![My Perfect Wife [KTH]](https://asset.asean.biz.id/my-perfect-wife--kth-.webp)
"Dilraba benar-benar kehilangan ingatannya, ya tuhan dosa apa yang ku lakukan di masa lalu sampai aku mengalami kehidupan yang rumit seperti ini. Aku tahu ini bukanlah kesengajaan semua memberikan pelajaran untuk ku, aku harus lebih menghargai sesuatu."-batin Taehyung.
Beberapa menit kemudian jeean pun keluar ruang IGD.
"Apa yang kau bicarakan pada istri ku?"-tanya Taehyung.
"Tuan Kim kenapa kau sangat ingin tahu sekali, apa karena kau takut istrimu akan lebih nyaman saat bersama ku saat ini?"
"Aku tak percaya istriku akan seperti itu, menyingkirlah aku akan masuk menemuinya."-ucapnya Taehyung sambil mendorong tubuh jeean, lalu langsung memasuki ruang IGD
"Aku tak akan pernah membiarkan Dilraba terus disakiti lagi oleh mu."-batin jeean
"Vinie sepertinya aku ada urusan mendadak, aku berjanji setelah selesai urusan ku, aku akan kembali menemaninya."
"Baiklah."-ucapnya vinie membuat jeean langsung bergegas pergi meninggalkan rumah sakit.
"Jeean pria yang banyak sekali di kagumi wanita. tetapi kenapa sampai saat ini yang ia pikirkan hanya Dilraba, cinta memang tidak bisa dibohongi."-gumam vinie.
____________
Rumah sakit
Ruang IGD
Taehyung memasuki ruang IGD dengan perlahan.
"Sayang"-sontaknya Taehyung membuat Dilraba langsung menolehnya.
"Bagaimana kondisi mu saat ini? Maaf aku gagal lagi melindungi mu, sayang aku sangat menyesal, apa kau akan memaafkan ku?"-ucapnya Taehyung dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Apa kita sebelumnya pernah kenal?"
"Ya, bahkan kau pernah menganggap ku sebagai orang yang spesial di dalam hidup mu."
"Tetapi orang yang spesial di dalam hidup ku hanya jeean, sepertinya kau salah orang."-ucap dilraba membuat Taehyung mulai meneteskan air matanya.
"Ya memang saat ini kau sedang kehilangan ingatan mu, seseorang yang kau ingat hanyalah jeean. Aku tak masalah, aku senang kau sudah pulih dari masa kritis mu."
"Tuan aku sangat lelah, bisakah kau keluar tolong panggilkan jeean, aku ingin di temani kekasih ku."-sontak Dilraba membuat Taehyung terdiam.
"Jeean? Apa kau sama sekali tidak mengingat ku? Kenapa kau terus menginginkan jeean berada di samping mu."
"Jeean adalah kekasih ku, aku ingin dia berada di samping ku, sedangkan kau, siapa sebenarnya kau, aku benar-benar tidak mengenal mu."-ucapnya Dilraba sampai terdengar di telinga vinie membuatnya langsung memasuki ruangan IGD.
"Taehyung ada apa ini?"
"Dilraba, apa kau benar-benar tidak mengenal pria yang berada di hadapan mu?"
"Aku tidak mengenalnya kak"
"Kau mengenali ku?"
"Ya"
"Taehyung sebaiknya biarkan Dilraba beristirahat dulu, kau tidak bisa memaksanya untuk mengingat mu, ia sedang kehilangan ingatan nya, kau harus sabar menghadapi kenyataan ini."
"Bagaimana aku bisa terima jika ia terus menginginkan pria itu di sampingnya."
"Sudah-sudah aku akan membantu mu, lebih baik kau tenangi dirimu dulu."
"Baiklah, vinie aku titip Dilraba."-ucapnya Taehyung lalu bergegas meninggalkan ruang IGD.
______________
Kediaman Taehyung.
__ADS_1
Taehyung berjalan memasuki kediamanya dengan kondisi yang terpuruk.
"Appa"-ucapnya tae'oh sambil menghampiri Taehyung.
"Ya nak, kenapa kau belum tidur"-ucapnya Taehyung sambil menggendong sang anak.
"Aku ingin tidur dengan eomma"-ucapnya tae'oh membuat Taehyung terdiam seketika.
"Eomma mu sedang ada pekerjaan, bagaimana kalau malam ini tae'oh tidur dengan appa."-ucapnya Taehyung hanya diangguki oleh sang anak. Mereka pun langsung bergegas menuju kamar.
______________
Pagi hari
Pukul 07.00
Taehyung tengah bersiap memakai jass nya untuk bergegas berangkat ke kantor, tiba-tiba sang anak datang menghampirinya.
"Appa, eomma meninggalkan ku, apa kau akan meninggalkan ku juga?"-gumam tae'oh membuat Taehyung menundukan tubuhnya menatap sang anak dengan prihatin.
"Tae'oh, siapa yang bilang eomma mu meninggalkan mu? Eomma mu hanya sedang ada urusan, setelah urusannya selesai ia akan menemani mu lagi."
"Ya aku mengerti"
"Tae'oh kenapa kau berbicara seperti itu, apa kau bosan di rumah? Baiklah kalau begitu appa akan mengajak mu ke kantor."
"Bibi Seon tolong gantikan pakaian tae'oh, saya akan mengajaknya ke kantor."-ucapnya Taehyung pada bibi Seon.
"Baik tuan."
______________
Perusahaan Kim group.
Ruang sekertaris
"Ya, siapa kau?"
"Apa yang kau lakukan terhadap Dilraba? Kau tau gara-gara kau ia kehilangan ingatanya"
"Wanita tidak punya sopan santun, kau memasuki ruangan ku tanpa mengetuknya. Menuduh ku yang tidak-tidak aku bisa mengusir mu dengan paksa jika kau tak mau keluar dari ruangan ku sekarang juga."
"Aku tak takut, kau pikir kau siapa? disini kau hanya sekertaris, kau tau sebelum kau menjadi sekertaris di sini aku sudah lebih dulu menempati posisi itu, jika aku menginginkan posisi ini lagi, aku bisa saja. Tetapi aku masih kasihan pada mu."
"Silahkan saja jika kau bisa. Pak direktur sudah di pihak ku saat ini."
"Wanita yang tidak tahu malu. Kau harus sadar posisi mu."
"Tamy sudah, kau tidak boleh menyalahkan yeonji, semuanya memang sudah takdir."-ucapnya Jimin
"Kau ikut membelanya sama seperti pak direktur? Kau mau aku mengalami hal yang sama seperti Dilraba?"
Tiba-tiba seseorang datang menghampiri keributan di ruang sekertaris.
"Ada apa ini? Pagi pagi sudah terjadi keributan di perusahaan ku."-ucapnya Taehyung.
"Pak direktur, wanita ini terus menyalahkan ku atas kejadian kecelakaan yang tertimpa istri mu."-gumam yeonji
"Pak direktur, aku hanya membela Dilraba teman ku, penderitaan yang selama ini ia rasakan itu sudah cukup membuat ia sedih, aku tak rela jika ia mengalami hal seperti ini lagi."
"Jadi wanita ini adalah kerabatnya istri pak direktur. Pantas saja sama sama wanita rendahan yang tidak punya etika."-batin yeonji
"Pak, kau tahu semuanya kesedihan itu, tetapi kenapa kau diam saja seperti ini. Wanita seperti dia harus disingkirkan dari perusahaan Kim group"
"Tamy, jika aku kehilangan karyawan yang bisa ku handalkan, apa kau akan bertanggung jawab jika suatu saat nanti perusahaan ku mengalami kebangkrutan?"-ucapnya Taehyung membuat Tamy dan Jimin terdiam.
"Perusahaan ini adalah milik ku, hanya aku yang berhak menentukan siapa yang pantas bekerja di perusahaan ku."
__ADS_1
"Kecelakaan yang telah menimpa istri ku itu memang sudah takdir yang harus aku terima. Kau tidak boleh menyalahkan yeonji. Ia hanya seseorang yang bekerja mencari nafkah untuknya atau keluarga di perusahaan Kim, bukankah sama seperti suami mu? kau juga pasti merasakan apa yang ia rasakan jika di pecat tanpa kesalahan bagaimana itu rasanya."-ucapnya Taehyung lalu meninggalkan ruangan tersebut menuju ruangannya.
"Aku tak menyangka ia bisa berbicara seperti itu."-batin Jimin
"Pak direktur sudah berubah, itu semua pasti gara-gara wanita ini, seperti apa yang telah dibicarakan Taeyeon."
"Tamy ayo kita kembali."-ucapnya jimin
"Ya baiklah."
______________
Perusahaan Kim
Ruang direktur.
Taehyung berjalan memasuki ruangannya, nampak Tae'oh yang sedang asik bermain mainannya.
"Tae'oh apa kau ingin makan?"
"Tidak, appa aku hanya akan memakan makanan yang di masak eomma ku"-ucapnya Tae'oh yang masih fokus bermain.
"Tae'oh, masakan apapun sama saja, appa akan menyuruh seseorang untuk membelikan makanan yang enak untuk mu."
"Appa, kau bisa memaksa eomma, tetapi kau tidak bisa memaksa ku."-ucapnya Tae'oh membuat pelayan yang sedang menunggunya menahan tawanya.
"Anak ini keras kepala sekali. Seperti cerminan diriku."
"Tolong belikan semua makanan enak yang tae'oh suka"-ucapnya Taehyung kepada pelayan.
"Baiklah tuan."
"Apa Dilraba sudah makan? Dilraba paling tidak suka makanan rumah sakit"-batin Taehyung
"Tunggu sebentar."-sontak Taehyung pada pelayan yang baru saja ingin Bergegas keluar membuka pintu.
"Ada yang bisa saya bantu lagi pak?"
"Tolong belikan juga makanan kesukaan nyonya muda."
"Baiklah."
_______________
Rumah sakit
Taehyung tengah berjalan menuju ruang inap Dilraba sambil membawa makan siang untuknya. Aku menitipkan tae'oh kepada karyawan ku sebentar karena aku mengkhawatirkan keadaanya. Aku berfikir hari hari ku menjadi lebih sulit, Bekerja dan mengurus anak. Aku merasakan ternyata Menjadi seorang istri bukanlah hal yang mudah, semua orang bisa bekerja tetapi semua orang juga belum tentu bisa mengurus anak.
Sesampai di depan ruang inap tersebut, Taehyung langsung membuka pintu lalu terkejut melihat sang istri yang sedang makan siang disuapi pria di sampingnya.
"Syukurlah jika ia sudah makan, aku harus lebih sabar menghadapi kondisi seperti ini"-batin Taehyung.
Taehyung pun langsung berjalan meninggalkan rumah sakit tersebut.
"Kasihan sekali Taehyung, ia harus menghadapi hal seperti ini"-ucapnya dr.heldi
"Dilraba aku yakin semua ini akan cepat berlalu dan kita akan bersama-sama lagi. Apa kau tahu tae'oh sangat merindukan dirimu. Kau tak perlu khawatir aku akan menjaga tae'oh untuk mu."-batin Taehyung sambil berjalan menuju mobilnya.
...
...
...To be continued....
...Bab selanjutnya akan aku update secepatnya....
...LIKE,Vote dan coment....
__ADS_1
...Thanks....