
π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦
dilapangan tenis resa bermain sendiri. ia melampiaskan amarahnya lewat bermain tenis. zeo hanya melihat resa dari kejauhan. ia melihat resa kelelahan karena bermain tenis tanpa henti.
zeo pun bergegas lari mencari supermarket terdekat dan membelikan air minum untuk resa.
resa bermain tenis sampai hari mulai gelap. zeo hanya mematung seraya memegang minum yang ia beli tadi.
hingga akhirnya resa pun menyerah. ia terduduk dilantai.
"resa kenapa kamu seperti ini"ucap resa
zeo bergegas mendekati resa dan membantunya berdiri dan berjalan kearah kursi. ia mendudukkan resa pelan-pelan. Lalu ia memberikan minum itu kepada resa, resa pun menerimanya.
"thanks"ucap resa seraya mencoba membuka minumannya. namun tidak bisa."aah"gerang resa."kenapa ga bisa terbuka."ucap resa kesal.
"sini aku bukain"ucap zeo seraya mengambilnya namun resa menolaknya.
"ga usah aku bisa sendiri."ucap resa
"kalo kamu mau menangis silahkan."ucap zeo
lalu resa menangis bersandar dipundak zeo.
ditempat lain, daffa sedang menyalakan kembang api seraya menatap kearah pantai.
"manda tahu ga kamu, aku pengen banget ngelakuin ini sama kamu."ucap daffa
tak lama hp daffa berdering. ia pun mengangkat telponnya.
"ya chef. aku lagi diluar menghirup udara segar. ya chef saya akan kembali."ucap daffa seraya menutup telponnya dan bergegas kembali kerestoran.
manda datang kerestoran, semua karyawan sedang berkumpul untuk pamit pulang kepada ayah manda.
setelah semua karyawan dan ayah manda pulang, manda menemui daffa.
"kamu datang"ucap daffa terkejut
"iya"ucap manda
"daffa ada sesuatu yang harus aku katakan dengan kamu."ucap manda
"kamu ga bisa ngomong sekarang, karena aku sedang sibuk"ucap daffa seraya mengadon lagi adonannya.
tiba-tiba angga datang kerestoran manda.
__ADS_1
"daffa, kita harus bicara"ucap angga
"kamu pasti becanda kan, apa yang mau kamu bicarakan sama aku?"ucap daffa pura-pura tidak tahu.
"baiklah aku akan bicara disini aja."ucap angga."aku... suka sama manda. tapi kami ga perlu izin kamu untuk pacaran tapi ini penting untuk manda. akan lebih baik kalo kamu lepaskan manda."ucap angga jelas.
"hei angga!. kamu itu udah banyak jahat sama manda. apa kamu tahu aku suka sama manda selama 4 tahun ini. melepaskan? melepaskan apa!"ucap daffa meninggi
"daffa! maafkan aku"ucap manda
"ngapain kamu minta maaf."tanya daffa
"daffa aku..."ucap manda terpotong.
"jangan ucapkan itu manda, please"ucap daffa seraya berbalik badan."aku udah tahu aku udah liat diposter kampus. aku... aku ga papa kok man"ucap daffa seraya menyeka air matanya. lalu ia berbalik kedepan lagi.
"angga! cukup tahu aja kalo aku selalu mengawasin kamu. jika kamu buat manda mengeluarkan air matanya liat aja aku akan mengeluarkan air mata darah dari matamu."ucap daffa dengan tegas
"iya aku akan mengingatnya."ucap angga.
amri kembali lagi kerestoran karena dompetnya tertinggal direstoran. saat ia hendak membuka pintu ia mengurungkan niatnya karena melihat angga dan manda hendak keluar dari sana. amri pun bergegas sembunyi.
manda dan angga pun keluar dari restoran menuju sebuah mobil. angga pun membuka pintu mobilnya, manda bingung.
"masuk"ucap angga.
lalu mereka pun masuk kedalam mobil.
"mobil siapa ini?"tanya manda bingung
"ini mobil perusahaan, aku ga enak kalo pake mobil papa terus."ucap angga
"wow mobilnya keren"ucap manda takjub."kita bisa jalan-jalan terus"ucap manda.
"jangan berfikir seperti itu, mobil ini hanya untuk kepentingan perusahaan."ucap angga, wajah manda berubah jadi cemberut.
direstoran, daffa dan amri sedang duduk bersama minum kopi.
"chef, anda tahu kan kalo saya pengen manggil anda ayah mertua. benar-benar ingin"ucap daffa lalu menangis. amri tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa menepuk pelan pundak daffa.
keesokan harinya. wijaya datang keperusahaan kakek resa untuk meminta maaf.
"pak saya mohon maaf atas apa yang terjadi pada cucu bapak. semua adalah kesalahan saya. gara-gara saya perusahaan saya bangkrut. angga memang bisa diandalkan tapi dia masih sangat muda..."ucap wijaya terpotong.
"ahh tidak usah basa-basi, saya bukan orang sebaik itu. investasi saya sudah terdaftar atas kejadian ini saya akan membatalkan investasi saya, simpelkan."ucap presdir dev
__ADS_1
tiba-tiba sekretaris presdir dev mengetuk pintu, setelah mendapat izin presdir dev, sekretaris mempersilahkan angga masuk.
"Angga!"ucap wijaya terkejut.
"kamu datang untuk menyaksikan hukuman kamu?"tanya presdir dev
"tidak, saya sudah menyelesaikan masalahnya dengan cucu anda."ucap angga."tujuan saya datang kesini untuk urusan bisnis."ucap angga
"angga!"ucap wijaya
"saya tidak akan meminta maaf kepada resa karena dia tidak akan menyukainya. dia memiliki pribadi yang mirip dengan saya jadi saya sedikit tahu tentang dia."ucap angga
"jadi kamu masih ingin saya berinvestasi diperusahaan kamu?"tanya presdir dev
"iya, berinvestasi lah tapi bukan kepada perusahaan kami tapi kepada perusahaan lain."ucap angga dengan jelas.
"angga!"ucap wijaya
"apa?"ucap presdir dev terkejut.
"tolong berinvestasi. tapi anda tidak perlu berinvestasi diperusahaan kami. game kami, kami bisa menyerahkannya game kami pada perusahaan lain atau perusahaan anda bisa sepenuhnya menanganinya. dimana pun itu izinkan kami memiliki pelayanan game. selama 2 bulan pegawai kami bekerja keras siang dan malam. hingga mereka mengesampingkan gaji mereka. mereka bekerja sangat keras dan hasilnya bagus. tak apa jika anda ingin mencampakkan perusahaan kami, tapi setidaknya izinkan game ini menyaksikan lampu sorot. dan tolong selamatkan para pekerja kami."ucap angga jelas
"itu kekanak-kanakan. kamu mau menggurui saya?"ucap presdir dev
"bukan begitu."ucap angga
"angga! saya tidak suka sama kamu."ucap presdir dev meninggi.
"saya mohon maaf"ucap angga
"Setidaknya memohonlah untuk mendapatkan sesuatu, agar aku tergerak untuk tanda tangan kontrak."ucap presdir dev
presdir dev menelpon sekretarisnya untuk membawa dokumen kontrak investasi.
"terima kasih banyak."ucap angga
"terima kasih"ucap wijaya
"kamu tidak bisa mencuri uang saya. kamu harus mengganti berlipat ganda."ucap presdir dev
"ya, akan saya lakukan"ucap angga
BERSAMBUNG
π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦
__ADS_1