Nona Pelukis

Nona Pelukis
Jam 12 malam?


__ADS_3

“Ke mana?”


“Ikuti saja jangan banyak bertanya.”


Var mengikuti Vin ke sebuah ruangan dan terlihat banyak lemari buku juga terlihat ada sofa dan meja di sampingnya. “Kak,kenapa membawaku kesini?”


“Bersihkan ruangan ini.” Vin memerintah tanpa menjawab pertanyaan Var. “Apa! Kenapa menyuruhku?”


“Kamu masih ingin tinggal disini,lalu kenapa aku harus mengsia-siakan mu?”


“Kalau begitu aku akan kembali ke rumah ibu lagi!” Kata Var. “Baguslah.”


'Apa! Kenapa tidak merasa sedih atau apapun itu!'


“Kenapa,apa yang kamu tunggu lagi? Cepat bersihkan ruangan ini.” Var pun mengambil sapu yang di berikan Vin. “Jika dalam 5 menit ruangan ini belum bersih,pergi dari sini.”


'Apa sih. Memerintah begitu seperti kamu itu adalah bos. Tidak bos bahkan tidak begitu!'


Var membersihkan ruangan dengan sapu tersebut. Walaupun,tangan nya bekerja tapi pikirannya terus mengerutu.


'Kenapa harus aku sih yang disuruh membersihkan ruangan ini.' Setelah setengah ruangan telah di bersihkan Var. “Waktu habis.Pergilah,aku akan memanggil tukang bersih -bersih.”

__ADS_1


“Kalau bisa begitu kenapa tidak dari tadi saja sih!” Kesal Var menjatuhkan sapu yang di pegang nya. “Itu terserahku.” Vin.


'Manusia seperti ini enak nya di apain sih!'


“Pergi sana! Kau tidak berguna sama sekali.”


'Terserahlah yang terpenting aku bebas dari ini.'


Var berjalan meninggalkan Vin dengan jalan sambil bergaya seperti sedang fashion show. Membuat Vin binggung sendiri. 'Apa gadis ini berpikir bahwa dirinya sedang fashion show? Aneh sekali.'


Dan setelah beberapa menit Vin mendapat kesadarannya kembali.


'Apa yang ku lakukan seharusnya aku menelepon tukang bersih-bersih.' Vin pun menelepon tukang bersih-bersih dan beberapa menit kemudian tukang bersih-bersih pun datang.


“Baik Tuan.” Perempuan tersebut membersihkan ruangan tersebut. “Bersihkan aku akan pergi,jika sudah selesai kunci.” Vin melempar kunci ruangan tersebut.


Di tempat Ern


“Ada apa?” tanya Ern. “Tidak ada hanya saja,anda diundang ke acara ulang tahun tuan Hataro.”


'Aku tidak pernah berpikir bahwa laki laki itu bisa ulang tahun juga.'

__ADS_1


“Baiklah,terimakasih undangannya.” Sekretaris itu memberikan surat undangan tersebut. 'Jam 12 malam ini? Dia mau ulang tahun atau apa sih.'


“Terimakasih undangannya,saya akan datang dengan senang hati.” Mulutnya memang berkata begitu tetapi hatinya berbeda.


“Baiklah urusan saya sudah selesai di sini.” Sekretaris itu berbicara. “Baiklah,sampai bertemu lagi nanti sekretaris tuan Hataro.”


Di tempat Vin


'Kemana gadis itu pergi. Baru saja melihatnya pergi tadi,tapi dia menghilang cepat sekali.'


Setelah Vin berkeliling perusahaan cukup lama dan terlihatlah ada seorang gadis duduk sambil melihat handphone nya di ruang istirahat. Dan ya itu adalah Var.


'Gadis ini benar benar.'


“Apa sudah puas beristirahat Varyn Arletta?” Var membuka headset miliknya. “Apa?”


'Lihat kan. Kamu merasa bersalah sedikit saja tidak.'


“Apa kamu tau aku berkeliling perusahaan hanya untuk mencari mu?”


“Tidak.” Var memakai kembali headset miliknya,sedangkan Vin yang menggeram kesal karena merasa tidak dianggap pun mengambil headset milik Var. “Apa sih kak.”

__ADS_1


“Mulai sekarang tidak boleh menggunakan headset lagi.” Perintah pun di berikan. 'Apa!'


“Kenapa sih kalau aku pakai headset?” Var yang merasa hidupnya di atur. “Kalau aku bilang tidak boleh,tetap tidak boleh.” Menyimpan headset milik Var di saku jas nya.


__ADS_2