My Perfect Wife [KTH]

My Perfect Wife [KTH]
tertunda?


__ADS_3

Usai Taehyung berangkat dilraba pun kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang tidurnya.


"Badan ku tidak enak sekali"-ucapnya sambil mulai membaringkan tubuhnya


Tiba-tiba seseorang datang mengetuk pintu kamar dilraba


#Toktoktok


"Permisi nyonya, ada tamu di luar"


"Ya baiklah tunggu sebentar bi"-sontak dilraba dari dalam kamarnya


Beberapa menit kemudian dilraba pun keluar dari kamarnya menuruni anak tangga dengan perlahan


"Siapa bi?"


"Seorang wanita muda nyonya"


"Oh baiklah, tolong buatkan minum ya"


"Baik nyonya"


Dilraba berjalan menuju ruang tamunya nampak seorang wanita berambut panjang yang sedang duduk membelakangi nya


"Kak vinie"-sontak dilraba mengenali postur tubuh dan rambut sang kakak


"Dilraba"-ucapnya vinie sambil menoleh dan reflek memeluk sang adik


"Apa kabar dil?"


"Aku baik-baik saja kak, bagaimana dengan mu?"


"Syukurlah, aku juga baik baik saja"-ucap vinie merenggangkan pelukannya


"Aku senang kak mendengarnya bahwa kau sudah berhasil membangun kembali perusahaan appa"


"Bukan hanya aku, berkat kau dan taehyung juga, tanpa kalian aku tidak akan pernah bisa melewati ini semua"


"Oh dilraba aku hampir lupa, aku membawa sesuatu untuk tae'oh, apa dia ada?"


"Ka maaf merepotkan mu, ia sedang pergi bersama Taehyung"


"Tidak merepotkan, aku ini kan bibinya, baiklah aku titip saja padamu"


"Baiklah, kak aku akan mengantar mu ke kamar, kau pasti sangat lelah, kau istirahat saja dulu"


"Aku memang benar-benar sangat lelah, baiklah dil"


Dilraba mengantarkan vinie menuju kamar tamu, diperjalanan menuju kamar tiba-tiba dilraba kembali mengalami sakit di bagian perutnya


"Ahhhhhh, sakit sekali"


"Dil kau kenapa?apa kau sedang sakit?"


"Aku tidak apa-apa kak hanya saja perut ku sedang tidak enak sejak semalam"


"Apa kau ingin aku mengantarkan mu ke rumah sakit?"


"Tidak perlu kak"


"Ya sudah, aku akan mengantar mu ke kamar"-sontak vinie menuntun dilraba menuju kamarnya


"Istirahat lah"


"Kak maaf menyusahkan mu"


"Kau ini seperti sama orang lain saja. Baiklah kau tunggu di sini aku akan pergi meminta tolong bibi untuk menelpon dokter"


"Kak aku benar-benar tidak apa-apa"


"Sudahlah, kau tunggu di sini ya"-ucap vinie sambil bergegas meninggalkan dilraba


______________


Perusahaan Kim Group


Di kantor taehyung tengah fokus mengerjakan pekerjaan kantornya, sedangkan tae'oh tengah asik bermain mobil-mobilan barunya di temani oleh Jimin.


"Hei tae'oh kau ketika besar nanti ingin menjadi apa?"-tanya Jimin


"Menjadi seperti appa ku"-sontak tae'oh yang masih tengah asik bermain

__ADS_1


"Tae'oh appa kau tidak tau appa mu adalah CEO yang sangat dingin dan kejam, kau yakin ingin menjadi sepertinya"-ucap Jimin membuat Taehyung yang tengah fokus bekerja meliriknya.


"Jimin jangan menghasut anak ku"


"Aku hanya bertanya padanya"


"Appa ku baik dan tampan paman, dia tidak seperti mu"-ucap tae'oh membuat Jimin terkejut


"ternyata benar buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya"-sontak Jimin pelan


Tiba-tiba ponsel Taehyung berdering menandakan notifikasi panggilan masuk, ia pun segera mengangkat nya


"*Hallo?"


"Ya hallo ada apa vin? Masalah Perusahaan imperal lagi?"


"Tidak bukan, aku menghubungi mu ingin memberitahu bahwa dilraba sakit"


"Bagaimana bisa? apa kau sedang bersamanya?"


"Aku di rumah mu, saat ini ia sedang di tangani dokter heldi"


"Baiklah aku akan segera kembali"-ucap Taehyung mengakhiri panggilan.


"Hei ada apa?"


"Istriku sakit, Jimin bawa tae'oh, kau ikut aku kembali ke rumah"


"Ya baiklah"


______________


Kediaman Taehyung


"Dokter heldi bagaimana keadaan adikku?"


"Sedikit prihatin, sakit di bagian perutnya cukup serius, lebih baik nyonya di bawa ke rumah sakit aja agar dapat penanganan yang lebih lengkap"


"Tidak perlu ka, aku hanya sakit biasa saja ko"


Sesampai di dirumah taehyung langsung berlari memasuki kamarnya


"Paman itu karena appa ku sangat menyayangi eomma ku"-ucap tae'oh membuat Jimin terdiam


"Aku merasa anak ini hanya tubuhnya saja yang kecil tetapi pikiran tidak"-batin Jimin


Sesampai di depan kamar Taehyung langsung memasukinya membuka pintu membuat semua terkejut


"Sayang kau sakit apa?"-ucap Taehyung menghampiri dilraba


"Aku tidak apa-apa hanya kecapean saja, benarkan dokter heldi?"


"Heldi apa benar istriku hanya kecapean saja?"


"Iya benar"


"Syukurlah, sayang maafkan aku karena aku kau menjadi kelelahan seperti ini"


"Ini bukan salah mu, bukankah kau pergi bersama tae'oh di mana ia sekarang?"


"Tae'oh sedang bersama Jimin sayang, kau tak perlu khawatir"


"Baiklah, nyonya ini resepnya jangan sampai telat di minum ya, semoga lekas sembuh"


"Terimakasih dokter heldi"


"Ya sama-sama, kalau begitu saya permisi"


"Mari saya antar"-ucap vinie


"Terimakasih Nona"-ucap heldi meninggalkan dilraba dan taehyung diikuti oleh vinie


"Nona apa kau kakaknya nyonya muda Kim?"


"Ya benar"


"Nona sebaiknya nyonya dipastikan jangan sampai telat meminum obatnya aku khawatir kesehatan nya memburuk"


"Baiklah dokter heldi, terimakasih"


"Ya baiklah nona aku permisi"

__ADS_1


"Ya, hati hati"


_____________


"Taehyung apa kau tidak kecewa karena kenyataannya aku tidak sedang hamil?"


"Kenapa kau berbicara seperti itu, aku tak pernah berfikir seperti itu, aku sangat menghawatirkan mu"


"Sudah jangan di pikirkan masih banyak waktu sayang, kau istirahat lah, aku tak ingin kau memikirkan hal apapun"


"Baiklah"


______________


Pagi hari


Pukul 06.30


Dilraba tengah sibuk memasak dan menyiapkan pakaian kantor Taehyung, entah kenapa setelah minum obat tubuhnya kembali lebih segar. sedangkan Taehyung ia masih tertidur pulas bersama tae'oh karena semalam tae'oh benar-benar tidak ingin tidur jika tidak ditemani oleh eomma dan appanya, membuat Taehyung harus bergadang demi tidak ingin menggangu sang istri tidur, tetapi tangisan tae'oh membuat dilraba tidak bisa tertidur nyenyak dan pada akhirnya mereka pun tidur bersama.


"Sayang bukankah kau masih sakit, kenapa jam segini sudah sibuk mengurus rumah"


"Aku sudah tidak apa-apa, jika bukan aku siapa yang akan mengurus anak dan suami ku? Aku tak mungkin membiarkan orang lain melakukan nya"


"Sayang maaf aku selalu merepotkan mu"


"Tidak, sudah cepat mandi apa kau tidak ingin pergi ke kantor"-ucap dilraba lalu bergegas meninggalkan Taehyung


"Tunggu sayang"-sontak Taehyung menarik tangan dilraba membuatnya terduduk di bibir kasur


"Apa lagi?"


"Apa kau tidak mau memberikan ku sedikit ciuman selamat pagi agar aku bersemangat!"-ucapnya Taehyung sambil mengelus pipi dilraba membuat nya terdiam menatap Taehyung


"Apa kau menginginkan nya?"


"Tentu saja, cepatlah berikan"


Dilraba pun mulai mendekatkan wajah nya hampir mengenai bibir tampan sang suami, seketika tae'oh pun terbangun dan mengagetkan mereka, Taehyung dan dilraba pun terkejut menoleh ke arah tae'oh yang sedang menatapnya bingung



"Eomma, appa aku lapar"-ucapnya tae'oh


"Oh astaga kau lapar ya sayang"


"Ya eomma"


"Kalau begitu kita sarapan ya"-ucap dilraba langsung menggendong tae'oh berdiri bergegas meninggalkan Taehyung


"sayang kenapa tidak jadi? Aku sudah menantikannya"


"Taehyung tunda saja dulu, cepat sana mandi"-triak dilraba


"Bagaimana bisa hal seperti ini di tunda, ah menyebalkan sekali"-sontak Taehyung langsung bergegas memasuki kamar mandinya.


_____________


Perusahaan Kim Group


Taehyung memasuki kantor dengan perlahan seperti biasanya semua staf karyawan menyapanya dengan ramah.


"Pagi pak direktur"


"Pagi"


Seketika ponsel Taehyung berdering menandakan panggilan masuk dari seseorang ia pun segera mengambil ponselnya, seketika tak sengaja di depan pintu lift ia bertabrakan dengan seorang wanita cantik yang tak ia kenal di kantor nya


"Ah maaf aku tidak sengaja"


"Ya tidak apa-apa"-ucap Taehyung bergegas menaiki lift menuju ruangannya


"Siapa pria itu, tampan sekali"-batin wanita tersebut sambil berjalan pelan keluar lift menuju resepsionis.


**to be continued.


masih ada yang baca kah? Like,vote dan Coment ya;)


guys mampir yuk ke novel baru ku Love shoot siapa tau Suka :D


thanks**.

__ADS_1


__ADS_2