![My Perfect Wife [KTH]](https://asset.asean.biz.id/my-perfect-wife--kth-.webp)
Taehyung berjalan cepat menuju restoran di samping perusahaanya.
"Dimana dia? Kenapa tidak ada di restoran?"-ucap Taehyung melihat sekeliling restoran.
"Tunggu, bukankah itu tuan park? Wanita yang bersamanya bukankah itu dilraba, ternyata benar mereka di sini, dilraba bagus sekali aku menunggu mu dan kau malah asik makan siang bersama laki-laki lain"-ucap Taehyung langsung bergegas menghampiri mereka
"Permisi tuan park, apa aku boleh bergabung?"-ucap Taehyung membuat dilraba terkejut lalu tersedak minumannya
"Tentu saja"-ucap Chanyeol
"Pria ini apa dia tidak tau kalau dia sedang mengajak makan siang istriku"-ucap suara hati Taehyung kesal
"Nona apa kau baik-baik saja?"-ucap Taehyung
"Ya saya tak apa-apa, tak perlu khawatir, permisi saya akan ke toilet"-ucap dilraba gugup
"kenapa buru-buru sekali?"-ucap Taehyung menahan tangan dilraba
"Tuan Kim tak apa sebaiknya biarkan dia ke toilet"
"Sejak kapan dia menjadi peduli sekali dengan istri orang lain"-ucap suara hati Taehyung kesal
"Oh, baiklah"-ucap Taehyung melepaskan genggamanya
"Aneh kenapa tuan Kim memperlakukan dilraba seperti itu, Apa dia menyukainya"-ucap suara hati chanyeol
Dilraba langsung berjalan menuju toilet dengan tergesa-gesa.
"Tuan Kim sepertinya anda dan dilraba punya hubungan khusus? atau ini hanya pemikiran ku saja."
"Sepertinya tuan Park peduli sekali dengan hubungan orang lain, apa tuan park sedang mengejarnya?"
"Bukan seperti itu tuan Kim, saya hanya bertanya dan memastikanya saja, jika benar ataupun tidak saya tak akan mempermasalahkanya"
"Tuan park, sepertinya saya harus duluan nih, ada klain yang ingin bertemu selesai jam makan siang"
"Oh baiklah, jika seperti itu, senang bisa makan siang dengan tuan kim, jika ada waktu luang mari makan siang bersama lagi"
"Ya tuan Park"-ucap Taehyung lalu meninggalkan Chanyeol
"Jika tadi dia bilang menyukai istriku tak tau apa yang akan aku lakukan padanya"-ucap suara hati Taehyung kesal
___________
"Kenapa dia bersandiwara seperti itu, jika tuan Park mengetahuinya bagaimana, bukankah ini sangat menjengkelkan"-ucap dilraba kesal
"Dia selalu saja membuat ku serba salah, sebenarnya apa yang dia mau"-ucap dilraba lalu berjalan keluar toilet
Seketika ia terkejut melihat Taehyung yang sudah menunggunya di depan toilet wanita dengan tatapan dingin nya, semua pandangan wanita pun tertuju kepada Taehyung
"Wahh Siapa laki-laki itu tampan sekali"-bisik pengunjung restoran
"Dia itu putra sulung direkrut perusahaan Kim group, apa kau tidak menonton berita televisi? satu tahun yang lalu tuan Kim mewariskan jabatannya ke putra sulungnya loh"
"Wah benar-benar mengagumkan tampan dan pewaris tunggal, lalu siapa wanita yang ada di hadapannya itu"
"Seperti nya istri nya"
"Benarkah? Wah dia sangat beruntung sekali"
"Hei kenapa kau terus berdiri dan menatap ku seperti itu? kau menjadi pusat perhatian wanita apa kau juga tidak menyadarinya"-ucap dilraba kepada Taehyung
__ADS_1
Lalu seketika tangan dilraba di genggam dan ditarik oleh Taehyung berjalan menuju perusahaan kim
"Hei lepaskan kau menyakiti lengan ku"-ucap dilraba akan tetapi tidak mempengaruhi Taehyung, ia tetap berjalan cepat menuntun dilraba memasuki lift, semua karyawan kantor terdiam takut melihat raut wajah Taehyung yang sedang marah
Taehyung terus menarik tangan dilraba sampai memasuki ruanganya, sesampai di ruanganya Taehyung pun melepaskan genggaman nya.
"Kanapa kau kasar sekali? Kau menyakiti lengan ku, lihatlah"-ucap dilraba memperlihatkan lengannya yang merah
"Dilraba harus berapa kali aku memperingatkan mu?"
"Memangnya aku melakukan kesalahan apa?"
"Kenapa kau terus berpura-pura bodoh di depan ku? Aku menunggu mu dan kau malah enak-enak makan siang dengan laki-laki lain?"
"Dia saja makan siang dengan wanita lain aku tak masalah, kenapa sedangkan aku makan siang dengan laki-laki lain yang bahkan aku tidak mengenalnya dia begitu sangat marah seperti ingin langsung membunuh ku"-ucap suara hati dilraba kesal
"Kenapa diam saja? Kau tidak bisa memberi penjelasan kan? Dilraba aku selalu saja memperingati mu, bukankah kau sangat tau konsekuensinya"-ucap Taehyung emosi
"Dia selalu saja seenaknya seperti ini, dia pikir aku takut? Tanpanya aku masih bisa menjalani kehidupan ku sendiri, aku bertahan selama ini hanya karena perjanjian kontrak dan rasa terimakasih ku kepada nya sebagai balas Budi, jika seperti ini terus aku benar-benar tidak sanggup dan tidak tahan menghadapi sikap egoisnya lagi, rasanya seperti ia menusuk hati ku langsung dengan pisau yang tajam"-ucap suara hati dilraba menahan air matanya
"Taehyung berikan aku konsekuensi itu sekarang, jika kau terus bersih keras seperti ini, kamu memang orang satu-satunya yang saat ini aku punya, tetapi jika sikap mu seperti ini terus, aku merasa tidak ada gunanya lagi bertahan bersama mu, rasa egois mu benar-benar sudah terlalu tinggi sampai aku pun tidak bisa menghentikanya, selama ini aku jalani semuanya bukan karena aku takut melanggar konsekuensi yang kau berikan, tetapi aku hanya ingin membalas Budi, aku ingin berterima kasih padamu, aku berfikir aku tidak bisa membalas kebaikan mu dengan uang, hanya ini yang bisa aku lakukan walau tidak berarti apapun untuk mu, tetapi aku ikhlas menjalaninya"-ucap dilraba meneteskan air matanya,
"Kenapa kau menangis?"
"Kau selalu membuatku seperti ini bagaimana bisa kau bertanya kenapa aku menangis, introspeksi dirimu sendiri saja"-ucap dilraba
Tiba-tiba Taehyung mendekati dilraba dan mengusap air matanya.
"Mana mungkin aku tega membiarkan istriku yang di perebutkan banyak lelaki ini menangis? Aku berfikir jika aku terus membuat mu menangis kau akan meninggalkan ku dan pergi bersama laki-laki lain nanti"-ucap Taehyung memeluk dilraba membuat dilraba merasa aneh dengan perubahan sikap Taehyung
"Apa maksud mu?"-ucap dilraba merenggangkan pelukan Taehyung
"Happy birthday sayang, semoga makin cantik, makin baik dan makin cengeng"-ucap Taehyung lalu mencubit pelan hidung dilraba membuat dilraba terkejut lalu terdiam seketika
"Tunggu, Bagaimana kau bisa tau hari ulang tahun ku? Bahkan aku sendiri pun lupa kalau hari ini hari ulang tahun ku"
"Dengar baik-baik ya apapun tentang kamu tidak ada yang aku tidak ketahui, jadi kamu harus waspada jika menyembunyikan sesuatu dariku"
"Kenapa aku harus waspada? Aku juga tidak pernah menyembunyikan sesuatu dari mu"
"Bagus sekali, berjanji lah jangan seperti itu lagi ya"
"Apa dia sedang membahas kehamilan yang dulu aku pernah sembunyikan dari nya?"-ucap suara hati dilraba
"Dilraba aku benar-benar minta maaf karena selalu membuat mu merasa tertekan, aku berfikir aku seorang laki-laki yang tidak pantas berdampingan dengan wanita baik dan sempurna seperti mu"
"Hei kenapa jadi kau yang bersedih, benarkah kau berfikir seperti itu? Tetapi saat ini aku tidak sependapat dengan mu, aku sama sekali tidak membutuhkan yang baik dan yang sempurna, aku lebih membutuhkan seorang laki-laki yang tulus menyayangi ku seperti dirimu, aku sangat senang berdampingan terus dengan mu, dengan begitu kita bisa saling melengkapi"-ucap Dilraba membuat Taehyung terkejut
"Terimakasih sayang"-ucap Taehyung mencium kening dilraba lalu memeluknya.
"Tuhan kenapa dua tahun cepat sekali berlalu, aku akan benar-benar sangat merindukan pelukannya nanti"-ucap suara hati dilraba
Seketika seseorang memasuki ruangan Taehyung tanpa mengetuk pintu.
*Cekrekkk
"Aigo,apa aku masuk keruangan direktur di waktu yang tidak tepat?"-ucap suara hati Jimin terkejut
"Anak ini selalu merusak moment senang ku di kantor"-ucap suara hati Taehyung kesal
"Maaf aku menggangu, aku ingin mengantarkan pesanan mu?"-ucap Jimin
__ADS_1
"Oh, terimakasih Jimin"
"Tumben sekali suasana hati nya tidak buruk"-ucap suara hati jimin
"Baiklah, aku permisi, Bu bos aku permisi dulu ya maaf menggangu"-ucap Jimin terkekeh lalu berjalan keluar ruangan Taehyung
"Ya terimakasih Jimin"
"Ini untuk mu"-ucap Taehyung membuka sebuah kotak merah berisi cincin permata berlian
"Ini untuk ku? Taehyung ini berlebihan"
"Aku akan pakaikan ke jari manis mu"-ucap Taehyung
"Terimakasih sayang"
"Baiklah, ayo kita akan pergi ke rumah eomma, mereka sudah menunggu mu"
"Ayo"
Taehyung dan dilraba pun pergi berkunjung ke rumah kediaman keluarga kim.
_____________
Kediaman keluarga Kim
Dilraba berjalan pelan memasuki rumah kediaman keluarga Kim di dampingi oleh Taehyung di samping nya.
Seketika keluarga besar Kim menyambut dilraba dengan penuh kasih sayang.
Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to you
"Sebelum tiup lilinnya kau harus meminta permohonan dulu ya"-ucap Taehyung kepada dilraba
"Baiklah"-ucap dilraba lalu memejamkan matanya
"Ya Tuhan semoga saja waktu bersama ku dengannya bisa lebih lama lagi, aku percaya dia adalah takdir yang kau berikan"
"Happy birthday sayang, semoga semakin cantik dan semakin cepat memberikan eomma cicit ya sayang, semoga tuhan selalu memberkati mu"-ucap nyonya kim memeluk dilraba dan mencium pipinya
"Terimakasih eomma"
"Dilraba happy birthday ya, semoga apa yang kamu inginkan selalu tercapai"-ucap tuan kim
"Terimakasih appa"
"Kakak ipar happy birthday, semoga semakin cantik, dan semakin baik ya kak, semoga kak tae bertaubat dan tidak menindas mu lagi kak"-ucap taeyeon membuat Taehyung mencubit hidung nya
"Taeyeon kenapa tidak kau saja yang taubat agar tidak terus mengusilkan kakak mu"-ucap Taehyung
"Kak kau ingin membuat hidung ku semakin mancung seperti kakak ipar ya? Bagus sekali kak ayo cepat lakukan lagi"-ucap taeyeon mengejek Taehyung
"Taeyeon kau ini adik semacam apa sebenarnya"-ucap Taehyung mengejar taeyeon yang berlari setelah mengejeknya
"Mereka selalu saja tidak akur seperti itu membuat eomma pusing"-ucap nyonya Kim
"Tak perlu khawatir eomma, sebenarnya Taehyung sangat menyayangi Taeyeon, hanya saja dengan cara seperti itu ia menyayangi adik nya"-ucap dilraba terkekeh
"Kau benar sekali nak, eomma terkadang tertawa melihat kelakukan mereka berdua yang seperti itu"
TBC
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian melalui VOTMEN ya, aku tunggu 🙏😉
Thanks guys ❤️