
π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£
lalu wijaya dan lisa pun pergi.
"asik!"ucap deny dengan senang, dan langsung bermain game dengan makan pizza dan minum coca cola.
manda pun menelpon angga, angga sedang berada diperpustakaan jadi ia mensilent hp nya. namun bergetar jika ada yang menelpon.
angga melihat hp nya bergetar lalu melihat nama penelponnya.'manda' ia pun tidak mengangkatnya.
manda tahu angga pasti marah sama dia namun ia tidak berputus asa, manda pun memutuskan untuk pergi ke rumah angga.
"ngapain aku kesini ya"ucap manda. lalu terdengar suara benda jatuh. manda pun bergegas masuk.
"tante! deny! aku datang!"teriak manda.
"aaa"rintih deny kesakitan.
"deny!"ucap manda terkejut lalu bergegas menghampiri deny.
"kamu kenapa?"tanya manda.
"perutku sakit"jawab deny kesakitan.
"dimana tante?"tanya manda cemas.
"liburan."jawab deny kesakitan.
manda bingung apa yang harus dilakukan, ia memutuskan untuk menelpon angga menggunakan telpon rumah angga.
angga merasakan getaran hp dikantong celananya lalu ia melihatnya dan benar saja ada yang menelponnya.'telpon rumah'nama yang tertulis dihp itu.
"halo"ucap angga seraya menempelkan ponsel ditelinganya.
"anggaa"ucap manda dengan cemas.
"kamu kenapa menelpon dari rumahku?"tanya angga.
"deny!"ucap manda dengan cemas.
"ada apa dengan deny."tanya angga cemas.
"perutnya sakit, ia terus muntah."ucap manda mulai menangis.
"tenang manda, dengarkan apa yang aku katakan. letakkan dia dikursi dan pastikan dia ga tersedak apa-apa. lalu buat tubuhnya agar tetap hangat. lalu telpon ambulan."ucap angga lalu dilakukan manda sesuai arahan angga.
"halo ambulan"ucap manda menelpon ambulan."ia siswa smp."ucap manda
tak lama ambulan datang, dirumah sakit deny dibawa ke UGD. setelah diperiksa dokter keluar menemui manda.
"dokter bagaimana keadaannya?"tanda manda cemas.
__ADS_1
"ususnya terlilit pada bagian lainnya jadi kami harus mengoprasinya."ucap dokter
"operasi?"ucap manda terkejut.
"tenang aja ini bukan operasi besar."ucap dokter
manda berfikir sejenak, ia teringat perkataan angga 'manda aku nitip deny sama kamu'.
"lakukan dok operasinya."ucap manda dengan cepat
"baik kami segera lakukan."ucap dokter seraya masuk kembali melakukan operasi.
saat operasi berlangsung, angga pun datang.
"kamu datang?"tanya manda
"iya"ucap angga seraya menganggukkan kepalanya.
"deny lagi operasi."ucap manda dengan wajah sedih.
"iya aku udah denger"ucap angga."sebaiknya kamu istirahat dulu, biar aku yang nungguin deny."ucap angga. manda menganggukkan kepalanya tanda menyetujui.
lalu manda pun pergi untuk beristirahat sebentar, setelah menunggu sekitar 1 jam lampu operasi pun mati tanda operasi sudah selesai. tak lama dokter pun keluar, angga pun bergegas menghampiri dokternya.
"gimana keadaan adik saya dok?"tanya angga cemas.
"tenang sekarang dia sudah kembali normal dan akan dipindahkan diruang perawatan.
"operasinya berjalan dengan lancar."ucap dokter seraya tersenyum
"apa yang sebenarnya terjadi dok?"tanya angga cemas.
"ini adalah jenis obstraksi usus."jawab dokter
"apa? obstraksi usus!"ucap angga terkejut.
"baik mas, saya ada jadwal operasi lagi. saya permisi."ucap dokter beranjak pergi.
"iya dok, terima kasih."ucap angga.
deny pun dipindahkan keruang perawatan karena kondisinya lumayan baik. manda pun dengan setia mendampingi deny.
angga pun masuk kedalam ruang perawatan deny. suasana hening, angga memberanikan diri membuka obrolan.
"aku... ga menyangka hal menakutkan akan terjadi sama deny."ucap angga diam sejenak lalu bicara lagi."ini jenis obstraksi usus."ucap angga dengan lesu.
"iya aku juga sangat takut tadi, untung kamu kasih tau aku apa yang harus dilakukan kalo ga, pasti aku cuma bisa cemas aja."ucap manda
"orang tuaku akan tiba pada penerbangan malam."ucap angga
"dokter memuji tindakan cepatmu untuk melakukan operasi."ucao angga seraya tersenyum kaku.
__ADS_1
"itu juga atas bantuan kamu, ga ada yang bisa aku lakukan selain cemas."ucap manda
"terima kasih manda."ucap angga.
"owh iya, aku akan memberitahu ayahku dia pasti khawatir. aku pulang."ucap manda seraya beranjak pergi.
"manda!"panggil angga yang berhasil membuat langkah kaki manda terhenti.
"owh iya hp dan dompetku. aku ini belum tua tapi udah pikun"ucap manda seraya menepuk pelan keningnya.
lalu angga pun memegang pundak kiri manda dengan satu tangan.
"kamu dengar... rumor antara aku dan kak zeo?"tanya manda. lalu angga menarik tubuh manda mendekat kepadanya.
"dia udah jelasin semuanya sama aku."ucap angga seraya memegang kedua bahu manda dari belakang."terima kasih manda."bisik angga ditelinga manda.
manda pun tak mampu lagi membendung airmatanya, ia spontan berbalik kearah angga dan memeluk angga erat, seketika menangis.
"aku sangat takut, hiks... hiks..."ucap manda dalam tangisnya.
"tenang, ga papa sekarang udah baik-baik aja."ucap angga seraya mengelus pelan puncak belakang kepala manda.
"hiks... hiks..."air mata manda jatuh tak tertahankan. air matanya mengalir dengan deras, ia menangis sesegukan dipelukan angga.
keesokan harinya. manda mengunjungi deny dirumah sakit. ia menegur sapa siapa saja dirumah sakit dengan ramah.
sampailah manda diruang perawatan deny.
"kakak? datang lagi?"tanya deny seakan tak percaya.
"ya ampun manda, kamu datang lagi. bawa bunga lagi."ucap lisa dengan senang."mmm...bunganya harum."ucap lisa seraya mencium harum bunganya.
"alah, pada dasarnya dia kesini itu mau ketemu kak angga."ucap deny dengan malas.
"deny ga boleh ah ngomong gitu."ucap lisa menasihati deny
"tante angga belum datang?"tanya manda dengan suara pelan namun terdengar oleh deny.
"tuh! benerkan!"ucap deny dengan yakin
"deny!"ucap lisa.
"aah, manda kayaknya kamu harus kembali kerumah kami."ucap lisa seraya memegang kedua pundak manda seraya tersenyum bahagia.
"mama bicarakan hal yang sama lagi."ucap angga seraya masuk keruang perawatan sambil tersenyum.
"peesss.... mungkin mulut kamu bilang gitu, tapi hati kamu senang kan bisa melihat manda."ucap lisa mengolok angga seraya tersenyum.
"gimana kabar kamu deny?"tanya angga kepada deny seraya tersenyum menutupi rasa groginya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£π£