![My Perfect Wife [KTH]](https://asset.asean.biz.id/my-perfect-wife--kth-.webp)
Taehyung sangat frustasi mengenai masalah yang membuat ia harus berpisah dengan istrinya membuat ia benar-benar hilang kendali.
Taehyung mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang
#Tuuuutttttuttt
"Hallo tuan"
"Bagaimana apakah ada kabar mengenai perkembangan Cherry"
"Sampai saat ini belum, ia benar-benar sangat tersembunyi sekali tidak meninggalkan jejak sedikit pun"
"Kalian ini benar-benar bodoh masalah seperti ini saja tidak bisa kalian selesaikan"
"Maafkan kami tuan, tetapi hari ini kami menemukan jejak wanita itu di sebuah minimarket, ia sedang mengobrol bersama dengan temannya"
"Kirim fotonya sekarang juga"
"Baik tuan"
Taehyung pun langsung mengakhiri panggilan nya
Seketika berdering email masuk dari seseorang, Taehyung pun segera melihat dan membukanya.
"Vinie? Kenapa bisa bersama Cherry? Bukankah dia sedang di dalam tahanan?"-ucap Taehyung terkejut melihat foto tersebut
Usai melihat email masuk tiba-tiba Taehyung menekan panggilan untuk menghubungi seseorang.
*Tuuuutttttuttt
"Hallo,selamat pagi tuan Kim ada yang bisa saya bantu?"
"Saya ingin menanyakan mengenai kasus tuntutan yang saya ajukan , wanita yang bernama vinie kenapa bisa di bebaskan"
"Maafkan saya tuan, kasus anda tidak bisa kami proses kembali karena terdakwa telah memberikan bukti kuat bahwa terdakwa tidak sengaja menabrak nya"
Usai mendengar penjelasan dari kantor polisi Taehyung langsung mengakhiri panggilan
"Benar-benar dua wanita yang licik, lihat lah apa yang akan aku lakukan, kepada kalian berdua nanti"
_______________
Kediaman tamy
"Dilraba sebenarnya apa yang sudah terjadi, kenapa kau pergi membawa koper seperti ini?"
"Tamy dia telah memiliki anak bersama orang lain untuk apa aku masih berada di dalam rumah itu?"
"Jadi semua dugaan ku benar"-ucap Tamy membuat dilraba terkejut
"Maksud mu?"
"Iya, kemarin itu aku melihat Cherry memasuki ruang pak direktur disaat aku sedang meminta pak direktur menandatangani berkas, dia meminta pertanggung jawaban pak direktur, dia benar-benar wanita yang sangat lancang, dilraba dengarkan aku kamu tidak boleh langsung percaya padanya kau harus mencari tau semuanya aku percaya pak direktur tidak mungkin seperti itu"
"Tamy sudah terlambat, aku tidak ingin menjadi wanita yang egois"
"Egois bagaimana? kau justru sangat jahat tidak menolong suami mu yang sedang di tahan oleh wanita licik itu"
"Tamy jika aku menolongnya bagaimana nasib anak yang di kandung oleh Cherry, anak itu sama sekali tidak bersalah"
"Bodoh, kau mementingkan nasib orang lain tetapi tidak mementingkan nasib mu sendiri, apa si cewek itu perduli padamu? Jelas tidak kan"
"Tamy benar aku mementingkan nasib anak orang lain tetapi tidak mementingkan nasib anak ku sendiri, aku menjadi serba salah"-ucap suara hati dilraba
____________
Malam hari
Pukul 20.00 KST
Dilraba dimana sebenarnya kau, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu padamu
Seketika Taehyung mengambil ponselnya menghubungi seseorang
*Tuuuuuutuuuuut
"Hallo?"-ucap jimin
"Dimana kau?"
"Aku sedang di cafe, ada apa?kemarilah sudah lama kita tidak bersenang-senang"-ucap Jimin
"Tunggu, aku segera kesana"-ucap Taehyung langsung mengakhiri panggilan
_____________
Dilraba membaringkan tubuhnya di ranjang tidur Tamy sambil menatap langit-langit kamar
"Aku tidak tau apa yang sedang ia lakukan, saat malam tiba dia selalu tidur di samping ku dan memeluk ku hingga matahari terbit, mungkin saat ini sudah ada wanita lain yang berada di dalam pelukannya"-ucap suara hati dilraba sambil mengingat moment bahagia nya bersama Taehyung, dan seketika air mata pun menetes sedikit demi sedikit
___________
Cafe Malam langit
__ADS_1
"Hei akhirnya kau datang juga"-ucap jimin
"Berikan aku secangkir minuman"-ucap Taehyung
"Sepertinya raut wajah mu sedikit berbeda, seperti sedang ada masalah, ceritakan padaku apa yang sudah terjadi? Apa rumah tangga mu bermasalah lagi?"-ucap Jimin memberikan Taehyung secangkir minuman
"Istriku pergi dari rumah, aku benar-benar bingung harus mencarinya kemana"-ucap Taehyung lalu meminum secangkir minuman
"Bodoh anak buah mu pada kemana? Kenapa kau tidak meminta mereka mencari istrimu"
"Akhir-akhir ini masalah ku begitu banyak, masalah pertama saja mereka tidak bisa menangani dengan cepat"
"Tenang saja aku akan membantu mu mencarinya"
"Memang itu tugas yang mau aku berikan padamu. Jimin apa kau tau bagaimana perkembangan perusahaan halden? Apa perusahaan halden benar-benar sudah bangkrut?"
"Sepertinya tidak, aku lupa memberitahu mu, pagi tadi aku mendengar berita bahwa tuan fulpei halden telah mengambil alih perusahaan orang lain di jepang beberapa tahun yang lalu dan baru ketahuan hari ini di media"-ucap Jimin
"Benarkah? Apa kau tau nama perusahaan itu?"
"Sebentar aku ingat-ingat dulu, sepertinya nama perusahaan nya adalah imperal colage"
"Jimin bantu aku cari tau tentang Perusahaan itu"
"Kenapa kau ingin cari tau Perusahaan itu? Bukan kah tujuan mu saat ini mencari istrimu"
"Lakukan saja tugas mu dengan baik, istriku tentu aku yang akan mencari nya"-ucap Taehyung bergegas berjalan meninggalkan Jimin
"Kenapa pemikiran nya berubah-ubah seperti itu, bukankah tadi dia yang memberikan aku tugas mencari istrinya"-ucap Jimin bingung
_____________
Sesampai di rumah Taehyung langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Sesampai di depan pintu kamar ia langsung membukanya dengan pelan.
*Cekrekkk
Ia berjalan pelan memasuki kamarnya dan langsung menuju ranjangnya sambil melihat sekeliling kamarnya.
"Aku benar-benar sudah bodoh aku berfikir dia akan kembali. dia benar-benar tidak akan kembali, ini semua salah ku"-ucap Taehyung lalu duduk di ranjang nya sambil memegang kedua kepalanya yang pusing
Seketika seseorang datang menghampiri Taehyung, membuat Taehyung langsung menolehnya
"Sayang kau kembali?-ucap Taehyung ingin memeluk wanita itu tetapi Seketika wanita itu menghilang, akhirnya Taehyung pun tersadar bahwa ini hanyalah halusinasi nya saja karena terlalu banyak minum
"Taehyung kau bodoh, dia sudah tak akan kembali, berhentilah berhalusinasi, kau sudah mengecewakanya"-ucap Taehyung seketika meneteskan air mata
___________
Pagi hari
"Sedang apa dia sekarang? Apa bibi Seon sudah membangunkan nya? Apa dia sudah sarapan? Dia ke kantor tidak ya hari ini."-ucap suara hati dilraba
"Dilraba kau tidak memakan sarapan mu? Kenapa diam saja?"-ucap Tamy
"Oh aku akan memakannya nanti, Tamy apa kau hari ini pergi ke kantor?"
"Tentu saja"
"Tamy aku mohon jika dia bertanya padamu jangan beritahu dia keberadaan ku"
"Ya kau tenang saja, aku tidak akan memberitahu nya, baiklah aku akan berangkat sekarang"
"Baiklah Tamy kau hati-hati"
___________
Bibi Seon menaiki anak tangga menuju kamar Taehyung untuk memberitahunya sarapan
*Toktoktok
"Sebentar"-ucap Taehyung bergegas membuka pintu kamarnya
"Bibi Seon ada apa?"
"Tuan sarapan sudah saya siapkan"
"Kenapa bibi Seon yang menyiapkan, kemana dilraba?"-ucap Taehyung membuat bibi Seon bingung
"Maaf tuan tetapi nyonya tidak ada di rumah sejak kemarin"-ucap bibi Seon membuat Taehyung terdiam seketika
"Otak ku sepertinya benar-benar bermasalah"-ucap suara hati Taehyung
"Oh yasudah lupakan pertanyaan saya tadi bi"
"Baik tuan saya permisi"-ucap bibi Seon berjalan kembali ke dapur
"Hal ini yang aku takutkan jika kau pergi meninggalkan ku, aku akan tidak terbiasa tanpamu, dilraba kembalilah aku benar-benar
merindukan
____________
Perusahaan Kim group
__ADS_1
Taehyung berjalan pelan memasuki kantor menuju ruangannya, di perjalanan ia melihat Tamy dan berinisiatif menyapanya.
"Tamy"-ucap Taehyung
"Pagi pak direktur, ada yang bisa saya bantu pak?"
"Pagi, Tamy bisakah kita mengobrol di ruangan ku sebentar, ada hal yang ingin saya bicarakan dengan mu"
"Baik pak"
Taehyung dan Tamy berjalan memasuki ruangan cepat menuju ruangan Taehyung.
*
*
*
"Tamy duduklah"
"Terimakasih pak"
"Tamy saya ingin bertanya, apa kau mengetahui keberadaan dilraba dimana?"-ucap Taehyung membuat Tamy terkejut
"Aku harus menjawab apa, melihat pak direktur yang sangat khawatir pada dilraba aku benar-benar tidak tega sekali, tetapi aku sudah berjanji dengan dilraba untuk tidak memberitahukan keberadaan"-ucap suara hati Tamy
"Saya tidak mengerti pak direktur berbicara apa, bukankah dilraba tinggal bersama pak direktur"
"Ya benar, tetapi sejak kemarin ia pergi meninggalkan rumah, saya sangat khawatir padanya, saya berfikir hanya kau teman baiknya mungkin kau mengetahui keberadaan nya saat ini?"
"Aku harus menjawab apa, aku benar-benar merasa berdosa berbohong dengan atasan ku sendiri"-ucap suara hati tamy
"Pak direktur sebenarnya ada hal yang ingin saya bicarakan juga, sebelumnya saya minta maaf karena telah ikut campur masalah pribadi pak direktur. Tidak ada sedikit pun juga keinginan saya untuk berbohong pak, yang jelas pak direktur tak perlu khawatir dilraba ada bersama saya, kemarin saya bertemu dengannya di halte bus akhirnya saya mengajaknya untuk tinggal bersama saya, dilraba juga sudah menceritakan sedikit permasalahanya, saya tau pak direktur orang yang baik, tidak mungkin berbuat seperti itu, pak direktur tak perlu mencemaskan nya dilraba aman di rumah saya, tetapi saya mohon kepada pak direktur untuk tidak menemuinya dulu beberapa Minggu ini karena Dilraba juga tidak meminta saya untuk memberitahukan siapapun keberadaan nya, semoga pak direktur bisa mengerti"
"Jika dia berada dirumah mu syukurlah, Terimakasih Tamy, baiklah saya berjanji tidak akan menemuinya sementara ini"
"Terimakasih atas pengertiannya pak, baiklah, saya permisi"-ucap Tamy bergegas meninggalkan Taehyung
"Tunggu Tamy"-ucap Taehyung Membuat Tamy terhenti dari jalannya
"Ada yang bisa saya bantu lagi pak?"
"Tamy ambilah kartu ini, kau sudah menolong saya menjaga dilraba, saya tidak ingin merepotkan mu lagi, kartu ini tanpa limit jika kau dan Dilraba memerlukan sesuatu kau bisa memakainya"
"Tidak perlu pak, ini sama sekali tidak merepotkan, dilraba sudah seperti sepupu ku sendiri"
"Tamy ambil lah, tak perlu sungkan, anggap saya juga sudah seperti kakak ipar mu"
"Oh baiklah, terimakasih pak direktur"
_____________
Dilraba berjalan keluar menuju supermarket.
"Aku harus keluar dan membeli beberapa keperluan, karena hanya baju-baju ku saja yang aku bawa dari rumahnya"-ucap dilraba
Tiba-tiba ia tidak sengaja menabrak seseorang.
"Maaf aku tidak sengaja"-ucap dilraba
"Ya tidak apa-apa"-ucap laki-laki tersebut dan seketika ia terkejut melihat dilraba
"Bukan kah ini nona dilraba, aku tak menyangka ketika bertemu dengan mu kita selalu bertabrakan terlebih dahulu, seperti takdir"-ucap laki-laki yang ternyata adalah tuan park chanyeol
"Tuan park berlebihan ini hanya kebetulan saja"
"Bisakah kita mengobrol sebentar"
"Baiklah"-ucap dilraba
*
*
*
"Beberapa hari tidak bertemu, kau semakin cantik"
"Tuan park terlalu memuji saya"
"Apa kau hari ini tidak bekerja?"
"Tidak, saya sudah tidak bekerja di Kim Group"
"Benarkah? Bagaimana jika kau bekerja di perusahaan ku? Kebetulan aku sedang membutuhkan seorang sekretaris"
"Jika tidak merepotkan saya bersedia"
"Tentu saja sama sekali tidak merepotkan, apa kau ada kontak nomer ponsel yang bisa dihubungi?"
"Ada"-ucap dilraba memberikan nomer ponselnya
"Baiklah besok kau langsung datang saja ke perusahaan ku, langsung menemui ku"
"Baiklah tuan park terimakasih, sepertinya saya harus Permisi ada beberapa keperluan yang harus saya beli"-ucap dilraba meninggalkan Chanyeol
__ADS_1
TBC.
Tinggalkan jejak kalian melalui LIKE dan VOTMEN ya, terimakasih yang sudah berkenan mampir ke Novel ku🤗