My Possessive Jerk

My Possessive Jerk
Problem


__ADS_3

"Baiklah."


"Bagus, I'll wait you babe," ucap Kayla lalu mencium pipi Dimian lalu melangkah pergi.


Dimian langsung menghapus kasar pipinya yang tadi di cium oleh Kayla.


Dimian memang sudah janji dengan Kayla semalam maka dari itu Dimian memberi notes untuk Veronica jika dia akan pulang malam, bukan bermaksud untuk membohongi tunangannya tapi dia hanya tak ingin Veronica salah paham.


+++


Dimian melihat jam yang melingkar di tangannya, jam 9. Dia pun segera bergegas ke sebuah club yang sudah di janjikannya.


Dimian you're phone is ringing.


Dimian melihat layar ponselnya yang berdering dan tertera nama Kayla disana, Dimian mengangkatnya.


"Dimian where are you?"


"Jalan."


"Okay, see you in there."


Tanpa membalas perkataan Kayla, Dimian langsung mematikan sambungan telfonnya secara sepihak. Dimian langsung melajukan mobilnya dengan cepat.


Tak lama dia pun sampai di club, Dimian langsung memasuki club itu, bunyi dentuman musik memasuki indra pendengarannya. Dimian segera mencari wanita ular itu dan gotcha! He found her.


Dimian menemukan Kayla dengan keadaan mabuk, ya terlihat dari gerak-geriknya, Dimian langsung mendekatinya.


"Cepat katakan kau ingin bicara apa?!"


"Oh hi Dimian my baby, miss you," ucap Kayla dengan senyuman lebarnya.


"Cepat katakan!"


"Slowly babe, duduklah dulu," Dimian menurutinya dan duduk berhadapan.


Kayla tersenyum miring dan langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Dimian.


Cup.


"HOW DARE YOU!" Bentak Dimian dengan keras dan langsung berdiri.


"Apa? Bahkan aku hanya menciumu."


"Apa maumu?! Sebelum aku kehabisan kesabaran."


"Aku ingin kau menikahiku Dimian! Aku mencintaimu," lirih Kayla sambil memegang kedua tangan Dimian.


"In you're dream *****!"


"Baiklah, jika kau tidak mau, tapi minumlah denganku untuk malam ini saja, jika kau tidak mau, aku akan mencelakai gadismu," ancam Kayla membuat Dimian menggeram kesal.


"Hanya untuk malam ini dan hanya dua botol."


Kayla mengangguk, "Okay, no problem."


Kayla pun tersenyum menang. Kayla memesan vodka 2 botol, Dimian hanya diam saja, setelah minumanya datang Dimian meminumnya, agar dia bisa pulang dengan cepat.


+++


Veronica masih menonton televisi dengan makanan ringan di tangannya. Ya, dia sedang menunggu Dimian, walaupun Dimian menyuruhnya untuk tidak menunggu tetap saja dia ingin menunggu Dimian, tiba-tiba ponselnya berbunyi, ternyata ada E-Mail masuk.


Veronica pun membukanya takut itu E-Mail penting, tapi ini aneh, E-Mailnya seperti bukan E-Mail asli, Veroncia pun membuka karna rasa penasarannya.

__ADS_1


Mata Veronica membulat, air matanya jatuh saat itu juga, karna dia melihat seorang laki-laki yang sangat dia hafal postur tubuhnya dan juga perempuan itu, mereka berdua di sebuah club dan sedang berciuman.


Karna Veronica tidak percaya dengan itu, Veronica memilih memberi pesan ke Dimian.


My Possessive Jerk 🖕🏻❣️


Dimian? Apa kau masih lama di kantor?


P


P


P


Berisik! Aku dalam perjalanan


pulang, sudah ku bilang


jangan menungguku


Aku hanya khawatir! Apa itu salah?


Sudahlah aku malas dengan mu.


Bye.


Veronica menaruh ponselnya kembali, tidak biasanya Dimian marah atau merasa terganggu dengan pesannya, apa Dimian akan berubah seperti dulu lagi?


Ting Tong...


Veronica yang mendengar suara bel langsung berlari kearah pintu dan membukanya, tertampanglah wajah Dimian yang datar dan kusut, Veronica bisa mencium bau alkohol yang melekat di tubuh Dimian, apa foto yang di e-mail itu benar? Batin Veronica dengan takut.


"Minggir!" Ucap Dimian datar lalu mendorong Veronica, tanpa rasa bersalah Dimian naik keatas untuk kekamarnya.


"Dimian? Kau baik-baik saja?" Tanya Veronica sambil menghampiri Dimian yang terlelap.


Veronica pun akhirnya membuka jas dan sepatu Dimian agar Dimian lebih nyaman tidurnya. Jika dicium aroma Dimian memang sedikit aroma alkohol tapi Veronica hanya diam.


Veronica pun membawa jas Dimian untuk di taruh di pakaian cuci tapi sebelum itu, Veronica memeriksa kantong Dimian terlebih dahulu takut ada benda penting dan gotcha benar saja di kantongnya ada ponsel Dimian.


Veronica menaruh ponsel Dimian di nakas tapi tiba-tiba ada pesan masuk, Veronica pun melihatnya.


Kayla Dominique: Thank's for tonight babe Xoxo.


Seketika air matanya mengalir, Veronica melihat Dimian dengan tatapan benci lalu memilih keluar, pergi kekamar lain dan tidur dengan meringkuk seperti janin.


Dia takut, takut Dimian seperti Ayah nya dulu, apa dia salah membuka hatinya pada Dimian? Tapi mungkin dia punya alasan, tapi E-Mail tadi, memang dia tadinya tidak percaya tapi saat meilihat pesan itu membuatnya yakin.


Akhirnya Veronica memilih tidur karna lelah menangis, dia tertidur masih dengan posisi meringkuk.


+++


"Dasar bodoh! Berikan aku uang!" Teriak seorang pria dengan membawa kayu.


"Aku cuman punya sedikit ayah, itu untuk mama."


"Berisik kau! Mana uangnya?!"


"I-Ini ayah," dengan terpaksa gadis kecil itu memberikan uanganya.


"CUMAN SEGINI?! CIH! CARI UANG LAGI YANG BENAR! JANGAN MALAS," teriak ayah dari gadis itu lalu melayangkan kayu yang di pegangnya dan...


Bugh...

__ADS_1


"Arghh... sa-sakit ayah... hiks..." ringis gadis itu sambil memegang punggungnya.


"Sakit? Mangkannya cari uang yang banyak bodoh!"


Bugh...


"Arghh..."


"Sudahlah aku malas liat wajahmu, *****!" Laki-laki itu pun keluar dari ruangan terkutuk itu, gadis kecil tadi merasakan nafasnya tercekat.


"Ayah... to-tolong... ma-mama..."


"V! Wake up! Jill!"


"Jangan sakiti aku..."


"JILL!"


Veronica terbangun dengan nafas memburu, dia terdiam sebentar lalu menghela nafas lega, syukurlah hanya mimpi.


"Are you okay?" Pertanyaan yang terlontar dari seorang laki-laki yang ingin dia hindari.


"Ya," jawab Veronica lalu bangkit dari kasur menuju kamar mandi.


Dimian yang melihat respon seperti itu hanya menaikan sebelah alisnya, "Kau kenapa V?"


Veronica terdiam sebentar dan menoleh kebelakang atau tepatnya kearah Dimian, "Fine."


Dimian meraih lengan Veronica dan memutar tubuh Veronica, Veronica membuang wajahnya agar tidak melihat wajah Dimian.


"Sweetheart kau kenapa?" Tanya Dimian dengan lembut.


Tapi Veronica tidak menjawabnya, Dimian menghela nafasnya secara perlahan.


"Apa salahku? Jika aku salah pukul aku, tapi jangan mendiamkan aku," ucap Dimian sambil memegang kedua pipi Veronica memaksa agar mereka saling tatap.


Veronica melihat mata Dimian yang berwarna biru, sangat indah, tapi tatapan Veronica merubah menjadi kebencian, saat mengingat kelakuan laki-laki di depannya.


"Lepas," ucap Veronica dingin lalu menghempaskan kedua tangan Dimian yang berada di pipinya.


Tanpa sepatah katanpun Veronica langsung masuk ke kamar mandi, dia berniat berendam saat ini, mencoba menghilangkan ingatannya tapi saat dia memejamkan mata dia malah teringat kejadian saat ayah nya memukulnya tapi dia berusaha tetap memejamkan mata dan menyelamkan diri.


Tidak tau sudah berapa lama Veronica menyelam dia masih menyelam dan memejamkan mata. Dimian yang menunggu di luar merasa khawatir karna sedari tadi tunangannya tidak keluar juga.


Tok... Tok... Tok...


"Jill... are you okay?" Tanya Dimian dengan nada khawatir.


Tak ada sahutan sama sekali dan tidak ada suata air yang berbunyi.


"Veronica? Jangan bikin aku khawatir, jika aku ada salah beritahu aku," tetap tidak ada sahutan sama sekali.


"Jill... jawab atau aku akan buka pintunya, dalam hitungan tiga tolong buka pintunya," ancam Dimian masih dengan nada khawatir.


"Satu... dua... tiga..."


Brak...


"Oh shit!"—


+++++++++++++++++++++++++++++


-To Be Continue-

__ADS_1


__ADS_2