My Possessive Jerk

My Possessive Jerk
Miss


__ADS_3

Dimian membawa Veronica ke atas, lebih tepatnya kamarnya dulu, Veronica hanya diam, walau banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang melintas di otaknya. Mereka pun sampai di kamar Dimian, Dimian menutup pintu rapat-rapat.


"Dimian, are you oke?" Dimian hanya mengangguk sambil tangannya di masukan kedalam kantung celananya.


"Aku belum bertemu mama-mu, aku kebawah ya," izin Veronica tapi saat ingin melangkah tangannya di cengkal, dan Veronica di dorong ke tembok.


"Jangan. Kau. Bertemu. Wanita. Itu. Mengerti?" Ucap Dimian tajam dan dingin, Veronica hanya diam.


"JAWAB KALAU KAU MENGERTI!"


Veronica tersentak karna teriakan Dimian tepat di depan wajahnya, "I-Iya."


"Bagus," ucap Dimian lalu melepaskan Veronica, Veronica menghela nafas lega, tangannya sungguh sakit.


"Tapi, kau membawaku untuk bertemu keluargamu kan?"


"Wanita itu bukan keluargaku," Veronica menghela nafas, dirinya merasa haus.


"Boleh aku kebawah untuk mengambil minum?" Tanya Veronica dengan sedikit takut(?)


"Biar pelayan saja," ucap Dimian sambil menelfon seseorang dari telfon yang berada di kamarnya.


"Tidak-tidak, aku akan ambil sendiri," ucap Veronica dan langsung berlari keluar, tidak peduli jika nanti Dimian akan marah.


Veronica sudah berada di lantai bawah, tapi dia tidak tau letak dapur karena mansion ini terlalu besar.


"Veronica," panggil seorang perempuan yang membuat Veronica menoleh ke sumber suara.


"Ah kau Sherlina kan?" Wanita bernama Sherlina itu mengangguk, Veronica memeluk Shelina dengan erat.


"Apa kabarmu V? Sudah lama kita tak bertemu," ucap Sherlina dengan nada sedikit lirih.


"Aku baik, kau mama Dimian kan?" Tanya Veronica memastikan, Sherlina hanya mengangguk.


"Lebih baik kita ngobrolnya jangan disini, jika Dimian tau, dia pasti akan sangat marah," Veronica mengangguk setuju.


Sherlina pun menarik Veronica menuju suatu ruangan dan ternyata itu ruangan latihan dansa, mereka duduk di sofa yang tersedia.

__ADS_1


"Kau ingin bertanya?" Veronica mengangguk semangat.


"Tanyakanlah, yang ingin kau tanya."


"Ka-Kau... mama kandung Dimian? Karna aku melihat wajamu mirip dengannya."


"Ya, aku mama kandungnya."


"Tapi kenapa Dimian seperti menghindar darimu? Kau baik," tanya Veronica bingung, Sherlina hanya mengulum senyumnya.


"Apa kau pernah di ceritakan Dimian kalau aku dan Daniel pernah berpisah?" Veronica mengangguk.


"Saat itu aku berpisah dengan Daniel dan juga Dimian, karna kesalahpahaman, ada yang menjebaku disitu Daniel sedang marah jadi dia tidak mau mendengar penjelasan apa-apa, dan kita bertengkar hebat, lalu aku memilih berpisah, Daniel menyetujuinya, sebelum pergi aku meninggalkan surat berisi kebenaran, saat aku pergi Dimian menangis dan meminta aku agar tidak pergi, itu sangat mengiris hatiku, aku tidak punya pilihan lain, aku mendorong Dimian hingga terjatuh lalu pergi dengan muka tanpa rasa bersalah, agar Dimian membenciku, dan ya sekarang dia membenciku," ucap Sherlina dengan menunduk, Veronica tau Sherlina pasti menangis.


"Sungguh, aku sangat menyayanginya, melebihi nyawaku sendiri, aku... aku ingin merasakan pelukan hangatnya lagi, tapi semuanya terlambat, dia tumbuh menjadi pribadi yang dingin dan kejam karna aku, dia tumbuh tanpa kasih sayang dari seorang mama, aku tidak menyalahkan Daniel, karna aku tau Daniel juga mengurus perusahaannya, ini semua salahku karna meninggalkannya," sambung Sherlina dengan terisak, Veronica memeluknya


"Ya ini semua salahmu," ucap seseorang yang membuat Veronica dan Sherlina menoleh ke sumber arah, terlihat Dimian berjalan ke arah mereka dengan rahang mengeras dan mata memerah menahan amarah.


Dimian langsung menarik tangan Veronica sehingga membuatnya berdiri, "Jangan. Dekati. Veronica," Dimian langsung menarik tangan Veronica kasar, tidak peduli dengan ringisan Veronica, dia membawa Veronica ke atas, lebih tepatnya kekamarnya, dan tak lupa mengunci kamarnya.


"KAU?! SUDAH KUBILANG JANGAN MENEMUI WANITA JALANG ITU?! APA KAU TULI?!" Teriak Dimian tepat di depan wajah Veronica.


"Jangan pernah berbicara lagi dengannya! Mengerti?!" Veronica hanya mengangguk.


Dimian melapaskan cengkramnya lalu keluar dari kamarnya, Veronica terjatuh kebawah karna ketakutan, saat Dimian seperti itu, mengingatkannya kepada ayahnya.


"Mom i miss you," lirih Veronica sambil menenggelamkan wajahnya.


"Sudah lama aku tidak menjumpai mom," Veronica pun berfikir untuk ke makam, dia pun keluar dari kamar Dimian untuk mencari Dimian tapi dia tidak menemukannya, dia pun memilih kembali ke kamar, dan menulis surat.


Dear Dimian,


Dimian aku ingin pergi sebentar, kau tidak usah mencariku, aku hanya sebentar kok, tadinya aku ingin izin langung tapi kamu ga ada.


~V


Dia pun menaruh suratnya di meja Dimian, lalu bersiap-siap untuk pergi, karna di mansion itu tidak ada orang selain maid dan bodyguard dia pun langsung pergi.

__ADS_1


"Aku ingin pergi sebentar," ucap Veronica kepada bodyguard yang berada di pagar, bodyguard itu hanya mengangguk dan membukakan gerbang untuk Veronica.


Veronica menaiki Taxi untuk pergi ke London, karna sekarang dirinya berada di Holmes Chapel salah satu kota Inggris yang cukup terkenal, dan butuh beberapa jam untuk ke London. Sementara, Veronica membuka social media-nya. Dia terkejut melihat followers-nya bertambah dengan sangat cepat dan ada beberapa yang meng-tag nya, di lihatnya satu persatu, kebanyakan foto dirinya dan Dimian dan ada juga video saat Dimian melamarnya. Veronica melihat akun Dimian, dan followers-nya sungguh mengejutkan, bahkan lebih banyak dari dirinya. Tak banyak fotonya salah satunya ada foto Veronica yang sedang candid.


DimianAlthaf


DimianLova who is she? She's so beautiful


Faxxy she's like a


Graceee Broken💔


Indonesia.merdeka cantik bet...


Dive so ship with this relationship


Dimian.ku.cintah cocok bet


Hillarious Go away ! He's mine!!! @veronicaJV


**.you ew slut


DamianVAlthaf is that you? @veronicaJV Really? Btw miss you so much


Huh? What? Do you like her too?


Dimiandamian you so lucky @veronicaJV


DimianAlthaf my fiance, and yea she's beautiful @ DimianLova // you *** 😏 @faxxy // IDFC @Graceee // yash!!! She's beautiful @indonesia.merdeka // Thank's for support @Dive @Dimian.ku.cintah // you slut @hillarious @****.you // Don't you dare touch her @DamianVAltahf // SHE's MINE!!! @huh? What @Dimiandamian


VeronicaJV Hi Dami, yes that's me, miss you too btw lmao @DamianVAlthaf


Veronica tau Dimian pasti marah akan hal ini tapi dia tidak peduli. Tapi, kenapa nama Damian ada Althaf? Apa mereka kakak adik? Atau sepupu? Mungkin aku harus bertanya nanti, "Nona, kita sudah sampai," ucap supir Taxi, Veronica menoleh.


"Thank You," ucap Veronica sambil memberi sejumlah uang dan keluar, mungkin karna terlalu lama di pakai, ponsel Veronica mati karna habis baterai tapi Veronica tidak memperdulikan itu, dia masuk menuju pemakaman.


"Mom I miss you," lirih Veronica sambil memegang batu nisan yang tertulisa nama Rania Lily Hylton.

__ADS_1


Hujan pun turun membasahi pemakaman, Veronica menangis dalam hujan, Veronica menyukai hujan, karna saat hujan, orang lain tidak tau jika kita menangis, menangis dalam diam. Entah sudah beberapa jam dia di pemakaman, bibir pink-nya sudah berubah menjadi biru, tapi dia enggan untuk beranjak dari pemakan, sampai akhirnya pandangannya kabur, dan dia merasakan pusing, dari arah depan dia melihat seseorang berjalan ke arahnya, tapi dia tidak sempat melihat wajahnya dengan jelas karna tiba-tiba pandangannya gelap.


TBC


__ADS_2