My Perfect Wife [KTH]

My Perfect Wife [KTH]
Do not leave me!


__ADS_3


Memang terkadang tuhan memberikan sesuatu seperti teka-teki, tetapi di situlah kita harus mengerti makna dari sesungguhnya. apa yang kita alami saat ini mungkin akan mendatangkan kebaikan dan pelajaran berharga di kemudian hari."


"Ya kau benar"


Setelah beberapa menit obrolan mereka pun berakhir, Cici dan heldi pun datang menghampiri mereka.


"Apa kalian sudah selesai berbicara?"-tanya heldi


"Oh, ya kami sudah selesai, heldi maaf aku sudah menggangu waktu berkencan kalian."-sontak Cherry


"Aku tidak keberatan"


"Cici, ucapakan terimakasih kepada paman!"


"Terimakasih paman"


"Sama-sama cantik, nanti kita akan bertemu kembali."


"Ya paman."


"Baiklah vinie terimakasih, maaf karena ku kencan mu dan heldi menjadi terganggu."


"Tidak apa-apa, aku senang bisa bertemu dengan mu, melihat kau hidup dengan tenang, lain kali kita bisa berjumpa lagi, kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk menghubungi aku."


"baiklah, sekali lagi terimakasih vinie"


"Ya sama-sama"


"Cici ayo berpamitan pada paman dan bibi"


"Sampai jumpa"


"Ya cantik, hati-hati"-sontak vinie


"Baiklah Cici hati-hati ya"-ucapnya heldi


Mereka pun mulai Bergegas meninggalkan Vinie dan heldi menuju pintu keluar restoran.


"Tadi itu apa yang kau bicarakan dengan Cherry?"


"Aku hanya menanyakan kabarnya saja. Aku sangat mengkhawatir kondisi Cici yang sejak kecil tidak mengetahui siapa appa nya. Tetapi disisi lain jika melihat kondisi appa nya yang berada di dalam sell akan sangat lebih mengkhawatirkan lagi, jika terjadi pertemuan diantara mereka."


"Aku melihat Cici anak yang tangguh dan juga penyayang, aku yakin dengan kondisi apapun appa nya saat ini, ia akan tetap menyayangi nya."


"Sudah, tidak ada yang perlu di khawatirkan Cici akan baik-baik saja,"


"Baiklah."


Tiba-tiba ponsel vinie berdering notifikasi panggilan masuk dari Dilraba. Ia pun segera mengangkatnya.


Tuuttttuuuuut


"Hallo dil, ada apa?"


"Kak, aku ingin membicarakan sesuatu pada mu, kau sedang di mana?"


"Aku sedang bersama heldi, di restoran pinggir kota."


"Apa kalian sedang berkencan? Ka maaf jika aku menggangu kalian."


"Tidak, memang nya apa yang ingin. Kau bicarakan?"


"Aku mengkhawatirkan Taehyung, akhir-akhir ini aku mencurigai ia menyembunyikan sesuatu dari ku kak, ia terus bersama dengan sekertaris nya, entah ada hubungan apa diantara mereka, Taehyung sangat menyebalkan"


"Aku senang sekarang kau sudah sedikit agresif masalah seperti ini, memang seharusnya seperti itu, karena Taehyung banyak sekali merekrut model-model cantik kan seperti yang kau bilang."

__ADS_1


"Kakak tolong jangan membuat ku menjadi semakin panas seperti ini."-ucap Dilraba membuat vinie terkekeh


"Baiklah, lebih baik kau awasi dulu pergerakan Taehyung kalau memang ia menyembunyikan sesuatu dari mu, ketika kau ada bukti yang kuat kau baru boleh menanyakan masalah itu padanya, Ingat kau tidak boleh gegabah dalam menyelesaikan masalah"


"Baiklah kak terimakasih atas saran mu, salam untuk dr.heldi, semoga kencan kalian sukses"-sontak Dilraba terkekeh lalu mengakhiri panggilan.


"Ia baru saja mengejek ku"-ucapnya vinie


"Apa yang terjadi dengan adik mu?"


"Ia mencurigai Taehyung menyembunyikan sesuatu dari nya karena Taehyung terus bersama dengan sekertaris nya."


"Aku berfikir itu wajar, ia seorang CEO berbaur dengan karyawan bukan kah sangat positif"


"Tentu saja, tetapi jika karyawannya itu wanita akan menjadi lebih sentif."


"Memang benar, aku mendengarnya pun sangat aneh, Taehyung yang ku kenal sangat dingin dan cuek dengan wanita, bagaimana bisa ia dekat dengan wanita bahkan itu adalah karyawannya."


_______________


Dilraba bergegas menuju kantor Taehyung sesuai apa yang dikatakan oleh sang kakak, ia harus terus mengawasi Taehyung, bagaimana pun ia harus menyelesaikan masalah yang membuat ia sangat penasaran.


"Semoga saja apa yang ku curigai selama ini adalah perasaan kekhawatiran semata ku saja."-ucap dilraba lalu bergegas berjalan menuju keluar menaiki taksi.


Disisi lain Taehyung tengah sibuk memikirkan Dilraba yang saat ini menjadi lebih agresif padanya karena rasa cemburunya membuat Taehyung tak henti tersenyum bahagia sambil menatap foto sang istri yang berada di dalam ruangannya.


Seseorang datang mengetuk pintu memasuki ruangan Taehyung.


TOK!TOK!TOK


"Masuklah"


Yeonji memasuki ruangan Taehyung terkejut melihat sang direktur yang tengah fokus menatap sebingkai foto sambil memperlihatkan senyuman bahagianya.


"Pak direktur ini berkas yang pak Jimin berikan."


Yeonji sangat penasaran siapa orang yang berada di dalam foto tersebut. Ia pun berusaha untuk melihatnya. Tak sengaja Taehyung kembali meletakkan foto tersebut. Melihat yeonji yang masih berdiri di hadapannya mentapnya dengan penuh kekesalan.


"Yeonji kau kenapa masih di sini, apa ada hal lain?"-ucap Taehyung membuat yeonji terkejut.


"Oh, pak direktur aku ingin mentraktir mu makan siang bersama sebagai ucapan terimakasih ku karena kemarin kau sudah membantu ku dengan mengantarkan ku kembali. Aku tak tau bagaimana jadi nya jika kau tidak menghampiri ku."


"Tak perlu, aku senang bisa membantu mu."


"Pak direktur, aku benar-benar ingin membalas Budi mu ya walaupun tidak sebanding dengan apa yang kau lakukan."


"Baiklah"


Mereka pun berjalan menuju keluar ruangan tersebut menuju restoran di samping perusahaan nya.


Beberapa menit kemudian Dilraba pun sampai di perusahaan Kim group ia langsung berjalan menghampiri resepsionis.


"Selamat siang nyonya, ada yang bisa saya bantu?"-ucapnya resepsionis.


"Selamat siang, apa direktur kalian ada di ruangannya?"


"Pak direktur baru saja pergi makan siang di restoran sebelah perusahaan."


"Baiklah terimakasih."


Dilraba langsung segera bergegas menuju restoran di samping perusahaan Kim group. Sesampainya di restoran ia terkejut dengan apa yang ia lihat, Taehyung bersama dengan wanita lain di hadapannya.


"Bukankah wanita itu, wanita yang kemarin memakaikan Taehyung jass"


"Apa yang sebenarnya Taehyung pikirkan, apa ia sudah bosan hidup bersama dengan ku? Aku tahu sekali bagaimana sifatnya, aku berfikir ia pria terbaik yang selama ini aku temukan. Tetapi nyatanya bahkan ia lebih buruk dari apa yang aku lihat sebelumnya, ya Tuhan aku benar-benar tidak sanggup melihat pemandangan seperti ini."


Dilraba pun langsung bergegas menghampiri mereka sambil mengusap air matanya yang mengalir deras membasahi pipinya mungilnya

__ADS_1


"Taehyung?"-sontak Dilraba membuat mereka terkejut dan langsung menolehnya.


"Sayang, kenapa kau bisa berada di sini?"-ucapnya Taehyung membuat Dilraba tak tahan menahan air matanya.


"Aku mencari suami ku? Semua karyawan bilang kau ada sini. Bukankah wanita ini adalah sekertaris mu?"


"Sayang, jangan salah paham aku dan yeonji tidak ada apapun."


"Aku menghargai wanita ini sebagai sekertaris mu, tetapi apa wanita ini tidak menyadari statusnya di Perusahaan Kim?"-ucap dilraba sambil melirik yeonji dengan tatapan kesal.


Keributan yang terjadi diantara mereka menarik perhatian pengunjung yang datang.


"Aku akan menjelaskan nya di kantor, sayang ayo kita kembali."


"Apa yang akan kau jelaskan? Selama ini kau menyuruhku untuk tetap selalu mempercayai mu, apa ini cara mu membalas kepercayaan ku?"


"Nyonya, semua ini salah paham. Aku bisa menjelaskan semuanya."


"Sudah cukup, kalian berdua sama sekali tidak memiliki hati dan perasaan, berbahagia lah aku tidak akan menggangu kalian lagi."-sontak Dilraba lalu bergegas pergi meninggalkan restoran tersebut.


"Sayang tunggu aku!"-sontak Taehyung mengejar Dilraba berlari cepat menaiki taksi.


"Nyonya, pria itu mengejar kita."-sontak supir taksi


"Tidak apa, jalan saja pak."


"Baiklah."


Supir taksi tersebut langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


"Hanya tae'oh saat ini tujuan ku untuk tetap bertahan hidup. Selebihnya aku tak perduli. appa,eomma Dilraba benar-benar merindukan kalian, hanya kalian yang bisa mengerti perasaan ku."-batin Dilraba sambil menderaskan air matanya.


_____________


Usai itu Taehyung kembali menuju Perusahaan nya, ia bingung harus bagaimana, disisi lain jika ia kembali membujuk istrinya dengan melihat kondisi suasana hati Dilraba yang sedang memburuk itu akan lebih memperburuk keadaan, akhirnya ia pun memilih untuk tetap tenang menunggu sampai suasana hatinya membaik, Taehyung pun tak lepas terus menghubungi ponsel sang istri dan terus menerus mengirimkan pesan singkatnya.


_____________


Tiba-tiba taksi yang ditumpangi Dilraba ingin menabrak sebuah mobil besar di hadapannya.


"Pak ada apa?"-sontak Dilraba


"Nyonya sepertinya remnya tidak berfungsi"-ucapnya supir taksi dengan panik


"Apa? Pak cepat belokan setirnya"


Supir taksi pun membelokan setirnya, menabrak sebuah pohon besar yang berada di pinggir jalan. Kecelakaan tersebut pun berunjung maut.


"Taehyung mulai saat ini aku tidak akan pernah menggangu mu lagi"-ucapnya Dilraba terus menggema di telinga Taehyung.


"Sayang, jangan tinggalkan aku, ku mohon bertahan lah, jangan biarkan aku gagal melindungi mu lagi."


...


...


...To be continued....


...Bab selanjutnya akan aku update secepatnya...


...LIKE...


...VOTE ...


...DAN...


...COMENT...

__ADS_1


...Thanks support:)...


__ADS_2