![My Perfect Wife [KTH]](https://asset.asean.biz.id/my-perfect-wife--kth-.webp)
"ya baiklah, aku tidak akan memaksa mu"
Mereka terus bertengkar kecil hingga membuat pelayan tersenyum melihat keharmonisan rumah tangga pemilik mall tersebut.
"Sepertinya mereka sangat bahagia sekali"-batin pelayan
"Sudah jangan membuat ku malu kau terus berbicara seperti itu, aku lelah ayo kita kembali"-bisik dilraba
"Baiklah sayang"
"Tolong bungkus semua pakaian yang terbaru di sini untuk tae'oh dan antarkan ke rumah"-printah Taehyung kepada pelayan
"Baik tuan"
"Tae'oh ayo kita kembali"-ucap Taehyung menuntun tae'oh berjalan menuju loby mall di dampingi dilraba di sampingnya
Tiba-tiba mereka dihampiri oleh seorang anak perempuan yang tidak beda jauh usianya dengan tae'oh dan ia pun menangis membuat dilraba dan taehyung terkejut
"Yaampun, nak kenapa kau menangis"-sontak dilraba terkejut
"Sayang kau mengenalnya?"-tanya Taehyung terkejut
"Aku tidak mengenalnya, sepertinya dia kehilangan orang tuanya"
"Nak jangan menangis, beritahu bibi Kau ke sini dengan siapa?"
"Eomma"-ucapnya sambil menangis
"Kau kehilangan eomma mu?"-tanya dilraba
"Tidak"-ucapnya membuat Taehyung dan dilraba terkejut
"Lalu, kenapa kau menangis, nak kau tidak boleh berjauhan dengan eomma mu di tempat umum seperti ini, kau masih sangat kecil"
"Boleh bibi tau siapa namamu?"
"cici"-ucapnya masih sambil menangis
Tiba-tiba tae'oh pun memberikan lolipop yang ia genggam kepada Cici
"Angan sedih ini unt-uk mu"-ucap ta'oh membuat anak itu pun terdiam dari tangisnya mengambil lolipop yang tae'oh berikan. Disisi lain dilraba dan taehyung saling menatap tersenyum melihat tingkah lucu dan pintar anaknya
Tiba-tiba seseorang wanita datang menghampiri mereka berlari tergesa-gesa membuat Taehyung dan dilraba terkejut karena Taehyung dan dilraba mengenal sosok wanita Tersebut
"Cici sudah eomma bilang kau tidak boleh melakukan apapun sesuka mu, kenapa masih tidak mengerti juga, apa yang kau makan kau tidak boleh makan sembarang"
"Cherry"-sontak dilraba membuat Cherry terkejut lalu beralih pandangan menatap dilraba
"Kalian"-sontak Cherry terkejut
"Cherry"-sontak Taehyung
"Cici ayo kita pulang"-ucap Cherry langsung menggendong Cherry bergegas meninggalkan mereka
"Cherry tunggu"-triak dilraba
"Sayang sudah"-sontak Taehyung menahan dilraba yang ingin mengejar Cherry
"Lebih baik kita kembali saja, kau dan tae'oh sudah lelah kan"
"Baiklah"
__ADS_1
Mereka pun kembali kekediaman mereka.
*******
Malam Hari
Pukul 23.00
Usai dari ruangan kerja Taehyung berjalan memasuki kamarnya lalu terkejut seketika melihat dilraba yang masih memainkan ponselnya
"Sayang"-sontak Taehyung menghampirinya
"Kau belum tidur?"-tanya Taehyung
"Belum"-ucap dilraba sambil membalikkan badannya membelakangi Taehyung
"Sejak dari tadi pulang dari mall sikapnya aneh sekali"-batin Taehyung
Taehyung pun menaiki ranjang tidurnya menarik selimut lalu memeluk dilraba yang sedang membelakanginya.
"Sayang, apa aku punya salah? Jika aku punya salah kita selesaikan baik-baik"-ucap Taehyung kepada dilraba yang tidak meresponnya
"Sayang, jangan buat aku menjadi tidak tenang seperti ini dengan perubahan sikap mu"-ucap Taehyung yang masih memeluk dilraba
Seketika dilraba pun membalikkan badannya menghadap Taehyung dan mereka pun saling bertatapan
"Sayang katakan apa kesalahan ku?"
"Taehyung kau masih ingat waktu aku pergi meninggalkan mu 2 tahun yang lalu karena apa?"-ucap dilraba membuat Taehyung terkejut
"Sayang aku tidak melupakanya tetapi aku tidak ingin mengingatnya lagi"
"Sayang sebenarnya ada apa, kenapa kau membahas masalah yang sudah berlalu?"
"Taehyung jika kau tak ingin aku pergi meninggalkan mu, beri aku alasan kenapa kau membiarkan Cherry membesarkan anak mu sendiri, bahkan aku tak pernah mendengarnya kau menengoknya sedikit pun sampai anaknya sebesar itu, kau pernah bilang bahwa Cherry sudah kehilangan anaknya, Taehyung kau sudah membohongi ku?"-ucap dilraba, lalu seketika air mata pun menetes membasahi pipi mungilnya
"Sayang, aku juga tidak tahu, Cherry bilang kepada ku, bahwa jika aku tidak mengeluarkan dia dari sell dia akan pergi mengakhiri hidupnya bersama anaknya, dan waktu itu aku tetap bersikeras tidak mengaruhkanya, sampai akhirnya dia mengirim rekaman yang membuat aku terkejut, aku berfikir dia dan janinnya benar-benar sudah tidak ada"
"Lalu kenapa kau tega membiarkanya begitu saja"
"Sayang, aku tidak ingin mengambil resiko yang besar lagi, aku takut jika hal buruk terjadi lagi padamu. Sayang kita sudah kehilangan janin mu yang pertama aku tidak ingin itu terjadi lagi, semua ini aku lakukan demi kau dan tae'oh"
"Taehyung, jadi saat ini kau bukan hanya mampunyai seorang putra?"
"Sayang, saat ini aku hanya mempunyai kau dan tae'oh saja"-ucap Taehyung sambil menghapus air mata dilraba yang terus menetes membasahi pipinya
"Bagaimana dengan anaknya Cherry, bukankah dia juga anak kalian berdua"
"Aku lupa menceritakanya pada mu, bahwa anak yang di kandung Cherry adalah anaknya bersama pria lain, Cherry hanya menjebak ku sayang"
"Apa benar seperti itu?"
"Kau tidak percaya dengan suami mu?aku akan menyuruh pengawal ku untuk mengirim rekaman cctv pria itu sewaktu aku sekap di gudang"-ucap taehyung membuat dilraba terdiam seketika
"Tidak perlu, aku tidak ingin melihatnya"
"Sayang kita sudah saling berjanji tidak akan menyembunyikan apapun, kau tak perlu khawatir aku tak mungkin berbohong pada mu"
"Ya sudah aku percaya padamu"
"Baiklah, sudah malam ayo kita tidur sayang"
__ADS_1
Akhirnya mereka pun memejamkan kedua matanya.
********
Pagi hari pukul 07.00 pancaran sinar matahari memasuki jendela kamar Taehyung hendak membangunkan ia yang masih tertidur pulas bersama dengan dilraba
"Sudah pagi"-sontak Taehyung dengan suara seraknya sehabis bangun tidur, ia terkejut melihat dilraba yang masih tertidur pulas di pelukannya
"Istriku sepertinya lelah sekali, Biarkanlah ia istirahat semalam ia bergadang gara-gara ku"-ucap Taehyung sambil mencium kening dilraba lalu mulai berdiri dari tidurnya berjalan menuju kamar mandi
Usai mandi ia pun mengeringkan rambutnya lalu kembali terkejut melihat sang istri yang masih tertidur pulas
"Aku tak tega membangunkannya, tetapi aku tak tau di mana ia menaruh pakaian kerja ku hari ini, bagaimana ini"-ucapnya bingung
"Ah Lebih baik aku pakai pakaian yang ada di lemari saja"-sontak Taehyung lalu berjalan menuju lemari pakaian"
Usai memakai pakaian nya seketika Taehyung mendengar suara tangisan tae'oh yang membuat ia langsung reflek keluar menuju kamar anaknya itu
"Tae'oh kenapa menangis nak?"
"A-ppa ma-mam"-ucap Tae'oh lalu terhenti dari tangisnya melihat Taehyung menghampirinya
"Kau lapar ya sayang"-ucap Taehyung langsung menggendong tae'oh menuju dapur
"Tae'oh kau tunggu di sini ya nak"-ucap Taehyung menduduki tae'oh di ruang makannya
"Sepertinya bibi Seon sedang ke pasar"-suara hati Taehyung
"Karena eomma mu masih tertidur, Baiklah tae'oh appa buatkan mu sarapan roti saja ya, appa tak tau harus memasak apa untuk mu, bagaimana apa kau mau?"
"Mau appa"-sontak Taehyung
"Kau benar-benar anak yang pengertian nak, baiklah sekarang makanlah appa akan mengambilkan mu minum"
"Sepertinya hari ini aku akan telat ke kantor, tak apalah demi anak dan istri ku"-batin Taehyung
Tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka
"Tuan maaf saya tadi dari pasar, saya tak tau tae'oh bangun lebih awal"-ucap bibi seon
"Tak apa bi, baiklah kalau begitu bibi seon saya Titip tae'oh dulu, saya akan berangkat ke kantor"-ucap Taehyung membuat bibi Seon terkejut, Karena Taehyung tidak memakai pakaian kantornya
"Baiklah tuan"
"Tae'oh apa berangkat dulu ya sayang, harus nurut dengan bibi Seon"-ucapnya Taehyung lalu mencium pipi cabi anaknya itu
"Tiati a-ppa"-sontak Taehyung
"Baiklah sayang"-ucapnya Taehyung sambil mengelus kepala anaknya dengan lembut
"Bi nyonya sedang tertidur sepertinya dia sangat lelah, jika ada perlu apa sebelum nyonya bangun hubungi saya saja ya"
"Baik tuan"
Taehyung pun mengendarai mobilnya hingga menuju Kim Group.
To be continued.
**Ayo guys Like, vote dan Coment nya aku tunggu ya:)
Thanks**
__ADS_1