My Stupid Wife

My Stupid Wife
episode 60


__ADS_3

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴


jam kampus pun telah berakhir, jesika mengajak Manda main kesalon tempat suci bekerja. Manda pun menyetujuinya.


setelah mereka sampai disalon tempat suci bekerja, mereka melihat suci sedang sibuk memotong rambut pelanggannya.


Jesika dan Manda duduk dikursi tunggu untuk menunggu suci selesai bekerja.


setelah 15 menit menunggu suci pun menyelesaikan pekerjaan nya. lalu ia dan pegawai yang lainnya merapikan salon dan menutupnya.


lalu mereka pun keluar dari salon.


"haaah"suci menghela nafas kasar


"kamu pasti capek banget ya?"tanya Manda


"iya man, liat tangan aku juga luka karena terkadang ga sengaja kena gunting saat memotong rambut pelanggan."ucap suci manja seraya menunjukkan tangannya.


"yaampun, ci"ucap Jesika seraya melihat tangan suci.


"yuk kita obatin luka kamu, kita kasih Betadine dan handsaplas."ucap Manda


"aku ada Betadine dan handsaplas. soalnya aku selalu bawa kotak mini P3k ditas."ucap Jesika seraya mengambil Betadine dan handsaplas dikotak mini P3knya dan memberikannya pada Manda.


lalu Manda pun mengobati luka suci dengan perlahan-lahan. dan kemudian memplaster tangan suci dengan handsaplas.


"lain kali kamu itu hati-hati kalo motong rambut pelanggan ci biar tangan kamu ga luka lagi kayak gini."ucap Manda.


setelah selesai Manda merapikan kotak mini P3k Jesika, ia mengembalikannya kepada Jesika. mereka pun mengobrol-ngobrol, Jesika membuka pembicaraan.


"ehm... Manda... aku sama raufal udah tahu siapa pelaku yang mau nabrak aku."ucap Jesika


"ya ampun siapa Jes?"tanya suci penasaran


"pelakunya adalah... mawar."jawab Jesika


"mawar? siapa dia?"tanya suci


"dia itu mantan raufal, dia mau nabrak aku karena dia tahu kalo aku sama raufal itu udah jadian."ucap Jesika sedih.


"jadi, mawar itu ngelakuin itu gara-gara obsesinya sama raufal?"tanya Manda


"iya man. maafin aku ya"ucap Jesika yang mulai menitihkan air mata.


"Jes ini bukan salah kamu. jangan salahin diri kamu sendiri."ucap Manda


"tapi mawar.... dia meninggal ditempat kejadian man. saat dia nabrak kamu, mobilnya tiba-tiba hilang kendali dan menabrak sebuah pohon besar dan ia pun meninggal ditempat.


"innalilahi wainnailaihi rojiun"ucap Manda dan suci bersamaan.


"yaudah sekarang kamu tenang ya. jangan salahin diri kamu sendiri, ini juga bukan salah raufal dan mawar. hanya aja mawar terlalu terobsesi sama raufal."ucap Manda menenangkan Jesika.


"iya Jes, udah dong nangisnya kita sedih kalo liat kamu kayak gini."ucap suci


lalu mereka pun berpelukan. tak lama raufal pun datang untuk menjemput Jesika, ia turun dari mobilnya dan segera menghampiri Jesika.

__ADS_1


"kayaknya lagi seru nih"ucap raufal seraya tersenyum, dengan cepat Jesika menyeka air matanya. senyum raufal memudar melihat wajah Jesika.


"kamu habis nangis?"tanya raufal


"eng... ga kok. mata aku tadi kelilipan aja."jawab Jesika berbohong. "guys aku pulang duluan ya."ucap Jesika lalu melangkah pergi dan tak lupa menarik tangan raufal.


lalu Jesika dan raufal pun naik kedalam mobil. raufal bertambah curiga dengan sikap aneh Jesika


"kamu masih merasa bersalah sama mawar?"tanya raufal


"engga kok sayang, aku tadi cuma keinget sama kejadian yang menimpa Manda. udah mending kita makan aja ditempat favorit kamu. gimana?"ucap Jesika seraya tersenyum.


"oke"jawab raufal.


ia bangga memiliki kekasih yang sangat baik dan perhatian seperti Jesika yang berbanding terbalik dengan mawar. raufal pun melajukan mobilnya ketempat makan favorit nya.


"oh ya man, aku pulang duluan ya soalnya masih ada kerjaan."ucap suci


"iya ci ga papa, kamu duluan aja aku mau nunggu Angga jemput."ucap Manda seraya tersenyum.


"bye"ucap suci


"bye"ucap Manda


lalu suci pun melangkah pergi, sementara Manda tetap menunggu Angga didepan gerbang kampus. 15 menit pun berlalu, Angga belum juga menunjukkan tanda-tanda kedatangannya. 30 menit kemudian, Angga masih juga belum datang.


sampai akhirnya Manda melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 17.30 WIB.


"duh Angga mana sih udah dari jam 4 aku nunggu disini."ucap Manda mengeluh."udah deh aku pulang aja."ucap Manda kesal.


sesampainya dirumah, Manda langsung naik kekamar Angga. saat ia membuka pintu Angga ia melihat Angga masih tidur dengan posisi miring ke kiri dikasurnya.


ia pun menghampiri Angga, dan ia langsung bertanya kepada Angga.


"katanya kamu mau jemput aku. tapi kamunya masih molor."ucap Manda


namun tak mendapat respon dari Angga, ia masih tetap diam. Manda pun menggoyangkan tubuh Angga. Manda terkejut yang merasakan suhu tubuh Angga sangat panas.


Manda pun meletakkan telapak tangannya kekening Angga. benar saja kening Angga sangat panas.


"kamu sakit?"tanya Manda cemas.


Angga pun merubah posisi tidurnya dengan posisi terlentang biasa.


Manda pun bergegas mengambil semangkuk air dan handuk kecil. ia pun bergegas kekamar Angga dan menghampirinya. ia pun langsung mengompres kepala Angga dengan handuk basah yang sudah dibasahinya dimangkuk itu dan diperasnya.


Manda pun melakukannya secara berulang ketika handuknya kering ia membasahinya kembali, lalu meletakkannya di kepala Angga.


tak terasa hari mulai gelap, Manda pun merasa lelah dan matanya sangat mengantuk. ia pun tertidur dikursi sebelah kasur Angga.


Angga pun merasa ada yang aneh dikeningnya. ia pun membuka perlahan matanya. ia terkejut melihat Manda tertidur dikursi sebelah kasurnya.


ia pun tersenyum lalu melepas handuk dikeningnya, lalu menyelimuti Manda dengan selimutnya.


Angga juga melihat ada semangkuk bubur dan obat penurun demam.

__ADS_1


ia tersenyum kembali dan mengambil semangkuk bubur dan memakannya.


"ehek"Angga tersedak karena rasa buburnya sangat asin. ia pun tersenyum lalu kembali memakan bubur itu hingga habis.


lalu ia meminum obatnya, ia menatap Manda yang tertidur pulas. Manda terlihat sangat lelah, Angga mendekat kearah Manda dan mencium kening Manda. ia pun kembali tidur dikasurnya.


keesokan harinya. Manda terbangun seraya memegang lehernya, ia melihat kasur Angga sudah kosong. ia pun beranjak bangun dan melangkah pergi ke kamarnya.


ia terkejut melihat Angga sedang duduk dikursi kamar Manda.


"kamu ngapain disini? bukannya kamu harus istirahat"tanya Manda.


"harusnya aku yang nanya ngapain kamu tidur dikursi kamar aku. ngorok lagi"ucap Angga


"mana ada. aku ga ngorok kok, pasti kamu salah denger."ucap Manda gugup


Angga pun melangkah mendekat kearah Manda.


"makasih ya."ucap Angga


"makasih buat apa, ngaco deh kamu."ucap Manda berbohong.


"kamu ga usah bohong, aku udah tau semuanya. kamu yang merawat aku semalam kan?"ucap Angga


"itu udah kewajiban aku untuk merawat kamu saat sakit."ucap Manda seraya tersenyum.


Angga pun memeluk Manda. Manda terkejut dengan sikap Angga.


"makasih ya."ucap Angga telinga Manda


Manda pun membalas pelukan Angga seraya tersenyum senang.


"kamu ga perlu terima kasih ini udah kewajiban aku"ucap Manda seraya tersenyum.


lalu Manda pun melepaskan pelukannya, ia bertanya kepada Angga.


"oh ya gimana rasa buburnya?"tanya Manda


"asin"jawab Angga


"apa! pasti kebanyakan aku ngasih garam nya."ucap Manda terkejut. "jadi kamu tahu buburnya asin tapi kamu tetap habisin"ucap Manda tak menyangka.


"iya"jawab Angga.


"kenapa dihabisin ga"tanya Manda kesal.


"karena kamu yang udah buat."jawab Angga seraya tersenyum."apapun yang kamu buat ntah kenapa pas aku makan rasanya enak banget."ucap Angga seraya tersenyum.


Manda pun tersipu malu seraya mencubit pelan pinggang Angga.


lalu mereka pun tersenyum dan kembali berpelukan.


BERSAMBUNG


🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

__ADS_1


__ADS_2