak kok pa, mama hanya bercanda" kata bu rosmala. "tapi pa bisa ya nanti minta dokter lova agar mau check keadaannya mama di rumah sesekali" harap bu rosmala.
Setelah adanya percakapan antara suami isteri, mereka mendadak diam karena ada ketukan pintu dari luar ruangan.
__ADS_1
"selamat siang, ini untuk resep dan obatnya bu. Resep tersebut untuk pembelian obat berikutnya setelah obat ini habis" - kata dokter lova sambil menunjukkan obat tersebut.
"iya dokter lova, terima kasih" jawab bu rosmala.
"saya lepaskan selang infusnya ya bu, mohon maaf permisi ya bu" kata lova. Bukan tanpa alasan kenapa dokter lova yang melepaskan infus tersebut. Karena menghormati sebagai pemilik rumah sakit, jadi dokter lova memberikan pelayanan yang terbaik untuk pemilik rumah sakit.
"sudah selesai, sekarang ibu boleh untuk istirahat di rumah. Mohon untuk di ingat ya bu pesan saya karena demi kesembuhan ibu, tidak boleh strees, tidak boleh kecapean, tidak boleh melakukan aktivitas berat dan tidak boleh memikirkan hal-hal yang berat" - nasehat dokter lova.
"iya dokter lova, saya mengerti, kamu perhatian sekali rasanya saya seperti punya menantu kalau seperti ini, iya nggak pa?" kata bu rosmala yang diselingi dengan pertanyaan kepada sang suami.
__ADS_1
"ibu bisa saja, baiklah kalau ibu sudah mengerti saya tinggal dulu untuk kembali ke ruangan saya bu, permisi. Assalamualaikum" - pamit dokter lova.
"sebentar dokter apakah saya boleh bertanya sesuatu" - harap bu rosmala, berbeda dengan tuan marvel sudah mulai bingung takutnya sang istri terlalu terburu-buru untuk menanyakan identitas pribadi langsung dari sang dokter.