![My Perfect Wife [KTH]](https://asset.asean.biz.id/my-perfect-wife--kth-.webp)
Jeean pun merangkul Dilraba agar menyender dibahunya. Jeean berusaha untuk menenangkan Dilraba, apa yang saat ini Dilraba rasakan membuat jeean sangat sedih, wanita yang ia kenal dulu begitu sangat ceria dengan senyum di wajahnya kini menangis dengan air mata yang deras membasahi pipi mungilnya.
...*********...
Dua minggu sudah Taehyung menjalankan aktifitasnya tanpa sang istri di sampingnya. Ia merasa sangat sedih terhadap kejadian yang telah menimpanya. Hari ini Taehyung tengah asik menjalankan weekend nya bersama tae'oh di rumah, walau tanpa sang istri ia tetap bersemangat, bagaimana pun ia harus menjalani semua ini, Taehyung terus berharap waktu berjalan dengan cepat agar sang istri cepat mengingatnya kembali, ia pun tak luput setiap hari menjenguk sang istri, meskipun selalu diabaikan, ia tetap menampakkan senyuman bahagianya saat melihat sang istri.
_______________
Kediaman Taehyung.
"Appa, kapan eomma akan kembali?"-ucapnya tae'oh membuat Taehyung yang tengah fokus menonton televisi terkejut dan langsung menolehnya.
"Kau merindukan eomma mu?"-tanya Taehyung
"Ya"
"Appa, apa kau tidak merindukan eomma? Bibi yeonji bilang eomma pergi meninggalkan kita, apakah itu benar?jika begitu kenapa kau berbohong padaku?"-ucapnya tae'oh
"Bibi yeonji?-sontak Taehyung terkejut.
"Ya"
"Apa saja yang ia katakan padamu?"
"Hanya itu saja"
"Bisa-bisa nya yeonji ikut campur dengan urusan pribadi ku"-batin Taehyung
"Appa, kenapa kau membohongi ku? Apa karena aku anak kecil? Kau selalu menggapku seperti itu."-ucapnya tae'oh membuat Taehyung menampakkan senyuman nya.
"Tae'oh dengarkan appa mu baik-baik! Bukankah sudah ku bilang, eomma mu sedang bekerja, ia tak akan pernah meninggalkan kita, kau lebih percaya orang lain yang baru kau kenal di bandingkan appa mu sendiri?"
"Tidak, appa aku mempercayai mu."
"Anak baik,"-ucapnya Taehyung sambil mengelus rambut sang anak.
Tiba-tiba seseorang datang mengetuk pintu.
TOK!TOK!TOK
Mendengar suara ketukan pintu Bibi Seon pun langsung bergegas membukanya.
"Selamat siang, saya yeonji sekertaris pak direktur, apa pak direkturnya ada di dalam?"
"Oh silahkan, tunggu sebentar saya akan panggilkan."-ucapnya bibi Seon langsung bergegas meninggalkan yeonji.
"Ini adalah rumah pak direktur, luas dan sangat mewah, aku sangat suka dekorasi nya sangat minimalis, aku harus segera menggantikan posisi wanita itu secepatnya."-batin yeonji sambil melihat sekelilingnya.
Tiba-tiba Taehyung datang dari arah belakang mengejutkannya.
"Yeonji, ada apa?"-ucapnya Taehyung membuat yeonji terkejut dan langsung menoleh kebelakang
"Pak direktur, aku datang untuk memberikan berkas penting yang belum kau tanda tangani."
"Yeonji bukankah besok juga bisa, kau tak perlu harus repot-repot datang ke rumah ku."
"Berkas yang harus ditandatangani sangatlah banyak, sementara rapat harus dilakukan besok pagi sangat mepet sekali."
__ADS_1
"Oh baiklah kalau begitu berikan berkasnya, nanti aku kan menandatanganinya."
Yeonji terdiam dengan mata yang terus memperhatikan Taehyung dari atas kepala sampai ujung kaki, ia sangat terkejut melihat sang direktur yang hanya mengenakan kaos dan celana pendeknya.
"Aku benar-benar tidak salah memilih seseorang yang harus aku miliki, pak direktur bukan hanya kaya raya tetapi ia juga sangatlah tampan memakai apapun. Aku akan bahagia seumur hidup ku jika aku bisa memilikinya."-batin yeonji.
"Yeonji apakah ada hal lain lagi?"
"Apa aku boleh meminta air putih?"
"Oh tentu saja, duduklah aku akan mengambilkan nya."
"Terimakasih"
Tiba-tiba Tae'oh datang menghampiri yeonji.
"Bibi apa yang sedang kau lakukan di sini?"
"Aku ada urusan pekerjaan dengan pak direktur, duduklah disamping ku, aku punya sesuatu untuk mu."-ucapnya yeonji membuat tae'oh langsung bergegas.
"Tae'oh aku punya coklat untuk mu"
"Untuk ku?"
"Ya ambillah"
"Terimakasih"
"Kau harus memakan coklat ini sekarang, jika kau sudah memakannya berarti kau menghargai pemberian ku."
"Ya baiklah"
"Yeonji ini minumnya."
"Pak direktur maaf merepotkan mu."
"Tidak"
Yeonji melirik tae'oh yang tengah mengunyah coklat menampakkan senyum semlirik nya.
"Pak direktur sepertinya aku harus segera kembali."
"Baiklah, terimakasih yeonji."
"Ya"
"Tae'oh aku harus kembali, jangan lupa kau harus menghabiskan coklat nya."-bisik yeonji.
"Ya bibi kau tenang saja."
"Yeonji kau hati-hati."
"Baiklah pak."
"Tae'oh apa yang bibi yeonji berikan padamu?"
"Hanya coklat."
__ADS_1
"Lalu apa saja yang dia katakan?"
"Appa, ia hanya menyuruhku untuk menghabiskan coklat ini."
______________
Keesokan harinya.
Pukul 10.00
Kediaman vinie.
"Kakak aku sudah lelah dengan semua ini, aku harus pergi untuk menemuinya, untuk memastikan, sampai kapan aku terus menunggu waktu yang tepat."
"Jangan gegabah, kau yang memulai permainan ini, kau juga yang harus menyelesaikan nya dengan tuntas, kau mau akhirnya permainan mu berakhir tidak seperti yang kau inginkan?"
"Kakak ipar aku setuju dengan kak vinie, bagaimana pun semua ini adalah rencana ku, aku tahu apa yang seharusnya di lakukan. Kak vinie benar kau tidak boleh gegabah."
"Aku sangat merindukan tae'oh aku tidak bisa terus seperti ini hanya melihatnya dari ponsel. Aku berasa seperti orang bodoh terus menciumi ponsel ku."-ucapnya dilraba membuat vinie dan Taeyeon terkekeh.
"Kenapa kalian tertawa, aku sedang marah dan kesal"-ucapnya dilraba membuat mereka terdiam.
Tiba-tiba ponsel Dilraba berdering notifikasi panggilan masuk dari seseorang ia pun langsung mengangkat nya.
*Drrrtttt
"Pagi nyonya."
"Ya, apa ada hal buruk yang terjadi di Kim group?"
"Ya Nyonya. Aku melihat yeonji terus menempel pada pak direktur ketika rapat pagi tadi, aku berfikir mereka punya hubungan khusus"
"Benarkah?"
"Baiklah terimakasih informasinya."-ucapnya dilraba langsung mengakhiri panggilan.
"Ada apa?"
"Salah satu karyawan Kim group memberitahu ku bahwa yeonji selalu menempel pada Taehyung ia juga berfikir mereka memiliki hubungan khusus. Menyebalkan sekali wanita itu, kakak apa aku harus membunuhnya."-ucap Dilraba membuat mereka terkejut lalu kembali terkekeh.
"Kalian berdua ini aneh sekali, kenapa terus tertawa, apa aku seperti badut yang lucu?"
"Dilraba kau sudah sangat mencintai suami mu, aku baru pertama kali mendengarnya bahwa kau ingin bertekad membunuh seseorang."-ucapnya vinie sambil terkekeh
"Kakak ipar, aku sangat salut sekali dengan kisah cinta mu dengan kakak ku yang menyebalkan itu."-ucapnya Taeyeon sambil terkekeh.
"Kalian berdua ini sama-sama menyebalkan seperti Taehyung senang sekali meledek ku."-ucapnya Dilraba menampakan wajah kesalnya.
...
...
...To be continued....
...Bab selanjutnya akan aku update secepatnya....
...LIKE,Vote dan coment....
__ADS_1
...Thanks:)...