My Perfect Wife [KTH]

My Perfect Wife [KTH]
perjuangan istri


__ADS_3


"Nyonya tolong anda tanda tangan disini "-ucap seorang perawat memberikan dilraba selembar berkas


Seketika dilraba terjatuh pingsan membuat semua menjadi panik dengan kondisinya.


"Dilraba"-triak Tamy dan vinie panik


"Panggil dokter"-ucap Tamy kepada Jimin


______________


Kediaman keluarga kim


"Taeyeon apa kakak ipar mu tidak jadi berkunjung?"


"Tidak tau eomma, tidak ada kabar apapun dari nya"


Tiba-tiba ponsel nyonya Kim berdering panggilan masuk dari seseorang, ia pun segera mengangkat nya


#Drrrtttttttt


"Hallo"


"Selamat malam nyonya, saya dari pihak rumah sakit ingin memberitahu bahwa tuan Kim dan nyonya muda berada di rumah sakit"


"Apa yang sudah terjadi? Baik saya akan segera kesana, terimakasih"-ucap nyonya Kim Langsung mengakhiri panggilan


"Ada apa eomma?"


"Kakak mu dan kakak ipar mu berada di rumah sakit, taeyeon kita harus segera kesana, kau hubungi appa mu ya beritahu untuk menyusul ke rumah sakit"


Nyonya Kim dan Taeyeon pun bergegas menuju rumah sakit dengan tergesa-gesa dan penuh perasaan khawatir.


_______________


Rumah sakit


Ruang IGD


"Dilraba kau sudah sadar?"-tamy


"Tamy bagaimana keadaannya?"


"Dilraba kau juga harus memikirkan kondisi mu, kau sedang hamil tidak baik untuk kesehatan bayi yang ada di dalam kandungan mu"


Seketika nyonya Kim dan Taeyeon datang memasuki ruang IGD


"Dilraba apa yang terjadi?"-ucap nyonya Kim menghampiri dilraba


"Eomma"-ucap dilraba memeluk nyonya kim


"Apa yang sudah terjadi nak, kenapa kau dan taehyung bisa berada di rumah sakit?"


"Eomma, Maafkan dilraba, karena menyelamatkan ku Taehyung menjadi terluka"


"Lalu dimana Taehyung berada"


"Dia sedang berada di ruang operasi"

__ADS_1


"Apa? Ya tuhan bagaimana bisa seperti ini. ya sudah nak, kau tak perlu menyalakan dirimu sendiri, kita berdoa saja semoga operasi nya berjalan lancar"


Mendengar tentang kecelakaan yang di alami kakaknya taeyeon langsung berlari keluar ruang IGD menuju ruang operasi


"Kakak, semoga kau baik-baik saja, Taeyeon berjanji tidak akan mengusilkan mu lagi ketika kau sadar kembali nanti, berjanjilah kak untuk tetap terus berjuang menjalani kehidupan mu"-ucap suara hati Taeyeon lalu menangis terisak di depan pintu ruang operasi


Tiba-tiba seseorang datang mengahampiri Taeyeon dari arah belakangnya.


"Kakak mu orang yang hebat, dia tidak akan menyerah begitu saja hanya karena tertembak"-ucap Chanyeol membuat taeyeon terkejut dan langsung menoleh


"Kau? Kenapa kau bisa berada di sini dan apa kau mengenal Kakak ku"


"Kakak mu adalah teman kuliah ku dulu, aku sangat tau sekali dia orang yang seperti apa, semenjak kuliah aku selalu iri padanya, karena apapun dia miliki, kepintaran, kesuksesan, bahkan banyak pujian dari wanita sewaktu di kuliah"-ucap Chanyeol membuat taeyeon terhenti dari tangisnya


"jika kau teman kuliah kakak ku, seharusnya kau sudah lulus bersamanya, lalu untuk apa kau sering sekali mengunjungi unniversitas ku, apa kau kuliah lagi?"


"Tidak, aku kesana hanya melepas rindu ku kepada adik ku"


"Siapa adik mu? Beritahu aku mungkin aku mengenalinya"


"Adik ku sudah meninggal"-ucap Chanyeol membuat taeyeon terkejut


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud"


"Tidak apa-apa memang kenyataannya begitu. Sepertinya aku lihat kau sangat menyayangi kakak mu?"


"Tentu saja"


"Kau harus terus menyemangati nya, dan jangan pernah berhenti berdoa, akan sangat berat kehilangan sesuatu yang sangat berharga, yang terpenting kau harus yakin kepada Tuhan bahwa kakak mu akan baik-baik saja"-ucap Chanyeol, mereka pun saling menatap tersenyum


Tuan kim yang sejak tadi di belakangnya mendengar dan melihat taeyeon bersama dengan Chanyeol tersenyum seketika, ia terkejut melihat putrinya yang sangat cuek itu tibatiba tersenyum dengan seorang pria


______________


"Dokter heldi, Kenapa sudah berbulan bulan ia belum sadarkan diri juga, apa kemungkinan hal buruk akan terjadi jika ia terus seperti ini"-ucap dilraba


"Kemungkinan hal buruk akan terjadi, nyonya kita berdoa saja"


"Baiklah nyonya saya permisi dulu, ingin memeriksa pasien lainnya"-ucap heldi meninggalkan dilraba


"Taehyung ku mohon bangun lah, jika kau terus seperti ini bagaimana kau akan melindungi aku dan anak kita selamanya? Bukankah kau sudah berjanji? Aku percaya kau adalah orang yang selalu menepati janji mu, aku ingin kita berkumpul kembali memperbaiki semuanya bersama-sama, aku tidak akan membiarkan mu berjuang sendirian lagi"-ucap dilraba sambil menggenggam tangan Taehyung menangis


Seketika dilraba mengalami kontraksi membuat perut nya sakit, "ahhkk perut ku sakit sekali"-sontak dilraba tiba-tiba vinie dan Taeyeon dengan sigap masuk ke dalam ruangan HCU


"Dilraba kau kenapa? Apa sudah waktunya bayi mu lahir?"-ucap vinie


"Kak tunggulah sebentar"-ucap Taeyeon berlari keluar ruang HCU tergesa-gesa untuk memanggil dokter


_____________


Ruang persalinan


"Ya tuhan sakit sekali aku benar-benar tidak sanggup"


"Dilraba kau harus bertahan demi suami dan anak mu"-ucap vinie


"Kakak tetapi aku sudah tidak kuat"


Sudah pembukaan 7 Diraba masih berusaha keras menahan rasa sakitnya di ruang persalinan.

__ADS_1


"Kakak aku benar-benar tidak sanggup, jika terjadi apapun pada ku, tolong jaga anak ku, aku benar-benar sudah lelah sekali"


"Tidak dilraba, kau tidak boleh menyerah"


"Taehyung aku benar-benar sudah tidak sanggup, perjuangan seorang eomma benar-benar sangat berat sekali, aku baru merasakanya, aku membutuhkan mu, aku tidak kuat berjuang sendirian"-ucap suara hati dilraba


Beberapa menit kemudian


Seketika Tayeon datang memasuki ruangan persalinan bersama Taehyung yang sedang duduk di kursi roda nya, melihat dilraba merintih kesakitan Taehyung dengan reflek berlari menghampiri dilraba


"Kakak kau baru saja pulih, bagaimana bisa kau langsung berlari seperti itu"-ucap tayeon


"Sayang bertahan lah untuk tetap terus berjuang, aku bisa melakukan nya untuk mu, bisakah kau juga melakukan nya untuk ku dan anak kita?"-ucap Taehyung menggenggam erat tangan dilraba


"Apa aku sedang bermimpi, kau sudah sadar?"


"Kau tidak bermimpi sayang, mari kita berjuang bersama"


Dilraba kembali merintih kesakitan


"Ahkk sakit sekali"


"Dokter bagaimana ini, istri saya kesakitan kenapa kalian diam saja, cepat lakukan pemeriksaan, mau saya pecat kalian semua"


"Sabar tuan, pembukaan 10 baru di mulai, mari nyonya kita mulai persalinan nya"


"Nyonya maaf anda silahkan keluar dulu, melakukan persalinan tidak boleh banyak orang di dalam nya"-ucap perawatan kepada vinie dan Tayeon


"Taehyung sakit sekali"-rintih dilraba


"Sayang bertahan lah"


"Terus nyonya, sedikit lagi, bayinya sudah terlihat"


"Ahhkkkk sakit sekali"


"Nyonya ayo terus dorong"


"Hmm Taehyung sakit sekali"-ucap dilraba menggenggam erat tangan Taehyung


"Dokter istri saya kesakitan"-ucap Taehyung panik


"Sabar tuan, memang seperti ini melahirkan"-ucap suster


"Sakit, ahkkkkk"-rintih dilraba


Beberapa menit kemudian suara tangisan bayi terdengar membuat Taehyung dan dilraba terkejut


"Selamat tuan dan nyonya bayinya sudah lahir jenis kelaminnya laki-laki, sangat tampan"


"Benerkah? Sayang terimakasih"-ucap Taehyung mencium kening dilraba


"Dokter saya ingin melihatnya"-ucap dilraba


"Baiklah nyonya"-ucap dokter memberi Taehyung menggendong baby boy nya


"Sayang dia sangat mirip sekali dengan ku, seperti versi ku kecil"-ucap Taehyung membuat dilraba tersenyum bahagia


To be continued.

__ADS_1


Lanjut ga nih? LIKE, VOTE dan COMENT dulu ya. Please hargai author sedikit!


Thanks:)


__ADS_2