![My Perfect Wife [KTH]](https://asset.asean.biz.id/my-perfect-wife--kth-.webp)
"Aku hanya bercanda, kau seperti bos galak jika terus menatap ku seperti itu, baiklah aku akan pergi"-ucapnya Jimin terkekeh lalu meninggalkan ruangan Taehyung.
Kediaman Taehyung
pukul 11.30 kst
Usai rapih memasak dilraba pun memanggil tae'oh dan Tania untuk makan bersama
"Tae'oh, Tania makan dulu sayang"-sontak dilraba
Mendengar sang eomma memanggil tae'oh pun langsung bergegas menuju ruang makan diikuti oleh Tania dan bibi Seon
"Eomma"-sontak tae'oh
"Ya sayang, tae'oh kau ingin makan apa? Eomma ambilkan ya"-ucap dilraba sambil menduduki tae'oh di kursi makannya.
"Tamy, tania ayo makan, bibi Seon ikut makan juga ya"
"Terimakasih nyonya, tetapi saya sudah makan"
"Tak perlu sungkan bi kita semua keluarga, ayo makan"
"Iya nyonya, tapi saya benar-benar sudah makan, saya juga harus membereskan mainan tuan muda, saya permisi nyonya"
"Oh ya sudah Baiklah bi"
Tiba-tiba seseorang datang hendak menghampiri mereka
"Sayang"-triak Taehyung dari ruang tamunya
"Dil pak direktur kembali?"-tanya tamy
"Sepertinya begitu"
"Sayang aku pulang"-ucap Taehyung sambil menghampiri dilraba dengan mengerutkan dahinya
"Tae'oh mamam yang banyak nak"-ucap Taehyung mencium rambut tae'oh yang tengah asik memakan makanannya
"Kau tumben sekali jam segini sudah kembali"
"Sayang, aku kelaparan"-ucap Taehyung membuat dilraba terkekeh
"Siapa suruh kau tidak membangunkan ku tadi pagi"
Mendengar appa nya lapar tae'oh pun berinisiatif untuk menyuapi appanya
"Appa mamam"
"Anak yang baik"-taehyung pun mencicipi makanan tae'oh
"Siapa yang memasak, enak sekali"
"Eomma dan bibi"-sontak tae'oh
"Benarkah? Appa baru menyadari eomma mu pandai memasak"
"Taehyung pergilah makan di luar saja"-ucap dilraba
"Sayang aku hanya bercanda"-ucap Taehyung yang tidak di aruhkan oleh dilraba
Tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka dari arah toilet dan langsung duduk di kursi makan
"Hei Jimin kau mau apa?"-ucap Taehyung
"Makanlah, kau kan tau aku belum makan siang"
"Aku saja yang punya rumah harus menunggu ijin dari istri ku dulu, kau seenaknya saja seperti itu"
"Yang bos itu sebenarnya kau atau istri mu sih"-ucap Jimin sambil terkekeh
"Jimin makan lah yang banyak, aku membantu Tamy memasak untuk mu juga"-ucap dilraba membuat Taehyung terkejut
"Baiklah, kelihatannya sangat enak sekali"-ucap Jimin
"Sayang bagaimana dengan ku?"
"Makan saja di restoran"
"Sayang kau sangat tega sekali"
"Direktur yang malang"-sontak jimin sambil menyantap makanannya
"Diam kau jimin"
"Sayang maafkan aku, bagaimana bisa aku melewatkan masakan istriku"
"Ini hukuman untuk mu karena terus mengejek ku"
"Baiklah sayang maafkan aku"
"ya sudah"
Usai makan Jimin, Tamy dan Tania pun kembali ke kediaman mereka.
___________________
Malam hari
Pukul 23.00 kst
Dilraba tengah sibuk meniduri tae'oh yang sudah larut masih ingin bermain juga dengan appanya.
"Akhirnya tae'oh tertidur juga, mimpi indah sayang"-ucap dilraba lalu ia pun kembali ke kamarnya
Usai memasuki kamarnya ia pun terkejut melihat Taehyung tidak ada di dalamnya.
"Kemana dia, jam segini masih bekerja"-ucap dilraba lalu berjalan keluar menuju ruang kerja Taehyung
"Sayang, apa pekerjaan mu belum selesai?"-ucap dilraba menghampiri Taehyung
"Belum sayang, sebentar lagi"
"Kau sedang mengerjakan apa?"
__ADS_1
"Apa kau ingin lihat? Kemarilah"-ucap Taehyung menarik tangan dilraba pelan sampai ia duduk dipangkuan nya
"Apa ini?"
"Kabar gembira sayang"
"Aku tidak mengerti"
"Sayang vinie berhasil mengembalikan perusahaan imperal colage, saat ini perusahaan appa mu sudah stabil"
"Benarkah? aku tak menyangka kak vinie bisa melakukan ini dengan waktu yang sangat singkat"
"Ya sayang, aku juga terkejut mendengarnya"
"Taehyung, itu berarti kakak akan kembali ke sini"
"Iya sayang"
"Syukurlah"-ucap dilraba memeluk Taehyung
"Sayang kau sudah menjadi wanita yang sangat kaya raya aku takut kau akan meninggalkan ku"
"Apa yang kau bicarakan, aku tak mempunyai apapun, aku hanya mempunyai kau dan tae'oh saja"
"bagaimana pun aku yang sekarang aku akan tetap menjadi aku yang dulu"
"Sayang, aku beruntung sekali memiliki mu"
"Aku juga sangat beruntung memiliki mu dan tae'oh"
"Sayang aku hampir lupa menanyakan padamu bagaimana rencana kita untuk memberikan Tae'oh adik"
"Bagaimana kalau malam ini, tetapi"-ucap dilraba seketika di potong oleh Taehyung
"Tetapi apa sayang"
"Setelah itu kau harus tidur di luar selama satu Minggu"-ucap dilraba terkekeh
"Sayang apakah kau ingin menyiksa ku"
"Hehe tidak aku hanya bercanda"
Taehyung pun langsung menggendong dilraba menuju kamarnya
"Taehyung aku bisa berjalan sendiri"
"Aku tak ingin istri ku kehabisan tenaga nanti"
"Taehyung kau menyebalkan"-ucap dilraba sambil menukul pelan bahu Taehyung
Sesampai di kamar Taehyung pun langsung meniduri dilraba di ranjang tidurnya
"Istriku cantik sekali"-ucap Taehyung lalu seketika ciuman tampan itu menyentuh bibir mungil sang istri dengan tangan yang sudah mulai meraba pakaian istrinya, "ahk" desahan pertama pun keluar dari bibir mungil itu yang masih terus diterjang panas, Taehyung pun mulai membuka pakaianya dan sang istri dengan perlahan dan mulai kebagian intimnya membuat sang istri terus mengeluarkan desahan sah-yang-sah-em-sakit ia pun hanya tersenyum dan semakin terus bersemangat menerjangnya.
______________
Pagi hari
Pukul 07.00 kst
"Tidak sayang, aku mengantuk sekali"
"Ya sudah, aku membuatkanmu sarapan dulu"-ucap dilraba bergegas pergi seketika tangannya di tarik oleh Taehyung hingga terjatuh kepelukannya
"Taehyung apa yang kau lakukan"
"Sayang ayo kita lakukan lagi agar cepat membuahkan hasil"
"Aku lelah, Taehyung lepaskan"
"Sayang ayo"
"Tidak mau"
Tiba-tiba seseorang datang mengetuk pintu kamar mereka
#toktoktok
"Ada yang mengetuk pintu, cepat lepaskan aku"
"Sayang kau beruntung lolos hari ini"-ucap Taehyung melepaskan dilraba dari pelukannya
"Menyebalkan"-sontak dilraba
Taehyung pun berjalan menuju pintu dan langsung membukanya. Melihat Tayeon yang mengetuk pintu tersebut membuat Taehyung menampakkan wajah kesalnya.
"Annyeong kak tae"-sontak Taeyeon memeluk Taehyung
"Sudah ku duga, orang yang berani menggangu ku hanya kau saja, Taeyeon apa kau ingin membuat kakak mu mati di pelukan mu"
"Sayang siapa"-ucap dilraba yang tengah merapikan ranjang tidurnya
"Kakak minggir lah aku ingin bertemu kakak ipar"-ucap Taeyeon mendorong tubuh Taehyung hingga ia hampir terjatuh
"Ya Tuhan apa yang terjadi di dalam kandungan eomma hingga keluar anak yang seperti Taeyeon"-ucap Taehyung lalu menuruni anak tangga
"Tae'oh kau di mana nak? Bi tae'oh di mana?"
"Tae'oh sedang bermain di ruang depan tuan"
"Baiklah terimakasih bi"-ucap Taehyung menuju ruang depan, tiba-tiba seketika Taehyung tekejut melihat tae'oh sedang bercanda di ruang tengah bersama seorang pria, Taehyung pun bergegas menghampiri nya.
"Tae'oh kau bermain dengan siapa?"-ucap Taehyung membuat pria itu terkejut
"Tuan Kim bagaimana kabar mu?"-sontak Chanyeol
"Tuan park, ada perlu apa kau datang ke rumah ku"
"Aku datang bersama Taeyeon"-ucap Chanyeol
"Iya kak, dia datang bersama ku"-sontak Taeyeon menghampiri Chanyeol lalu duduk di sampingnya
"Tae'oh sini sayang"-ucap dilraba
"Ya eomma"-ucap tae'oh menghampiri dilraba
__ADS_1
"Kakak aku datang ke sini ingin memberitahu mu kalau aku dan Chanyeol akan menikah"-ucap Tayeon membuat Taehyung terkejut
"Apa aku tidak salah mendengar?"
"Yang di katakan taeyeon benar tuan Kim, kita berdua akan secepatnya melangsungkan pernikahan"
"Tuan park apa kau yakin? Apa kau benar menyukai adik ku? Apa kau punya alasan lain di balik semua ini"
"Hei kau tidak boleh berbicara seperti itu"-ucap dilraba sambil mencubit lengan Taehyung
"Ahww, Sakit sayang"
"Kau tak perlu khawatir tuan Kim, aku tidak ada maksud lain, perasaan ku tulus kepada Taeyeon dan aku benar-benar ingin menikahinya"
"Taeyeon kau yakin ingin menikah? apa kau sudah tau menikah itu apa?"
"Kakak aku bukan anak kecil lagi, kau menyebalkan sekali"
"Lalu bagaimana dengan eomma dan appa, apa kau sudah memberitahu mereka?"
"Sudah kak, mereka sudah lama tahu"
"Kenapa eomma tidak memberitahu ku?"
"Aku yang menyuruhnya kak, karena aku ingin memberitahumu sendiri"
"Lalu kapan kalian akan menikah?"
"Minggu depan"
"Taeyeon apa kau tidak punya pikiran, kenapa mendadak sekali"
"Kak Sudahlah, kau dan kakak ipar menikah bahkan lebih parah kau memberitahu ku akan menikah 3 hari lagi"-ucap Taeyeon membuat dilraba terkekeh
"Sayang kenapa kau tertawa"
"Hehe tidak, hanya lucu saja, Sudah tunggu sebentar aku ambilkan minum dulu untuk kalian, Tae'oh tunggu di sini ya bersama appa"
"Ya eomma"-sontak tae'oh
"Tuan Kim kau tidak perlu khawatir, aku berjanji akan menjaga Taeyeon"
"Apa omongan mu bisa di percaya?"
"Kakak, jangan terus mempersulit nya"
"Taehyung sudah cukup, Taeyeon sudah besar, ia berhak memilih pasangan yang terbaik di dalam hidupnya"-ucap dilraba sambil berjalan pelan menaruh minuman di atas meja
"Ya baiklah sayang"
"Tuan park, aku percayai kau untuk menjaga adik ku, kau adalah seorang psmbisnis pasti kau tau konsekuensinya tidak menepati janji"
"Ya baiklah tuan Kim, aku tau itu"
"Tae'oh kau sudah menyapa bibi?"-ucap dilraba
"Belum eomma"
"Pergilah sapa bibi mu"
"Annyeong bibi"-ucap tae'oh sambil berjalan pelan menghampiri taeyeon
"Tae'oh kau semakin lucu dan tampan seperti"-ucap Taeyeon seketika di potong oleh tae'oh
"Seperti appa ku"
"Wah kau pintar sekali, tetapi kau sangat menyenangkan tidak seperti appa mu yang menyebalkan"
"Taeyeon, tae'oh jangan dengarkan bibi mu Yang jelek itu"
"Bibi cantik"-sontak tae'oh membuat dilraba dan Chanyeol terkekeh
"Kakak bagaimana pun kau tidak bisa menyuruh anak kecil berbohong"-ucap Tayeon terkekeh
"Tae'oh perkenalkan ini paman Chanyeol, ayo sapa"
"Annyeong paman, nama ku tae'oh"
"Lucu sekali, tae'oh bagaimana kalau kita bermain di taman?"
"Mau"-ucap tae'oh
"Kak boleh aku dan Chanyeol membawa tae'oh bermain di taman"
"Tentu saja"-ucap dilraba
"Kak kami pergi dulu"
"Baiklah hati-hati"
"Sayang, kenapa kau membiarkan tae'oh bermain keluar"
"Biarkanlah ia bermain lagi juga bersama paman dan bibinya"
"Sayang aku sudah lama tidak bermain dengan Tae'oh"
"Kau ini, kaya tidak bertemu-temu tae'oh saja"
"Sayang aku begitu sibuk akhir-akhir ini"
"Ya sudah kau bermain dengan ku saja"
"Benarkah? Dimana kita akan bermain sayang? Ranjang atau kamar mandi"
"Sepertinya aku harus menyapu otak mu dulu"
"Sayang sepertinya kau senang sekali, membuat suami mu tersiksa"
"Aku tidak perduli, pergilah mandi sana"
**to be continued.
masih ada yang baca kah? Like, Vote dan coment ya guys:)
__ADS_1
kamsahamnida*: