My Possessive Jerk

My Possessive Jerk
Melissa Shelter.


__ADS_3

Veronica terbangun dan sesekali mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke pancara indranya. Veronica tau kalau dia berada di rumah sakit, hal yang paling di benci olehnya.


"Sial! Aku kesini lagi!" Umpat Veronica dengan kesal lalu berusaha untuk duduk, tapi kepalanya terasa pusing, dia pun memaksa untuk duduk.


Srek...


Pintu terbuka membuat Veronica menoleh kearahnya, ternyata Dimian. Dimian langsung menghampiri Veronica yang masih berusaha duduk.


"V apa yang kau lakukan? Tidurlah lagi."


"Kenapa kau membawaku ketempat ini lagi?! Aku bosan dengan tempat ini! Aku mau keluar!" Ucap Veronica dengan nada kesal.


"Tunggu kau sembuh sweetheart."


"Aku hanya pingsan! Kau bisa membawaku kerumah, aku pasti siuman."


"Aku ingin kau mendapat perawatan khusus sayang," ucap Dimian lembut lalu mengelus rambut Veronica dengan lembut.


"Aku tidak suka rumah sakit! Aku hanya kelelahan kemarin!"


"Tidak!"


"Yasudah aku tidak ingin berbicara denganmu sebelum aku pulang."


"Kau mengancamku?" Veronica hanya mengangguk.


Tok... Tok... Tok...


Saat Dimian ingin berbicara lagi, sebuah ketukan mengalihkannya.


"Masuk."


"Maaf tuan, saya ingin memberi sarapan untuk nyonya Althaf," Veronica yang mendengar itu langsung melotot.


"Aku bukan nyonya Althaf, aku Verisyka," ucap Veronica dengan kesal, perawat itu langsung kikuk.


"Ma-Maafkan saya, saya kira anda istri Mr Althaf."


"Tak apa, terimakasih," ucap Veronica dengan senyuman hangatnya.


Perawat itu pun keluar dan membalas senyuman Veronica tak kalah hangat, Dimian yang melihatnya langsung menaikan sebelah alisnya.


"V ayo makan," ucap Dimian sambil menyendokan ke mulut Veronica, tapi Veronica menolaknya dan bersiap untuk tidur.


"V makan dulu baru tidur!"


"Ini tidak adil, kau tersenyum ke perawat laki-laki itu, sedangkan denganku?"


"V ayolah, kau ingin keluar dari sini kan? Maka dari itu kau harus makan dulu agar cepat sembuh."


"Kau bilang tidak akan berbicara denganku bukan tidak makan!"


"Ck! Baiklah hari ini kita akan pulang," mendengar itu Veronica langsung menyibakan selimutnya.


"Benar?! Kau tidak bohongkan?!" Dimian menggeleng cepat.


"Tapi kau harus makan dulu baru kita pulang," Veronica mengangguk cepat dan memakan makanannya.


+++


Dimian tidak berbohong, Dimian langsung membereskan barang-barang Veronica dan pulang. Tapi, dengan satu syarat, Veronica harus banyak istirahat saat di penthouse nanti, Veronica hanya mengangguk mengiyakan.


Disinilah Veronica, di penthouse Dimian dan tidak lupa Dimian yang disampingnya dengan laptop di pangkuannya, karna mereka sedang posisi tiduran.


"V I'm sorry aku harus kekantor karna ada meeting kau tidak apa jika kutinggal?"


"It's okay," ucap Veronica lembut dan senyuman yang selalu disukai oleh Dimian.


"Baiklah aku akan bersiap," ucap Dimian lalu bersiap-siap dengan jasnya.


Veronica berdiri dan melangkah ke arah walk in closet Dimian untuk mencarikan dasi. Dimian sudah siap dengan kemejanya, Veronica yang melihatnya langsung memakaikan dasi untuknya, setelah selesai Veronica memakaikan jas untuk Dimian.


"Terimakasih babe," ucap Dimian lalu mengecup dahi Veronica lembut.


"Hati-hati, jangan ngebut oke," peringat Veronica dengan tangan yang dia kalungkan di tengkuk Dimian.


"Oke, aku akan mengingatnya," ucap Dimian dengan senyuman hangatnya, Veronica melepaskan tangan yang tadi di kalungkan.


"Aku berangkat," Veronica mengangguk cepat dan tersenyum.


Veronica menghela nafas berusaha menetralkan degup jantungnya, dia masih memikirkan ucapan Axwell kemarin? Apa maksudnya tentang Dimian? Psychopath? Dimian tidak semenyeramkan itu kan? Dia baik dan mesum.

__ADS_1


"Hais! Bikin sakit kepala saja," ucap Veronica kesal, dia pun memilih memainkan ponselnya, ternyata ada pesan masuk dari Melissa.


Melissa Shelter


Hi, remember me?


MELISSA! Oh my God! I miss you so much


Chill V, aku bosan, kau ingin keluar bersamaku?


Okay, dimana?


Bagaimana kalau Cafe seperti biasa?


Oke, aku akan bersiap


Oke.


Veronica menutup room chat Melissa dan beralih ke Dimian, ya dia harus izin terlebih dahulu atau laki-laki itu akan marah dengannya


My Possessive Jerk🖕🏻❣️


Dimian, aku bosan di penthouse boleh aku keluar untuk jalan-jalan?


Tidak


Oh ayolah aku sangat bosan


Ke kantorku saja


Tidak! Kau akan terganggu denganku


Tentu saja tidak


Ayolah, boleh kan? Aku bersama temanku


Siapa? Laki-laki atau perempuan?


Melissa, perempuan, boleh?


Tidak


WTF Dim! Aku akan tetap pergi, bye


akan kujemput, kirimkan saja alamatnya


Oke boss, love you


Love you more


Setelah mendapat izin dari Dimian, Veronica memberi tahu lokasi Cafe dan langsung bersiap-siap.


Veronica memakai dress berwarna putih dengan panjang selutu, tidak lupa dengan heels nya, dan dengan rambut yang di gerai, membuat kesan cantiknya bertambah.


Setelah siap diapun memakai sling bag lalu melangkah keluar.


"Nyonya mari saya antar," ucap Michael saat melihat Veronica turun tangga.


"Terimakasih Michael, tapi tidak perlu, aku bisa berjalan."


"Ini permintaan tuan, nyonya," Veronica memutar bola matanya malas.


"Baiklah antarkan aku ke Cafe biasa," Michael mengangguk dan langsung mengambil mobil, Veronica pun masuk ke pintu belakang.


Mr Possessive🖕🏻❣️


Kau pulang jam berapa beb?


Tidak tau, mungkin jam 4


Baiklah, aku akan menjemputmu setengah 4


Fine


Take care beb.


Of course, you too.


Read


Veronica beralih membuka instagramnya, tidak ada yang menarik dia pun menutup ponselnya dan memperhatikan jalanan London.

__ADS_1


"Nyonya kita sudah sampai."


"Terimakasih Michael, kau tidak usah menungguku karna Dimian akan menjemputku."


"Baik nyonya."


"Bisa kau jangan menyebutku nyonya? Panggil aku V saja dan aku tidak terima penolakan!" Ucap Veronica lalu keluar dari mobil.


Veronica langsung memasuki Cafe tersebut dan tertampanglah Melissa yang sedang duduk manis.


"Lisa!" Panggil Veronica dengan semangat dan langsung menghampiri Melissa.


"Hey, miss you so much."


"Kau sudah lana menunggu?" Tanya Veronica dengan nada tak enak.


"Tidak, aku juga baru sampai," ucap Melissa lembut, Veronica mengangguk mengerti.


"Jadi? Bisa kau ceritakan?" Tanya Melissa dengan nada penasaran, Veronica sudah tau arah pembicaraan Melissa dan mulai menceritakan.


Veronica menyeritakan dari awal ia bertemu Dimian sampai sekarang ini. Tidak lupa dengan sifat Dimian yang kadang menjengkelkan dan bagaimana bisa apartementnya di jual.


"Lalu kau sendiri bagaimana? Apa kau memiliki kekasih?" Tanya Veronica dengan penasaran.


"Aku punya, aw," ringis Melissa saat pergelangan tangannya membentur meja.


"Hey kau tak apa? Sini ku lihat," ucap Veronica lalu menarik tangan Melissa.


"Aku tak apa," ucap Melissa dan berusaha menarik tangannya tapi tatapan Veronica membuatnya menurut.


Veronica menggulung baju Melissa, Melissa panik tapi dia tidak bisa menarik tangannya. Veronica terkejut melihat pergelangan tangan sahabatnya ini membiru, tak mungkin karna terbentur tadi, ini seperti sudah lama.


"I-Ini kenapa?" Tanya Veronica dengan ragu-ragu.


"I-Ini karna terbentur meja tadi," ucap Melissa dengan suara bergetar, Veronica hanya menganggukan kepala walau sebenarnya dia tak percaya, Veronica yakin Melissa akan bercerita tentang ini saat waktunya sudah tepat.


"Jadi kekasihmu bagaimana? Apa tampan? Apa baik?"


"Ya dia tampan dan baik tentu saja," ucap Melissa dengan senyum palsunya, Veronica tau itu dan membuatnya penasaran.


"Siapa namanya?" Tanya Veronica masih dengan senyuman manisnya.


"Kau tidak akan mengenalnya, nah pesanan kit sudah datang."


"Kau masih ingat aku menyukai salmon?" Tanya Veronica dengan mata berbinar.


"Tentu saja, kau sahabatku dan tidak akan pernah aku melupakan itu."


Mereka pun makan dan sesekali bercanda gurau, tak terasa mereka mengobrol cukup lama dan sekarang sudah menunjukan waktu setenagah 4, artinya Dimian sebentar lagi datang.


"Hey sweetheart," ucap seorang laki-laki sambil menepuk pundak Veronica membuat Veronica terkejut.


"Kau mengejutkanku!" Ucap Veronica kesal lalu memukul Dimian, menurut Dimian pukulannya sama sekali tidak sakit.


"Maaf, kau sudah selesai?" Tanya Dimian dengan wajah datar.


"Sudah, ah iya, Dimian kenalin ini sahabatku, Melissa, Melissa ini tunanganku, Dimian."


"Melissa," ucap Melissa sambil mengulurkan tangannya.


"Dimian," ucap Dimian dengan datar dan menjambat uluran tangannya.


"Ayo kita pulang, kau pasti lelah," ucap Dimian sambil mengelus pucuk kepala Veronica.


"Baiklah, Lisa aku pulang dulu ya, kau mau kami antar?" Tawar Veronica dengan senyuman hangatnya.


"Tidak usah, kekasihku menjemputku dia sudah di parkiran," Veronica hanya mengangguk lalu berpamitan.


Veronica masuk kedalam mobil Dimian dengan senyum yang masib tercetak di bibirnya.


"Siapa nama temanmu?"


"Tadikan kau sudah tau."


"Maksudku nama lengkapnya."


"Melissa Amelia Shelter," Dimian mengangguk tanpa ekspresi.


Tanpa disadari Dimian mengeluarkan smirk yang mematikan, kau bermain dengan orang yang salah batin Dimian masih dengan smirk nya.


+++++++++++++++++++++++++++++

__ADS_1


-To Be Continue-


__ADS_2