My Perfect Wife [KTH]

My Perfect Wife [KTH]
Good friend.


__ADS_3


"Apa kesedihan yang sudah berlalu akan datang kembali? Aku percaya tuhan maha adil, tetapi aku juga tidak bisa menentang apa yang ia sudah tadirkan dan gariskan untuk ku"-batin dilraba menderaskan tangisannya.


Beberapa menit kemudian Taehyung pun sampai di kediamannya ia langsung bergegas memasuki pintu tanpa mengetuknya berjalan tergesa-gesa sambil melihat sekeliling ruang tamunya.


"Sayang aku pulang kau dimana?"-sontak Taehyung seketika ia menoleh ke samping terkejut tampak Dilraba yang sedang duduk menunggu nya dengan raut wajah yang datar. Taehyung pun langsung segera beranjak menghampirinya.


"Aku pulang terlambat karena menyelesaikan semua pekerjaan ku, aku tak ingin membawanya kembali ke rumah lagi, aku berfikir ketika aku di rumah aku harus memberikan waktu ku pada mu dan tae'oh"


"Baiklah, karena kau sudah pulang, aku akan kembali ke kamar."-ucap Dilraba lalu bergegas meninggalkan Taehyung.


"Apa Dilraba masih marah padaku, kapan aku bisa tertidur nyenyak di pelukannya jika terus seperti ini. Sebaiknya aku mencoba saran dari yeonji, mungkin saja bisa membantu."-batin Taehyung lalu menyusul jalan Dilraba menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"Sayang tunggu aku!"


Beberapa menit kemudian.


"Kenapa ia tidak menjelaskan apapun padaku, menyebalkan."-batin Dilraba sambil menatap langit-langit kamarnya.


Di sisi lain Taehyung sedang membasuh tubuhnya di dalam kamar mandi kamarnya. setelah selesai ia langsung keluar dengan mengenakan baju handuknya, suara hentakan Taehyung membuat Dilraba terkejut menoleh nya dan langsung membalikkan badannya membelakangi Taehyung.


"Sayang, di mana kau taruh piyama ku?"-ucap Taehyung membuat Dilraba yang masih membelakangi nya itu terkejut membulatkan kedua matanya.


"Apa dia tidak menyadari jika aku sedang marah padanya, kenapa disituasi seperti ini ia menanyai piayama nya pada ku, bukankah ia tahu di mana aku menaruhnya. Sepertinya ia sengaja."-batin Dilraba


"Sayang aku tahu kau belum tidur, apa kau akan membiarkan aku tidur dengan mengenakan baju handuk saja? Jika kau tidak keberatan aku tidak masalah."


"Dia benar-benar menyebalkan sekali."-batin Dilraba kesal.


"Kau sudah tahu tetapi kau bertanya lagi, apa kau hilang ingatan setelah berkencan dengan sekertaris mu?"-ucap Dilraba membuat Taehyung terkejut dan ikut membulat kan kedua matanya.


"Apa ia marah karena cemburu dengan yeonji? itu berarti Dilraba juga mencintai ku,"-batin Taehyung tersenyum


"sepertinya aku harus mencoba satu persatu saran yang di berikan yeonji agar aku bisa mengetahui segalanya dan ia bisa menjaga jarak dengan mantan kekasihnya."


"Baiklah, kau lanjutkan tidur mu, aku akan mencarinya sendiri. Selamat malam sayang, semoga kau mimpi indah."-ucap Taehyung lalu bergegas mencari piyama nya.


"Menyebalkan, bahkan ia sudah tidak perduli lagi padaku. Dia terus membiarkan aku marah padanya, apa ia sengaja agar aku tidak menggangu nya ketika ia bersama dengan sekertaris nya itu."-batin Dilraba kesal.


\*\*\*\*\*\*\*\*


Pukul 07.00 KST


Keesokan harinya Taehyung berjalan menuruni anak tangga dengan perlahan melihat sang istri yang tengah sibuk memasak ia hanya tersenyum.


"bagaimana bisa aku sanggup mengabaikan istriku yang sangat menggoda seperti ini ketika melakukan apapun."-batin Taehyung lalu menghampiri sang anak yang tengah sibuk bermain.


"Tae'oh kau sedang bermain apa nak?"


"Mobil remote"


"Sepertinya mainan ini appa baru melihatnya."


"Bibi vinie yang memberikan nya untuk ku."


"Patas saja apa baru melihatnya, tae'oh apa senang kau sudah belajar menghargai pemberian orang lain. Jangan di rusak mainannya karena pemberian orang lain sangat berharga"-ucap Taehyung


"Ya baiklah appa"


Dilraba yang tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka hanya melirik.


"Mengajari anak untuk menghargai sesuatu tetapi ia sendiri tidak bisa menghargai istrinya sedikit."-batin Dilraba kesal.

__ADS_1


"Dilraba aku akan berangkat ke kantor"


"Kau tidak sarapan?"


"Tidak aku akan Sarapan di kantor, waktu ku tidak banyak lagi. Aku akan menghadiri rapat penting pagi ini."


"Baiklah, terserah kau saja."


"Tae'oh appa berangkat dulu, jaga eomma mu, jika ada apa-apa hubungi appa."


"Baik appa."


"Bibi Seon aku titip mereka."


"Baik tuan."


Taehyung pun langsung bergegas keluar menuju garasi mobilnya.


"Kenapa aku merasa sedih ketika ia pergi meninggalkan rumah walau hanya sebentar. Apa karena hubungan ku dengannya sedang memburuk akhir-akhir ini."-batin Dilraba


"Aku harus mencari tahu, tak akan ku biarkan seseorang menghancurkan kehidupan ku lagi, seseorang yang lemah akan tetap terus tertindas. Ka vinie benar aku juga tidak boleh terlalu diam dan membiarkan suatu hal buruk terjadi."-batin Dilraba.


___________


Restoran


Pukul 10.00 KST


Vinie berjalan memasuki sebuah restoran mewah dengan mata yang tengah sibuk mencari ponselnya berjalan dengan tergesa-gesa hingga bertabrakan dengan seseorang.


"Ahh"


"Maaf aku tidak sengaja"-sontak vinie sambil menoleh seseorang yang tengah ia tabrak dengan kencang sampai terjatuh"


"Kau, bukankah kau Cherry?"


"Vinie"-batin Cherry lalu mencoba ingin melarikan diri seketika tangannya reflek di genggam kencang oleh vinie


"Kau mau kemana?"


"Vinie tolong lepaskan aku, aku sudah tidak menggangu kehidupan kalian lagi."-ucap Cherry


"Kau tak perlu takut, aku tak akan melakukan apapun padamu."


Tiba-tiba seseorang berlari datang menghampiri mereka.


"Eomma, kenapa kau ke toilet lama sekali, Cici takut di sini sangat ramai."-ucap Cici membuat vinie terkejut karena ia memanggil Cherry dengan sebutan eomma, vinie berfikir kenapa ia tidak pernah mendengar kabar tentang Cherry jika ia sudah menikah.


"Cherry bisakah kita mengobrol sebentar."


"Kau tenang saja, aku tak akan melakukan apapun."


"Baiklah."


Mereka pun berjalan menghampiri seseorang yang tengah menunggu nya diikuti oleh Cherry dan cici


"Akhirnya kau datang."-sontak heldi


"Apa yang terjadi kenapa vinie bersama dengan Cherry dan seorang anak kecil, bukankah kita akan berkencan."-batin heldi


"Heldi maaf aku tidak sengaja bertemu dengan Cherry kebetulan sekali ada yang ingin aku bicarakan dengannya, jadi aku mengajaknya ke menghampiri mu."


"Baiklah, tak apa."

__ADS_1


"Hallo cantik siapa nama mu?"


"Nama ku Cici, paman"


"Nama yang lucu."


"Apa kau ingin memakan es krim dan bermain di sana bersama paman sebentar?"


"Mau paman."


"Baiklah ayo kita pergi mengambil es krim."-ucap heldi lalu menuntun Cici.


"Aku tak menyangka heldi bisa semanis itu dengan anak kecil. Ternyata benar orang baik akan dipertemukan dengan seseorang yang baik juga, selama ini aku tidak pernah memiliki hati yang tenang dan damai seperti saat ini, hanya ada rasa iri dan dengki di hatiku sehingga mengundang hal negatif, semua ini menjadi pelajaran berharga untukku."-batin vinie


"Vin?"-sontak Cherry membuat vinie terkejut.


"Ah, ya Cherr!"


"Apa yang ingin dibicarakan?"


"Bagaimana kabar mu belakang ini?"


"Sangat baik, aku dan anak ku hidup dengan tenang, tanpa ada yang mengusik kami, kehidupan ku sekarang jauh lebih baik, bagaimana dengan mu?"


"Aku senang mendengarnya, juga sangat baik"


"Syukurlah, lalu Bagaimana dengan Dilraba dan Taehyung?"


"Mereka juga baik, bahkan mereka sudah di karunia seorang putra yang tampan dan juga pintar."


"Aku senang mendengarnya."


"Oh iya, jadi siapa suami mu? Kenapa kalian makan hanya berdua di restoran ini."


"Aku hanya tinggal berdua dengan anak ku, appa dari anak ku masih di dalam tahanan. Bahkan sampai detik ini pun mereka belum bertemu. Aku tak punya keberanian untuk mempertemukan mereka berdua."-ucap Cherry membuat vinie terkejut


"Pantas saja Cici terlihat sangat bahagia sekali ketika heldi mengajaknya."-batin vinie


"Cherry maafkan aku, aku sungguh tidak tahu kejadian yang sebenarnya."


"Tak apa, aku yang ingin bercerita, masalah ini belum ada yang tahu, aku hanya sedang menunggu seseorang yang tepat untuk membantu ku menenangkan pikiran ku."


"Aku sangat mengerti sekali bagaimana perasaan mu, Cherry kau sudah memiliki putri yang sangat cantik dan pintar seperti Cici, tanpa sadar tuhan sudah memberikan mu kebahagiaan karena kau telah memiliki hati yang baik."


"Ya aku memang sangat bahagia bersama putri ku, ketika aku mengingat kejadian itu, putriku selalu membuat ku tersenyum dan melupakannya, aku sangat bersyukur Tuhan masih memberiku kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi."


"Kau tak perlu bersedih lagi, jika kau ada masalah kau harus menceritakannya padaku, jangan memendamnya sendiri lagi, kita adalah teman baik sekarang, aku tak mau melihat teman ku bersedih seperti ini."


"Vinie terimakasih, aku senang bisa berteman baik dengan mu. Aku sangat malu dengan diriku sendiri, dan dengan apa yang appa ku perbuat sampai kehidupan mu dan keluarga mu menjadi hancur."


"Kau tidak boleh menyesali yang sudah terjadi, aku sudah memaafkan dan melupakannya, justru aku berterimakasih padamu, tanpa mu aku tidak akan menjadi lebih baik seperti saat ini."


"Memang terkadang tuhan memberikan sesuatu seperti teka-teki, tetapi di situlah kita harus mengerti makna dari sesungguhnya. apa yang kita alami saat ini mungkin akan mendatangkan kebaikan dan pelajaran berharga di kemudian hari."


...


...


...To be continued....


...Bab selanjutnya akan aku update secepatnya....


...LIKE,VOTE DAN COMENT...

__ADS_1


...Thanks:)...


__ADS_2