![My Perfect Wife [KTH]](https://asset.asean.biz.id/my-perfect-wife--kth-.webp)
Tiba-tiba taksi yang ditumpangi Dilraba ingin menabrak sebuah mobil besar di hadapannya.
"Pak ada apa?"-sontak Dilraba
"Nyonya sepertinya remnya tidak berfungsi"-ucapnya supir taksi dengan panik
"Apa? Pak cepat belokan setirnya"
Supir taksi pun membelokan setirnya, menabrak sebuah pohon besar yang berada di pinggir jalan. Kecelakaan tersebut pun berunjung maut.
"Taehyung mulai saat ini aku tidak akan pernah menggangu mu lagi"-ucapnya Dilraba terus menggema di telinga Taehyung.
"Sayang, jangan tinggalkan aku, ku mohon bertahan lah, jangan biarkan aku gagal melindungi mu lagi."
"Sayang jangan pergi"
"Pak direktur bangun lah, ponsel mu terus berdering"-sontak seorang pelayan membuat Taehyung langsung terbangun dari mimpi buruknya.
"Aku di mana? Di mana istriku?"-ucapnya Taehyung membuat pelayan bingung.
"Pak direktur sudah lama tertidur di ruangan, istrimu tidak ada di sini pak."
"Benarkah? Sudah berapa lama aku tertidur?"
"Sudah 2 jam, pak direktur ponsel mu juga terus berdering sejak tadi."
"Baiklah, terimakasih."-ucapnya Taehyung membuat pelayan langsung meninggalkan ruangan tersebut.
"Mimpi ku benar-benar seperti nyata, aku harus kembali untuk mengecek keadaan nya."-ucapnya Taehyung lalu bergegas memakai jass nya berjalan menuju pintu keluar.
______________
"Aku benci seseorang yang menghalangi ku. siapapun kau yang berani menghalangi tujuan ku, kau harus menerima akibatnya, jangan pernah salahkan aku, semua ini adalah kesalahan mu sendiri. Berani sekali mempermalukan ku di depan banyak orang."-ucapnya yeonji di dalam ruangannya.
_______________
Sesampai di kediamannya Taehyung pun langsung memarkirkan mobilnya dengan cepat ia langsung keluar dan berlari memasuki pintu masuk rumahnya.
"Dilraba kau di mana? Aku pulang"
"Tae'oh, kau di mana nak?"
Ketika memasuki kediamanya Taehyung tak henti berteriak memangil nama sang istri dan anak, tetapi Teriakan Taehyung tidak ada yang meresponnya, ia pun dengan cepat langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya. Sesampai di depan pintu kamar ia langsung membuka pintu kamarnya dengan agresif.
"Dilraba?"-sontaknya Taehyung terkejut melihat kamarnya yang kosong, tidak ada seorang pun di dalam, Dengan kondisi pintu kamar mandinya yang terbuka.
"Kemana ia? Mungkin saja ia sedang di kamar tae'oh"-ucapnya Taehyung lalu kembali bergegas menuju kamar sang anak. Sesampai di depan pintu kamar sang anak ia pun langsung membukanya tanpa mengetuk, membuat bibi Seon yang berada di dalam sedang meniduri tae'oh pun terkejut.
"Bibi Seon? Di mana Dilraba? Aku fikir ia sedang bersama tae'oh."
"Tuan apa tuan benar-benar tidak tahu keberadaan nyonya?"
"Bibi Seon apa maksud mu? jika aku tahu di mana istriku aku tidak mungkin bertanya pada mu."
Bibi Seon pun bertanya seperti itu memiliki maksud tertentu, ia takut hal kejadian yang dulu pernah terjadi terulang kembali, ketika Dilraba pergi meninggalkan Taehyung, ia benar-benar tidak terima, dan masih mengira sang istri berada di sampingnya."
"Bibi Seon kenapa kau diam saja?"
__ADS_1
"Tuan aku fikir kau sudah tahu mengenai kecelakaan nyonya, sewaktu ia kembali mengunjungi mu."-ucapnya bibi Seon membuat Taehyung terdiam dan terkejut.
"Kecelakaan? Mungkin kah mimpi ku semua itu kenyataan? Dilraba pergi meninggalkan ku untuk selamanya. Ini tidak mungkin terjadi."-batin Taehyung
"Bibi Seon, lalu di mana nyonya sekarang?"
"Sejak tadi nyonya di bawa ke rumah sakit pribadi keluarga Kim, sampai sekarang belum ada kabar apapun mengenainya."
"Baiklah, bibi Seon tolong jaga tae'oh."-ucapnya Taehyung langsung berlari menuju garasi mobilnya.
Taehyung masih tidak menyangka mimpinya itu bisa menjadi nyata seperti ini, "ya tuhan jika aku masih bermimpi tolong bangunkan aku dari mimpi buruk ku." Nyatanya semua tidak sesuai yang di pikirkannya, semua ini adalah kenyataan yang harus ia terima.
____________
Rumah sakit
Beberapa menit kemudian Taehyung sampai di rumah sakit pribadi keluarga kim. Ia pun langsung bergegas menuju ruang IGD. Sesampainya di ruang IGD ia terkejut melihat banyaknya keluarga yang menunggu kabar dari hasil pemeriksaan. Taehyung pun langsung bergegas menghampiri mereka.
"Eomma, Taeyeon, vinie"-ucapnya Taehyung tidak di aruhkan oleh mereka.
Lalu seketika Taehyung melihat seseorang yang ia anggap sebagai dalang dari semua ini sedang ikut menunggu hasil pemeriksaan dokter mengenai Dilraba, ia pun tidak terima dan langsung bergegas menghampiri dan memukulnya.
"Brengsek"-sontaknya Taehyung memukul jeean membuat jeean terkejut.
"Taehyung hentikan."-ucapnya nyonya kim
"Eomma kenapa membela pria ini, Dilraba seperti ini itu karenanya."
"Kakak kau memukul tuan jeean apa kau tidak tahu kejadian yang sebenarnya, yang patut di salahkan itu adalah kau, karena kau kakak ipar kecelakaan, jika ia tidak melihat mu bersama dengan wanita lain, ia tak mungkin menjadi seperti ini. Kau harus berterimakasih pada tuan jeean karenanya kakak ipar kemungkinan kecil masih bisa bertahan, kau seorang pria yang tidak bertanggung jawab, seharusnya kau mencontoh yang baik untuk ku."-ucapnya Taeyeon membuat Taehyung terdiam.
"Sudah hentikan, kau tidak boleh seperti itu pada kakak mu."-ucapnya Chanyeol menenangkan Taeyeon.
Taehyung hanya terdiam merasa bersalah dengan apa yang ia lakukan.
"Aku tak mengerti kenapa bisa menjadi seperti ini, sungguh semua nya di luar keinginan ku. Sayang ku mohon bertahan lah, bagaimana dengan aku dan tae'oh jika kau pergi meninggalkan kami. Kehidupan kami bergantung padamu, aku tak akan memaafkannya diriku sendiri, jika suatu hal buruk terjadi padamu."-batin Taehyung.
Setelah berjam-jam memeriksa keadaan dilraba, dr.heldi pun akhirnya keluar dari ruangan IGD.
Semuanya berharap heldi mengatakan kabar baik tentang kondisi Dilraba.
"Heldi bagaimana kondisi istriku?"
"Pasien selamat dari masa kritisnya. tetapi, pasien masih belum sadarkan diri, benturan di kepalanya sangat keras kemungkinan membuat pasien kehilangan ingatannya."-ucapnya dr.heldi membuat semua terkejut.
"Heldi apa aku boleh melihatnya."
"Sebaiknya biarkan pasien istirahat dulu, kehilangan ingatan bukan hal yang mudah di tangani, jika pasien tidak mengingat ia akan bertambah syok, sebaiknya tunggu ia sampai pulih dulu."
"Heldi aku harus mengecek keadaannya."
"Tidak bisa ini sudah prosedur rumah sakit."
"Eomma bukankah rumah sakit ini milik keluarga Kim, kenapa ia yang mengatur."
"Taehyung, sebaiknya kau turuti saja dr.heldi, jika beresiko besar siapa yang akan menanganinya, memangnya kau bisa."-ucapnya Nyonnya Kim membuat Taehyung terdiam.
"Ya Tuhan berat sekali rasanya mendengar jika dilraba benar-benar kehilangan ingatannya."-batin Taehyung.
______________
__ADS_1
Malam hari
pukul 19.00 KST
"Taehyung, eomma Taeyeon dan Chanyeol kembali dulu, jaga Dilraba, jika ada kabar apapun hubungi eomma."-ucapnya Nyonya Kim hanya diangguki oleh Taehyung.
"Nona Vinie kami pamit dulu."
"Ya baiklah, nyonya Kim."
Vinie, Taehyung dan jeean masih tetap menunggu Dilraba, kepulihan Dilraba adalah hal yang di nanti-nantikan oleh mereka. Karena mereka sangat khawatir sekali suatu hal buruk terjadi.
"Kenapa kau masih di sini?"-tanya Taehyung pada jeean.
"Memangnya kenapa?"
"Aku adalah suaminya, istriku tak perlu seseorang lagi untuk menjaganya."
"Aku baru mengetahui kau adalah suaminya, di mana kau sejak istrimu kecelakaan, bahkan berjam-jam di telpon pun kau sama sekali tidak meresponnya, disaat istrimu kesakitan, aku yang ada untuknya, apa kau masih tidak punya malu mengaku sebagai suami nya."
"Jangan salahkan aku jika tangan ini melambung lagi mengenai wajah jelek mu."
"Aku tidak takut, hari ini aku sangat senang karena aku menjadi orang yang berguna untuk Dilraba."
"Berhenti berbicara, atau kau akan tau akibatnya."
"Taehyung, jeean sudah hentikan! Jika kalian terus bertengkar seperti ini bagaimana Dilraba akan pulih."-ucapnya vinie membuat Taehyung dan jeean terdiam.
Tiba-tiba heldi kembali keluar dari ruangan IGD.
"Heldi bagaimana, apa istriku sudah sadar?"
"Kondisinya sangat mengkhawatirkan, pasien terus menyebut nama seseorang, entah lah kenapa ia terus memanggil nama itu."
"Heldi apa istri ku memanggil nama ku?"
"Kau tau aku adalah kakaknya, pasti Dilraba memanggilku."
"Bukan, pasien terus memanggil nama jeean dan ia terus meminta tolong pada jeean, semua ini benar-benar di luar ekspektasi ku."-ucapnya dr.heldi membuat semua terkejut.
"Baiklah, aku harus segera masuk."-ucapnya jeean langsung memasuki ruangan IGD
"Heldi bagaimana bisa ia memanggil orang lain, aku adalah suaminya."
"Sudah ku bilang, ini luar ekspektasi ku, aku berfikir mungkin saja pria yang bernama jeean adalah orang di masa lalunya."
"Ya memang benar, jeean adalah mantan kekasihnya Dilraba, wajar saja ia memanggilnya, sedangkan aku adalah kakak yang jahat untuknya di masa lalu."
"Apa yang ku bicarakan, semuanya adalah pelajaran pendewasaan, semua ini juga bukan keinginan mu menjadi seperti itu."-ucapnya Heldi."
"Dilraba benar-benar kehilangan ingatannya, ya tuhan dosa apa yang ku lakukan di masa lalu sampai aku mengalami kehidupan yang rumit seperti ini. Aku tahu ini bukanlah kesengajaan semua memberikan pelajaran untuk ku, aku harus lebih menghargai sesuatu."-batin Taehyung.
...To be continued....
...Untuk Bab selanjutnya akan aku update secepatnya....
...LIKE,VOTE dan COMENT...
...Thanks:)...
__ADS_1