
,,,,
keesokan harinya, angga datang keperusahaan. ia terkejut melihat keadaan perusahaan yang berantakan dan pegawai sedang asik mengobrol dengan santainya sambil menonton tv.
manajer yang melihat kehadiran angga ia bergegas menghampiri angga.
"bapak sudah datang, ehm... semuanya perkenalkan ini pak direktur."ucap sang manajer.
semua karyawan dan pegawai bergegas bangun dan memberikan salam kepada angga.
"suasana perusahaan game memang seperti ini."ucap manajer
"ah iya baiklah."ucap angga dengan tersenyum.
"mari sebelah sini."ucap sang manajer seraya mengantarkan angga keruangannya.
"hei bangun!"ucap manajer kepada salah satu karyawan yang tertidur seraya berjalan mengantar Angga.
"ya ampun direktur kita ganteng banget, lihat pas dia senyum aaah meleleh."ucap salah satu karyawan wanita.
"aku dengar IQ nya 200."ucap salah satu karyawan pria
"benarkah? apa dia akan memecat orang kayak aku?"tanya salah satu karyawan pria lainnya.
diruang kerjanya, manajer memberikan setumpukan kertas kepada angga.
"maaf pak, ini semua dokumennya."ucap sang manajer seraya meletakkan setumpukan kertas dimeja angga.
"ini dokumen-dokumen perusahaan kita dan dokumen permainan baru."ucap sang manajer."bapak periksa kembali bahan ini, haruskah kita adakan rapat jam 11?"tanya sang manajer.
"baiklah silahkan."ucap angga
lalu manajer melangkah keluar namun terhenti karena angga memanggilnya.
"pak manajer!"panggil angga.
lalu sang manajer membalikkan badannya."iya pak?"jawab sang manajer
"tidak bisakah kita berbicara non formal saat bersama?"tanya angga.
"tidak bisa pak, karena bapak sekarang adalah Ceo diperusahaan. ya walaupun sementara tetap saya tidak bisa pak."ucap sang manajer.
"baiklah"ucap angga.
lalu manajer melangkah keluar dari ruang kerja angga. saat manajer keluar dari ruang angga. semua karyawan mengerumuni sang manajer.
"manajer dia tidak meminta struktur ulang kan?"tanya salah satu karyawan pria.
"apa dia punya pacar? atau dia kencan dengan seseorang?tanya para karyawan wanita.
__ADS_1
"apa kita akan dipecat? bagaimana dia?"tanya salah satu karyawan pria
"yaampun! jangan khawatir dengan urusan orang lain, urus saja pekerjaan kalian masing-masing."ucap sang manajer dengan tegas."kembali kerja!"ucap manajer dengan nada tinggi.
diruangannya angga tengah sibuk memeriksa dokumen-dokumen tadi. setelah selesai memeriksanya, angga menghampiri manajer.
"pak, apa bapak sudah selesai memeriksa dokumennya."tanya sang manajer
"ini data perbandingan dengan tahun kemarin?"tanya angga.
"iya pak"jawab sang manajer.
"keuntungannya berkurang secara signifikan dengan tahun kemarin"ucap angga
"saya rasa, karena kita terdorong dari pengaruh skala besar permainan baru internasional."jawab sang manajer
"secara sederhana, dalam keadaan ini kita berada dalam tingkat yang membahayakan ditambah lagi karena gagalnya peluncuran game terbaru dari perusahaan kita, kita berada dalam keadaan yang sulit."ucap angga
"kalau kita terus seperti ini, perusahaan kita akan krisis operasional."ucap sang manajer."kita berada dalam situasi bahkan penggabungan perusahaan itu mustahil, tanpa dukungan yang besar kita mungkin akan..."ucap sang manajer terhenti.
dirumah angga, didapur manda sedang memasak. deny sedang menunggu dimeja makan.
"deny, kamu pasti laper banget ini akan selesai beberapa menit lagi."ucap manda menoleh sebentar kearah deny lalu kembali fokus memasak.
"kita pesan aja kak makanannya."ucap deny
"apa kamu bilang? makanan direstoran itu tinggi kalori, dengan minyak dan garam . kamu ga tahu berapa banyak mereka memasukkan kedalamnya dan lagi mereka ga pake banyak sayuran."ucap manda
manda membalik daging yang dipanggangnya diatas teflon.
"ah! apa yang harus aku lakukan?"ucap manda seraya membalik daging yang dimasaknya.
"kak apa yang kakak lakukan kalo aku dan kakakku sakit juga?"tanya deny
lalu terdengar suara seseorang membuka pintu.
"angga pulang!"ucap manda dengan semangat lalu bergegas melangkah kedepan pintu.
deny melihat asap dari teflon dan bergegas mematikan kompor.
"kamu udah pulang!"ucap manda dengan semangat. namun tidak mendapat tanggapan dari angga.
"apa kamu lelah? cepat mandi dan ganti bajumu!"ucap manda seraya tangannya memegang jas angga namun dengan cepat angga mundur.
"apa yang kamu lakukan?"tanya angga
"melepas jasmu"jawab manda seraya melumahkan kedua tangannya.
"kenapa kamu lakukan ini?"tanya angga
__ADS_1
"dia sedang bertingkah kayak istri ideal."ucap deny
"apa katamu, om wijaya sedang dirumah sakit. gimana aku bisa berfikir kayak gitu."ucap manda gugup.
"kakak benar-benar bukan orang yang sopan"ucap deny kepada manda.
"cepatlah ganti bajumu"ucap manda seraya mendorong tubuh angga naik tangga. lalu ia menengok kearah deny, lalu menatapnya dengan sinis.
setelah selesai mandi, angga berganti pakaian. lalu ia turun ke dapur.
manda membuka tutup panci sayur asem."tada"ucap manda
"menu makanan kita hari ini sayur asem, pepes ikan, dan steak daging."ucap manda seraya menunjuk masing-masing makanan.
lalu manda mengambil mangkuk kecil lalu memasukkan sayur asem kedalamnya. lalu diberikannya kepada deny.
"deny kamu makan ini ya."ucap manda seraya meletakkan mangkuk sayur asem kedekat piring deny.
lalu deny pun mengirup kuah sayur asem dengan sendoknya lalu memuntahkannya.
"apa kakak tuangkan semua garam ditoples."tanya deny.
manda pun bergegas menyicip sayur asemnya benar saja kuahnya sangat asin.
"kak angga,aku saranin kakak jangan makan. masakannya ga enak."ucap deny
lalu angga menusuk kacang yang ada disayur asem dengan garpu lalu memasukkannya kedalam mulutnya. lalu ia mengunyahnya namun kacangnya masih keras.
"kakak! itu masih mentah cepat muntahkan."ucap deny
manda yang melihat ekspresi angga. ia merasa tak enak hati.
"jangan paksa dirimu"ucap manda kepada angga
lalu angga menelannya.
"ya ampun dia menelannya. kakak muntahkan perut kakak akan sakit."ucap deny
"deny, jangan komplain. makanlah."ucap angga
"makan yang mana? yang ini?"tanya deny seraya menunjuk steak daging.
"makanlah daging yang matang aja."ucap angga lalu disetujui oleh deny.
lalu mereka memakan steak dagingnya, mereka memilih daging yang matang saja.
lalu angga menyeruput kuah sayur asem. manda melirik ke angga, angga sempat terhenti sebentar namun ia lanjut menyeruput kuah sayur asemnya.
dia tetap makan masakan aku meski tahu kuahnya asin, dagingnya ada yang mentah. tapi masih aja dia mau makan.gumam manda dalam hati seraya tersenyum.
__ADS_1
BERSAMBUNG