
3 Bulan kemudian....
Manda pun mengikuti serangkaian tes keperawatan. ia selama ini belajar bersama Angga.
"apa mau hadiah apa kalo kamu lulus tes?"tanya Angga.
"apa ya..."ucap Manda seraya berfikir.
"aku tahu, kita kencan full satu hari. gimana?"tawar Manda dengan binar semangat
"oke aku setuju"ucap Angga
"yess, aku bakal lulus tes"ucap Manda dengan semangat 45
lalu ia pun berangkat menuju lokasi dimana ia akan melaksanakan rangkaian tes keperawatan.
ia pun sampai dilokasi, tanpa berlama-lama ia langsung melakukan beberapa rangkaian tes, beberapa rangkaian tes pun telah ia lalui, tinggal 1 tahap tes lagi jika ia berhasil dalam tes CPR maka ia akan sah menjadi seorang perawat.
setelah menunggu ± 30 menit akhirnya tibalah giliran Manda untuk melaksanakan tes CPR.
"Selamat siang"ucap Manda.
"siang.kamu?"ucap salah satu tim penilai wanita.
"iya ada apa bu?"tanya Manda polos dan gugup
"bukannya kamu si siput itu? yang bermimpi masuk ke univ parang ini."ucap salah satu tim penilai itu(wanita)
"hehehe, i... ya bu"jawab Manda gugup
"wah, mengejutkan kamu bisa sampai disini. baiklah silahkan"ucap sang penilai tersebut.
Tak berlama-lama Manda pun langsung memulai tes CPR nya.
setelah selesai, secara teori sekarang Manda hendak memompa CPR.
"tunggu!, apa kau tidak meminta seseorang menelpon ambulan?"tanya wanita itu
"owh iya, seseorang tolong telpon ambulan."ucap Manda seolah-olah dalam keadaan genting.
wanita penilai itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. setelah itu Manda memompa CPR.
setelah selesai tes CPR, Manda pun kembali kerumahnya. dengan wajah kusut dan lesu ia masuk kedalam rumah. disana semua keluarga sedang berkumpul.
"gimana nak hasilnya?"tanya Lisa penasaran.
Manda hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. tanda kalau ia gagal melaksanakan tes CPR.
"ga papa nak, gagal itu adalah awal dari kesuksesan. kamu bisa ikut tes lagi tahun depan."ucap Lisa menyemangati Manda
"iya ma"ucap Manda. "Ma, pa Manda ke atas dulu ya."ucap Manda seraya melangkah menuju kekamarnya.
"iya nak mantu"jawab Wijaya
__ADS_1
Manda pun pergi kekamarnya. Lisa pun segera menghampiri Angga.
"coba ceritain kronologinya."ucap Lisa
Lalu Angga pun menceritakan apa yang terjadi sebenarnya.
"kasihan banget Manda pasti hatinya hancur. Angga kamu hibur dia"ucap Lisa
"iya ma"ucap Angga seraya melangkah pergi menyusul Manda.
saat Angga membuka pintu ia melihat Manda sedang menutup wajahnya dengan kedua lengannya. diatas dengkulnya.
"kamu masih sedih?"tanya Angga namun tak mendapat respon dari Manda.
"aduh, aku bisa gila kalo ga jadi kencan sama kamu."ucap Angga menghibur Manda.
"kamu serius?"tanya Manda tak percaya
"itu kalo kamu mau"tawar Angga.
Manda pun langsung berlari kearah Angga dan memeluknya.
"qterima kasih ga"ucap Manda seraya tersenyum senang
"sama-sama"ucap Angga dengan senyum seraya mengelus pelan kepala Manda.
keesokan harinya, Angga telah terlebih dahulu pergi ketempat kencan.
Sementara, Manda tengah bersiap-siap. ia bingung memilih baju yang pas, setelah selesai memilih-milih pakaian, tas, dan sepatu Manda pun bergegas pergi ketempat kencan.
"aku harus liat"ucap Manda seraya bergegas keluar dari taxi.
"permisi-permisi"ucap Manda seraya memecah kerumunan korban kecelakaan.
"akan aku coba periksa"ucap Manda seraya memeriksa keadaan korban.
saat hendak memompa jantung korban, Manda teringat ucapan tim penilai wanita itu.
"apa kau tidak akan menelpon ambulan?"ucap sang tim penilai wanita itu
Manda pun langsung meminta salah seorang untuk menelpon ambulan.
"tolong telpon ambulan."ucap Manda cemas
Manda pun mencoba memompa jantung korban tersebut.
dan akhirnya korban pun sadar, Manda sangat terharu dia tak menyangka kalau dia berhasil menyelamatkan nyawa wanita itu.
"wah, dia menyelamatkan nyawa wanita itu"ucap salah seorang dikerumunan.
"iya, dia dewi penyelamat"ucap salah seorang dikerumunan.
Lalu tak lama ambulan pun datang dan dengan segera korban dibawa masuk kedalam ambulan. Manda ikut naik kedalam ambulan.
__ADS_1
tak terasa hari pun mulai gelap, Angga sangat khawatir dengan Manda.
Angga pun berulang kali menelpon dan sms Manda. namun tidak ada respon sama sekali.
sementara dirumah sakit, Manda sedang berbicara kepada dokter yang memeriksa korban yang ia tolong.
"untung saja, kamu segera bertindak. terlambat sedikit saja kamu menolong korban, nyawanya bisa melayang."puji sang dokter
"owh ya dok, gimana kondisi korban?"tanya Manda.
"sekarang dia sudah lebih baik"jawab sang dokter
"syukurlah"ucap Manda
"saya permisi dulu mbak"ucap sang dokter
"iya dok, terima kasih"ucap Manda.
kemudian ia teringat kencannya dengan Angga.
"ya ampun aku telat, ini udah jam berapa"ucap Manda seraya melihat jam tangannya.
"jam 9 malam"ucap Manda kaget
Ia pun bergegas ketempat kencan, disana para pelayan restoran sudah beres-beres dan akan segera menutup restoran.
"eh permisi mas, apa resto nya akan tutup?"tanya Manda
"iya mbak"jawab salah seorang pelayan.
"Angga pasti kecewa"ucap Manda seraya melangkah pergi meninggalkan resto.
namun saat hendak pergi, tiba-tiba salah satu pintu VIP resto terbuka. Manda pun menoleh kearah pintu dan ternyata itu adalah Angga.
dan Manda pun langsung berlari kearah Angga dan menghambur memeluk Angga.
"kamu baik-baik aja? apa terjadi sesuatu?"tanya Angga.
"tadi terjadi kecelakaan"jawab Manda
"kamu ga papa? kenapa ga ngabarin"ucap Angga cemas
"aku ga papa. bukan aku yang kecelakaan tapi orang lain."jawab Manda
Setelah itu Manda menceritakan semua kejadian tadi.
"aku yang calon dokter aja belum ada pasien, kamu calon perawat tapi udah duluan punya pasien. kamu hebat"ucap Angga seraya mengelus puncak kepala Manda
"terima kasih"ucap Manda seraya memeluk Angga.
"yaudah kita pulang ini udah malem"ucap Angga yang disetujui oleh Manda.
Lalu mereka pun kembali pulang kerumah.
__ADS_1
BERSAMBUNG