My Perfect Wife [KTH]

My Perfect Wife [KTH]
everything is my plan


__ADS_3


"Dilraba aku yakin semua ini akan cepat berlalu dan kita akan bersama-sama lagi. Apa kau tahu tae'oh sangat merindukan dirimu. Kau tak perlu khawatir aku akan menjaga tae'oh untuk mu."-batin Taehyung sambil berjalan menuju mobilnya.


____________


Tiba-tiba seseorang datang memasuki ruangan Taehyung.


"Pak direktur"-ucapnya yeonji sambil membuka pelan pintu


"Sekertaris yeonji pak direktur sedang tidak ada."-ucapnya seorang pelayan yang sedang menjaga tae'oh.


"Lalu, kenapa kau berada di dalam ruangan pak direktur ketika pak direktur tidak ada?"


"Beliau memberi saya tugas untuk menjaga tae'oh"


"Benarkah?"


"Bibi ada apa kau mencari appa ku?"-ucapnya tae'oh yang sedang duduk di kursi Taehyung sambil menutup laptopnya.


"Perkenalkan, aku adalah sekertaris appa mu, kau sangat tampan sekali seperti appa mu."


"Bibi kau baru tahu kemana saja selama ini, bibi wajah mu sangat biasa, jauh berbeda dengan eomma ku yang sangat cantik."-ucapnya tae'oh membuat pelayan menahan tawanya.


"Bisa-bisanya pak direktur memiliki anak yang menyebalkan seperti ini."-batin yeonji


Seketika Taehyung datang memasuki ruangannya.


"Tae'oh?"


"Ya appa"


"Yeonji sedang apa kau di sini?"


"Pak direktur aku mencarimu ingin memberitahu mengenai pertemuan mu dengan direktur perusahaan JNS sore ini"


"Apakah harus hari ini?"


"Ya, beliau adalah orang yang sibuk, jika kita mengulur waktu itu akan sangat sulit lagi. Ini kesempatan yang baik untuk bekerja sama dengan perusahaan ternama seperti JNS"


"Baiklah, dimana Jimin?"


"Pak Jimin tidak bisa di hubungi sejak tadi setelah mengantar istrinya."


"Benarkah? Kemana ia? Aku tak mungkin menitipkan tae'oh kepada pelayan terus menerus."


"Pak direktur tak perlu khawatir, biarkan aku saja yang menjaganya."


"Yeonji maaf aku merepotkan mu."


"Tidak apa. Aku sama sekali tidak keberatan."


"Baiklah, tae'oh kau harus patuh pada bibi yeonji, apa akan menghadiri pertemuan klain sore ini"


"Ya appa."


______________


Kediaman vinie.


Pukul 14.00


Hari ini adalah hari kepulangan Dilraba dari rumah sakit, membuat nya sangat kesal dan gelisah karena ia harus pulang ke rumah sang kakak demi rencana yang sudah ia susun berjalan dengan lancar.


"Dilraba kau baru saja kembali dari rumah sakit, kau tidak boleh banyak gerak seperti itu"-ucapnya vinie terkejut melihat Dilraba yang tengah mundar-mandir gelisah di dalam kamarnya.


"Kakak bagaimana menurut mu apa aku harus tetap menjalankan rencana ku?"


"Semuanya sudah telanjur, kau juga sudah menyetujui rencana yang di buat oleh taeyeon, kita harus tetap melanjutkannya."


"Tetapi kak, aku merindukan putra ku, bagaimana bisa Taehyung menjaganya sendiri, dirinya saja ia tidak bisa menjaganya."


"Taehyung adalah appa nya kau tak perlu khawatir ia pasti bisa menjaga tae'oh, lagi pula bibi Seon selalu mengabarkan semua aktivitas yang mereka di rumah kan, sudah kau tak perlu khawatirkan."


"Semoga saja dia dan tae'oh baik-baik saja."-batin Dilraba


_____________


Perusahaan Kim group


Tae'oh tengah sibuk bermain game di laptop Taehyung tiba-tiba yeonji menghampirinya.


"Tae'oh aku punya sesuatu untuk mu"


"Apa itu?"

__ADS_1


"Lihat lah, aku membelikan mobil mobilan terbaru untuk mu."


"Wah, bagus sekali."


"Apa ini benar untuk ku?"


"Ya ini untuk mu."


"Terimakasih bibi."


"Ya sama-sama, tae'oh appa mu sedang sibuk ia meminta ku untuk menemani mu, apa kau mau bermain dengan bibi?"


"Tentu saja bibi."


"Kelemahannya adalah mainan, lucu sekali anak ini, sangat gampang terpengaruh. Mainan membuat IQ nya menjadi turun drastis seketika"-batin yeonji terkekeh


...*********...


Ruang rapat


"Selamat siang, senang bertemu dengan mu lagi tuan Kim"-ucapnya jeean sambil memasuki ruang rapat membuat Taehyung terkejut.


"Apa?Jadi jeean adalah pemilik perusahaan JNS, yang merupakan perusahaan terbesar di Eropa"-batin Taehyung


"Kau, jadi kau adalah"-ucapnya Taehyung tiba-tiba di potong oleh jeean


"Ya aku adalah pemilik perusahaan JNS sekian lama aku menolak kerjasama dengan perusahaan Kim, tak ku sangka tiba-tiba aku menjadi tertarik ingin bekerjasama, sungguh aku tak mengerti, mungkin saja tiba-tiba ada hal menarik yang ingin aku dapatkan dari mu."-ucapnya jeean sambil duduk di kursi Rapat


"Ini perusahaan ku, jangan harap kau bisa lakukan apapun yang kau inginkan di dalam kerjasama kita."


"Kerjasama akan saling menguntungkan, bukankah kau ingin sekali mendapatkan proyek JNS Yang sedang ku bangun di California? Aku akan memberikannya padamu melalui kerjasama kita. Tetapi kau harus memberikan juga apa yang kau inginkan."


"Kau pintar sekali memang tidak ada kerjasama yang tidak menguntungkan"


"Aku suka bicara mu walaupun kau sangat emosi kau tetap berusaha tenang."


"Katakan apa yang kau inginkan dari kerjasama ini?"


"Apa aku harus memberitahu mu?"


"Ya, kerjasama adalah kesepakatan yang harus dibuat, jika kau menginginkan sesuatu itu harus dengan jelas."


"Ya kau benar, kenapa aku bisa melupakan konsekuensi itu, mungkin saja aku terlalu bersemangat menginginkan sesuatu dari mu."


"Baiklah aku akan katakan apa yang aku inginkan dari kerjasama ini."


"Kau harus tau aku menginginkan sesuatu yang berharga bagimu."-ucapnya jeean membuat Taehyung terkejut.


"Apa maksudmu?"


"Maksud ku apa kau tidak berfikir bahwa perusahaan mu tidak ada apa-apanya di bandingkan perusahaan JNS, jadi apa yang aku harus inginkan? Apa kau tidak terlihat aneh ketika aku tiba-tiba menyetujui berkerjasama dengan mu?"


"Jadi yang kau bilang sesuatu yang berharga itu adalah istriku?"


"Tepat sekali, kau hanya perlu bercerai dan menyerahkan istrimu padaku, aku akan memberikan proyek JNS seperti yang kau inginkan."


"Kau sudah gila, istriku bukanlah barang yang bisa kau tukar dengan proyek perusahaan mu yang tidak ada apa-apanya, kau harus tau bahwa istriku jauh lebih berharga dari pada itu. Aku rasa kau harus berhenti bermimpi."-ucapnya Taehyung dengan nada sedikit tinggi.


"Haha aku fikir kau orang yang seperti itu, tak ku sangka kau suami yang sangat menyayangi istri."


"Aku tipe orang yang tak suka memaksa, kau harus pikirkan baik-baik. Walaupun kau tidak setuju mengenai kerjasama ini, aku sama sekali tak masalah, bagaimana pun saat ini yang istrimu ingat hanyalah aku, kau hanya orang lain baginya saat ini. Pikirkan itu baik-baik"-ucapnya jeean lalu meninggalkan ruang rapat Taehyung.


"Brengsek"-ucapnya Taehyung sambil menggebrak meja ruang rapatnya.


"Ya tuhan kenapa semua ini menimpa ku, bagaimana ini? Apa aku akan kehilangan semua yang berharga di dalam hidup ku."-batin Taehyung 


________________


"Tae'oh apa kau tahu bagaimana keadaan eomma mu saat ini?"


"Appa ku bilang eomma ku sangat sibuk bekerja."


"Apa? Jadi appa mu berbohong padamu?"


"Bibi apa yang kau katakan, appa ku tidak berbohong."


"Tae'oh kau adalah anak yang cerdas bagaimana bisa kau gampang tertipu seperti ini?"


"Jadi maksud mu appa ku telah berbohong."


"Ya, biar ku ceritakan. Eomma mu pergi meninggalkan mu karena ia tidak mengenal mu dan appa mu lagi, aku sedih mendengar eomma mu  seperti itu, kenapa ia bisa tega sekali meninggalkan kalian berdua."


"Bibi, jangan mengarang cerita, eomma ku tidak mungkin melupakan ku."


"Baiklah, tidak apa-apa jika kau tidak percaya padaku."-sontak yeonji tiba-tiba seseorang datang memasuki ruangan Taehyung.

__ADS_1


"Yeonji maaf aku merepotkan mu."


"Tidak apa-apa, bagaimana mengenai hasil rapatnya?"


"Aku akan membatalkan kerjasama dengan perusahaan JNS"


"Bukankah pak direktur ingin sekali bekerjasama dengan perusahaan JNS?"


"Itu dulu, bukanlah sekarang, aku berharap aku tidak bertemu lagi dengan direktur perusahaan JNS."


"Ada apa dengan tuan Kim, aneh sekali, seperti seseorang yang sedang kesal."-batin yeonji


"Baiklah kalau begitu aku permisi dulu."-ucapnya yeonji lalu meninggalkan ruangan tersebut.


"Tae'oh apa yang sedang kau lakukan?"-ucapnya Taehyung sama sekali tidak tae'oh aruhkan ia masih fokus dengan mobil-mobilan barunya.


"Mungkin saja yeonji yang membelikan itu untuknya, anak ini jika punya barang baru yang lama cepat sekali di lupakan. Jika dilraba memiliki sifat seperti itu, menyeramkan sekali"-batin Taehyung


Tiba-tiba seseorang datang mengetuk pintu ruangannya.


TOK!TOK!TOK


"Masuklah"


Jimin pun langsung membuka pintu dengan cepat memasuki ruangan Taehyung memperlihatkan wajah datarnya.


"Kemana saja kau, aku mencarimu, kenapa ponsel mu tidak aktif?"


"Aku datang ke sini bukan untuk bekerja, aku ingin menyerahkan berkas ini."-ucapnya Jimin sambil memberikan sebuah berkes kepada Taehyung, membuatnya langsung membacanya.


"Berkas pengunduran diri?"-sontak Taehyung terkejut


"Ya, aku akan mengundurkan diri dari perusahaan Kim group."


"Apa kau yakin? Apa kau tidak takut jika gaji mu bulan ini aku tahan?"


"Aku tidak masalah, harga diri keluarga saat ini adalah yang terpenting dari pada uang"


"Kau marah padaku karena masalah pagi itu? Kau bekerja sudah belasan tahun, apa kau yakin karena masalah kecil seperti itu kau berhenti dari pekerjaan mu? Bagaimana kau mencukupi kebutuhan anak dan istri mu?"


"Tanpa sadar kau sudah menghina aku dan istriku, bagaimana bisa aku terima itu, apa yang kau lakukan jika kau di posisi ku? Apa kau akan diam saja diperlakukan dengan sangat keji dengan atasan yang bahkan adalah teman kecil mu? Kau tidak perlu memperdulikan bagaimana aku mencukupi keluarga ku, yang harus kau pikirkan kenapa kau menjadi seperti ini? Kau sudah kehilangan harapan istri mu, apa kau ingin kehilangan anak mu juga? Teruslah membela wanita itu sampai kau kehilangan segalanya."-ucapnya Jimin lalu meninggalkan ruangan tersebut.


"Kepala ku ingin pecah rasanya."-ucapnya Taehyung.


_____________


Usai dari perusahaan Kim group jeean langsung melajukan mobilnya menuju kediaman vinie.


"Lihatlah kau harus menerima apa yang seharusnya kau terima. Tuan Kim kau salah bersaing dengan seseorang."-ucapnya jeean di dalam mobilnya


Beberapa menit kemudian jeean sampai dikediaman vinie.


"Jeean untuk apa kau datang?"


"Dilraba, aku hanya ingin melihat kondisi mu. Maaf aku tidak bisa mengantar mu pulang tadi karena aku ada urusan mendadak"


"Tidak masalah, Aku baik-baik saja."


"Syukurlah."


"Jeean, ku mohon jangan temui aku lagi. Aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri"-ucapnya dilraba membuat jeean terdiam seketika


"Baiklah, sampai kapan kau ingin terus berpura-pura seperti ini?"


"Sampai aku memastikan bahwa Taehyung dan yeonji tidak ada hubungan apapun selain pekerjaan."


"Kau sudah melihat jelas bahwa suami mu berselingkuh, tetapi kau tetap bersih keras mempercayai nya, Dilraba sampai kapan kau terus seperti ini, tinggalkan apa yang membuat mu sakit, kau berhak bahagia."


"Bahagia? Bagaimana bisa aku bahagia jika suami dan anak ku tidak di samping ku, kau sama sekali tidak mengerti apa yang aku rasakan."-ucapnya dilraba lalu mulai meneteskan air matanya.


"Aku mengerti apa yang saat ini kau rasakan, kau adalah wanita yang aku cintai dari dulu hingga saat ini, bagaimana bisa aku tidak merasakan rasa sakit itu, orang yang saat ini aku cintai menangis di hadapan ku, bagaimana bisa aku diam dan tidak memahami, hanya saja aku sedang memikirkan cara agar kau tidak seperti ini. Dilraba kau harus tau kebahagiaan mu adalah kebahagiaan ku juga. Aku tidak perduli kau milik siapa saat ini, aku hanya ingin melindungi orang yang ku cintai, itu saja."


Jeean pun merangkul Dilraba agar menyender dibahunya. Jeean berusaha untuk menenangkan Dilraba, apa yang saat ini Dilraba rasakan membuat jeean sangat sedih, wanita yang ia kenal dulu begitu sangat ceria dengan senyum di wajahnya kini menangis dengan air mata yang deras membasahi pipi mungilnya.


...


...


...To be continued....


...bab selanjutnya akan aku update secepatnya....


...LIKE,VOTE DAN COMENT...


...thanks....

__ADS_1


__ADS_2