Nona Pelukis

Nona Pelukis
Danau Ungu


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah,terlihat para maid sedang memasak di dapur.


“Selamat pagi ma,pa” ucap Ern sambil berjalan mendekati meja makan.


“Selamat pagi juga Ern” ucap mama dan papa Ern bersamaan,setelah itu salah satu maid datang untuk meletakkan sarapan,setelah itu pergi lagi.


“Apa yang akan kamu lukis lagi hari ini?” Tanya sang papa ditengah makan.


“Rencananya mau lukis Danau Ungu pa.”


Setelah sarapan,Ern pun di jemput oleh asisten Vin.


“Apa yang akan anda lukis hari ini Nona?” Tanya Vin di tengah perjalanan.


“Aku ingin melukis Danau Ungu.” Jawab Ern singkat,setelah itu suasana menjadi hening.


Sesampainya di tujuan,asisten Vin keluar dari mobil kemudian membuka pintu. Ern pun keluar dari mobil menuju tempat yang dituju,juga di ikuti oleh asisten Vin. Ern dan Vin pun di sambut saat ingin masuk oleh petugas kebersihan,setelah itu Ern pun masuk ke ruangannya lalu bersiap-siap untuk melukis.


Siangnya


Tok tok tok


“Masuk.”


“Selamat siang Nona,ini makan siang anda.” Ucap asisten Vin sambil meletakkan makan siang.


Ern pun memakan makanan tersebut,saat sedang makan tiba-tiba


“Vin”


“Ya,Nona?”


“Menurutmu bagaimana lukisan Danau Ungu ku?” Vin pun melihat lukisan yang dimaksud itu

__ADS_1


“Lukisan anda bagus seperti biasanya Nona”


Saat pulang


“Hai Ern,sudah lama kita tidak bertemu,aku merindukanmu.”


“Apa kamu benar benar merindukanku?” Ucap Ern tak acuh lalu pergi meninggalkan Kana.


“Tentu saja Ern.” Teriak Kana sambil mengejar Ern.


Saat di depan pintu kamar Ern,Kana menahan tangan Ern agar tidak membuka pintu.


Plak


Vin memukul tangan Kana karena melihat ekspresi tak suka dari Ern,


“Vin,apa yang kamu lakukan kenapa kamu memukulku? Apa salahku?”


“Apa maksudmu menganggu kenyamanan? Memang apa yang ku lakukan?”


“Menyentuh tangan Nona.”


“Aku hanya melakukan itu lalu apa salahku?”


“Daripada anda bertanya berulang-ulang apa salah anda,lebih baik anda pergi menyelesaikan tugas anda.”


“Aku tidak ingin ber urusan dengan mu Vin,aku ingin bertemu dengan Ern”


“Bukankah anda sudah melihat Nona tadi?”


“Vin,bawa dia keluar.” Perintah langsung dari Ern.


“Baik Nona” Vin pun langsung membawa Kana keluar.

__ADS_1


“Ern apa yang kau katakan,lepaskan aku Vin!” Teriak Kana,sedangkan Ern masuk ke dalam kamar.


Sesampainya di depan gerbang Vin mendorong Kana begitu saja.


“Aduh! Vin apa yang kau lakukan!”


“Melakukan perintah dari Nona” Ucap Vin datar.


“Anda sangat menganggu,lebih baik pergi dari sini” Ucap Vin lalu segera menutup pintu gerbang.


“Hey Vin! Biarkan aku masuk!” Teriak Kana,namun Vin tak terlihat peduli dan masuk kembali ke dalam rumah.


Kana yang kesal pun memilih untuk pulang,besok ia akan datang kembali untuk bertemu dengan Ern. Semoga,begitu pikirnya.


Di tempat Ern,


“Kenapa Kana datang menemuiku bahkan mengatakan merindukan ku” Ucap Ern di depan cermin.


Ingatan Ern tentang masa lalunya dengan Kana pun terulang kembali.


“Kana apa yang ingin kamu katakan,kenapa memanggilku kesini?” Tanya Ern kecil.


“Ern maaf tapi aku harus pergi ke luar kota”


“Apa? Kenapa kamu ingin pergi Kana?”


“Ayahku punya urusan pekerjaan disana”


“Tapi kamu bilang kamu akan tetap bersamaku sampai kita besar” Ucap Ern yang hanya di balas Anggukan oleh Kana.


“Maaf aku harus pergi” Ucap Kana setelah itu berlari pergi.


“Tunggu aku Kana” Ern ingin mangejar Kana tetapi di tahan oleh asisten Vin.

__ADS_1


__ADS_2