
“Halo,dengan kami pihak rumah sakit. Apa ada yang terjadi?”
“Bisakah dokter kalian datang kerumah ku?”
“Dokter akan datang dalam 5 menit.” Telepon terputus.
5 menit kemudian
Ting tong
Var keluar saat mendengar suara bel. “Silahkan masuk.”
“Ayo ibu saya ada disana.”
Sesampai dikamar ibu Var,dokter tersebut langsung mengecek keadaan nya dan setelahnya mengatakan. “Ibu anda sudah meninggal.” Kata dokter tersebut. “Apa kenapa itu bisa terjadi?” Var berbicarah lirih saat mendengar kata dokter tersebut.
“Ibu anda keracunan.”
“Keracunan? Tapi ibu saya tidak makan apa apa dok hari ini!”
“Tapi ibu anda memang keracunan.” Kata dokter tersebut. “Kami akan menguburkan ibu anda.” Sambung dokter itu lagi.
Selesai pemakaman ibu Var.
__ADS_1
“Ibu,kenapa ibu pergi sangat cepat? Bahkan ayah baru saja meninggal tadi pagi dan sekarang ibu juga ikut meninggalkan kami.”
“Bagaimana keadaan kami sekarang jika tidak ada ibu.” Ern menangis dengan sesengukan. “Kak,kenapa ibu dan ayah dimasukkan kesini? Kakak sedih ya ibu dan ayah dimasukkan. Kalau begitu Ar dan Len akan mengeluarkan ibu dan ayah.” Ucap Ar sedangkan Len mengangguk tanda setuju dengan kakak keduanya.
Sekarang Ar dan Len sudah berdiri bersiap untuk mengeluarkan ayah dan ibu mereka. “Tidak perlu. Kita pulang saja.”
“Ehm baik kak.” Ucap Ar dan Len bersamaan.
Dirumah
“Kalian mandilah dulu,kakak akan disini sebentar.”
“Oke kak. Len kakak mandi duluan ya.” Ar berlari mendahului Len dan Len langsung mengejar Ar. “Ih kak tidak boleh,harus Len duluan!”
“Kak.” Var tersadar dari lamunannya saat Ar mengoyangkan tangannya. “Kenapa Ar?”
“Kakak kok melamun sih. Mandi kak Ar dan Len sudah mandi,hanya kakak yang belum.”
“Iya kakak mandi sekarang.”
Var pun selesai mandi setelah beberapa saat.
“Kak,Ar lapar.”
__ADS_1
“Len juga.”
“Tunggu sebentar ya,kakak akan masak untuk kalian.”
“Baik kak.”
Var telah sampai didapur lalu ia mencari bahan untuk dimasak,hingga ia menemukan nasi dan telur. Var pun memasak nasi goreng beserta telur diatasnya.
“Wah,kakak sangat hebat dalam memasak.” Puji Len pada Var. “Haha,terimakasih Len pujiannya.”
Mereka pun makan malam bersama tanpa ibu dan ayah untuk pertama kalinya.
“Selesai makan kalian jangan lupa gosok gigi dan tidur.” Ucap Var mengingatkan. “Baik kak.” Ucap kedua adiknya bersamaan.
Var masuk kedalam kamarnya setelah adik adiknya tidur. Ia berbaring diranjang nya sambil melihat langit langit. 'Ternyata menjadi orangtua susah juga ya,tapi dulu aku selalu menyusahkan mereka. Menuntut mereka agar memperdulikanku juga.' Var tersenyum tipis saat mengingat masa lalunya.
“Baiklah,sekarang sudah waktunya tidur. Selamat malam Var semoga mimpi indah.” Var mengucapkan kata kata yang sering diucapkan oleh ibu dan ayahnya dulu.
Paginya
Jam 04.00 pagi alarm berbunyi membuat Var bangun dari tidurnya. Ia mematikan alarm dan meregangkan tubuhnya setelah itu bangun dan segera mandi.
Var sudah mandi,dan memasak untuk dirinya juga adik adiknya. Sekarang ia sedang berjalan kekamar adik adiknya untuk membangunkannya.
__ADS_1
“Ar,Len bangun ini sudah pagi.”