
...
dirumah sakit. amri, manda, lisa, dan angga sedang membesuk wijaya diruang perawatan.
"mbak lisa sebenarnya apa yang terjadi?"tanya amri
"aku ga tahu mas, tiba-tiba aku melihat ia sudah tergeletak dilantai. kata dokter dia terkena serangan jantung ringan."ucap lisa dengan wajah sedih.
"apa! serangan jantung ringan!"ucap amri terkejut.
"belakangan ini perusahaan sedang krisis, mungkin itu pemicunya."ucap lisa dengan lesu.
"mbak lisa jangan khawatir disini ada banyak dokter ahli."ucap amri kepada lisa. "saya pamit pulang kembali kerestoran ya mbak."ucap amri pamit
"iya mas, makasih ya."ucap lisa kepada amri.
lalu amri beranjak pergi, ia kembali kerestoran.
lisa pun menghela nafas kasar, ia melihat kearah wijaya lalu ia melamun.
"tante... tante..."panggil manda pelan.
"oh manda!"ucap lisa terkejut.
"manda pamit pulang ya tante, kasihan deny sendirian dirumah."ucap manda kepada lisa.
"iya, terima kasih ya manda."ucap lisa
lalu ia melihat kearah angga.
"angga, kamu juga pulang istirahatlah."ucap lisa.
"apa mama baik-baik aja?"tanya angga
"mama ga papa pulanglah nak."ucap lisa
"baiklah, besok aku akan kesini lagi."ucap angga lalu beranjak bangun dari duduknya.
"kami pulang ya tante, tante juga istirahat. jaga kesehatan ya, kalo tante jatuh sakit gimana?"ucap manda penuh perhatian.
"iya nak."ucap lisa kepada manda
lalu manda dan angga pulang dengan naik mobil. didalam perjalanan, manda bertanya kepada angga.
"apa om wijaya akan baik-baik aja?"tanya manda
"ini akan sulit, mulai besok dia akan melakukan pemeriksaan fisik."ucap angga lalu diam sebentar kemudian lanjut bicara."aku akan gunakan kesempatan ini untuk istirahat dan aku akan cuti kuliah."ucap angga
kasian angga, dia pasti sedih karena om wijaya sakit.gumam manda dalam hati.
sementara dilapangan tenis, semua sudah bubar karena latihan sudah selesai. resa melihat zeo sedang mengemas barang-barangnya.
__ADS_1
"kak zeo"panggil resa
"resa?"ucap zeo terkejut melihat resa."apa kamu akan datang diperayaan pesta ulang tahun club tenis yang ke 10 tahun?"tanya zeo penuh harap.
"maaf kak kayaknya aku ga bisa datang deh. tapi aku akan bayar biayanya"ucap resa seraya mengambil beberapa uang didompetnya. "ku mohon terimalah"ucap resa seraya memberikan beberapa lembar uang kepada zeo.
dengan gugup zeo menerimanya."terima kasih res."ucap zeo gugup.
"kakak ga makan siang? yuk makan siang aku traktir deh."ajak resa kepada zeo
"ga usah repot-repot res aku bawa bekal dari rumah. kamu aja."ucap zeo
"baiklah."ucap resa dengan senyum ramah. lalu ia melangkah pergi meninggalkan zeo.
keesokan harinya dirumah sakit, angga menemui dokter yang memeriksa wijaya.
"gimana keadaan papa saya dok?"tanya angga
"dia terkena serangan jantung ringan, kalo dia terus-terus bekerja keras maka kemungkinan besar kita harus mengoperasinya."ucap dokter
"operasi!"ucap angga terkejut.
"iya. kami akan usahakan untuk menghindari jalan itu.dengan kesabaran, kita merawatnya menggunakan obat."ucap dokter
"baik terima kasih dok."ucap angga kepada dokter.
lalu dokter berlalu pergi. lalu angga masuk keruang perawatan wijaya. ia duduk disebelah mamanya.
angga heran dengan seseorang didekat wijaya.
"dia siapa ma?"tanya angga kepada lisa
"dia manajer diperusahaan papa."jawab lisa dengan pelan.
"apa dia ga lihat kalo kondisi papa belum stabil."ucap angga."dia harus dikasih tau."ucap Angga beranjak melangkah kearah manajer perusahaan namun ditahan oleh lisa.
"kayaknya pekerjaan yang penting."ucap lisa kepada angga, lalu angga duduk kembali.
"ga bisa ma. walaupun begitu, papa harus tetap istirahat."ucap angga
"kamu tahu kan gimana papa kamu. dia kalo udah A tetap A, susah untuk mengubahnya."ucap lisa
"dia sangat mengkhawatirkan pekerjaan makanya dia jatuh sakit."ucap angga.
tiba-tiba Wijaya merasa sakit didadanya. angga dan lisa bergegas mendekat kearah wijaya.
"presdir! presdir"teriak manajer cemas
"papa! papa!"teriak angga cemas
"papa! papa!"teriak lisa cemas
__ADS_1
lalu angga memencet tombol darurat, tak lama beberapa dokter dan perawat datang dan langsung memeriksa wijaya.
"maaf mas, ibu kalian silahkan keluar izinkan kami bekerja."ucap salah satu perawat.
lalu lisa dan angga pun keluar. mereka menunggu diluar. selesai diperiksa dokter dan perawat keluar dan keluarga pasien dipersilahkan masuk.
hanya lisa yang masuk, Angga hanya mematung didepan pintu. ia sangat tertekan melihat kondisi papanya.
lisa yang melihat angga melamun, ia menghampiri angga.
"hampir aja, beberapa hari lagi permainan terbaru akan diluncurkan. setelah papamu sakit pengembang permainan pergi dan menghilang. dia mendengarnya dan akhirnya kambuh lagi."ucap lisa dengan lesu dan sedih.
lalu ia pun menangis."apa yang harus kita lakukan?. papamu terbaring disana dan perusahaan juga sedang ada masalah.
"aku akan pergi"ucap angga.
"angga"ucap lisa terharu
"aku akan mengurus perusahaan papa sampai perusahaan dan papa membaik."ucap angga
"terima kasih angga."ucap lisa senang dan terharu mendengar keputusan angga. angga menatap papanya dari kejauhan.
keesokan harinya, dirumah angga lisa dan manda sedang masak didapur. lisa menceritakan kejadian semalam kepada manda.
"apa! angga bilang dia akan kerja diperusahaan om Wijaya"ucap manda terkejut
"iya sayang."ucap lisa seraya menyiapkan bekal untuk dibawa kerumah sakit.
"benarkah?"ucap manda berbinar
"benar, sekarang kondisi papa mulai baikan karena mendengar keputusan angga. dan angga sudah kembali kerumah ini lagi."ucap lisa dengan bahagia.
"syukurlah"ucap manda dengan semangat.
"angga melakukan sesuai keinginan papanya, mungkin ini yang disebut kemalangan menjadi keberuntungan."ucap lisa dengan bahagia.
setelah selesai menyiapkan semuanya, lisa membawanya dan hendak pergi.
"manda, tante pergi kerumah sakit ya"ucap lisa pamit.
"iya tante."ucap manda
"apa ga papa kalo mama nyerahin semua pekerjaan rumah sama kamu."ucap lisa merasa tak enak hati.
"ah, ga papa kok tan jangan khawatir ya."ucap manda seraya tersenyum ramah.
"terima kasih sayang. oh ya ini kesempatan kamu untuk dekat lagi sama angga, semangat!"ucap lisa kepada manda.
manda tersipu malu, lalu lisa beranjak pergi kerumah sakit.
BERSAMBUNG
__ADS_1