Nona Pelukis

Nona Pelukis
Pertanyaan Aneh


__ADS_3

“Benarkah? Kalau begitu dia pasti akan terkenal dengan cepat.”


Var mengangguk dengan sangat cepat dan Ray fokus mengemudi. “Kira kira apa tema yang ingin kamu bawakan untuk lagu pertama mu?” tanya Ray ditengah perjalanan. “Untuk saat ini aku belum tau,tapi jika sudah diberi tau temanya akan ku katakan pada mu.” jawab Var sambil melihat Ray.


Ray mengangguk mengerti dan lanjut fokus untuk mengemudi.


Sesampainya kembali kerumah Var dan dua adiknya,


Var keluar dari mobil milik Ray dan segera masuk kerumahnya.


Ia melihat Rayn dan Ar tidur disofa dan Var berjalan mendekati keduanya. “Kalian berdua kenapa tidur disini? Tidur dikamar jangan disini.” Var menepuk pipi Rayn dan Ar,namun tidak ada balasan satupun orang dari keduanya.


“Ray bisakah membantu mengangkat Rayn dan Ar kekamar?” Var berbicara sembari melihat Ray yang duduk disofa samping Rayn.


Dan dijawab anggukan dari Ray,setelahnya Ray mengangkat Ar ke kamar. Sesaat setelah temannya itu masuk,Len keluar dari kamar.


“Kak sudah kembali?”


“Iya,kamu lapar?” Len menggelengkan kepalanya pelan dan Var mengusap kepala adiknya itu gemas. “Var aku pulang dulu ya.”


“Ah iya hati hati.”


Kembali ke tempat Ern,


Ia sudah berada di toko gantungan kunci. “Apa yang harus ku berikan ya untuk hadiah Kana?” Bertanya pada dirinya sendiri saat melihat gantungan gantungan kunci tersebut. Tiba tiba seorang penjual datang dan bertanya. “Apa ada yang ingin anda beli?”


“Ah iya saya ingin membeli gantungan kunci untuk teman saya yang mau ulangtahun.”


“Oo untuk teman yang sedang berulang tahun ku sarankan anda memberi gantungan kunci yang ini.” Penjual tersebut menunjukkan gantungan kunci bergambar beruang yang memegang conta bertuliskan 'hbd'. “Ah ini sangat bagus terimakasih sudah membantu memilih.” Ern mengambil gantungan kunci yang dipegang oleh penjual tersebut lalu menundukkan kepala sembari mengucapkan terimakasih.


“Berapa harga gantungan kunci ini kak?”


“Kami sedang ada event diskon jadi harganya hanya 5 ribu.” Ern mengeluarkan uang 50 ribu dan memberikannya. “Eh apakah anda bisa memberi 5 ribu saja? Saya tidak mempunyai uang receh.”


“Tidak apa ambil saja semuanya,tidak perlu memberi kembalian.”


“Benarkah? Terimakasih,semoga takdir membalas anda dengan baik.” Doa penjual tersebut pada Ern. “Terimakasih,semoga anda juga dibalas baik oleh takdir. Saya permisi dulu ya.” Ern menundukkan kepalanya hormat sekali lagi pada penjual tersebut dan keluar dari toko tersebut. ‘Dia anak yang sopan.’ Pikir penjual tersebut.


Ern keluar dari toko tersebut dan melihat ada seseorang yang sedang duduk ditepi jalan dengan pakaian formal,Ern yang melihat itu segera mendekati pria tersebut. “Permisi,apa ada yang terjadi denganmu?” tanya Ern saat sudah berdiri disamping pria tersebut. “Aku tidak mendapat pekerjaan.” Jawab pria tersebut dan ia melanjutkan kata katanya lagi. “Aku tidak diterima di perusahaan mana pun,sedangkan aku harus membiayai keluargaku. Anakku juga sudah mau masuk sekolah.” Lanjut pria tersebut lagi.

__ADS_1


“Aa bagaimana jika kamu bekerja di perusahaanku?”


“Benarkah?” Mata pria tersebut bersinar terang tanda bahwa ia setuju. “Terimakasih,semoga kebaikan anda dibalas oleh yang berkuasa.” Pria tersebut menundukkan kepalanya.


Ern pun berjalan kearah rumahnya dan ia melihat kembali seorang tunanetra yang berjalan dengan dibantu tongkat. Ern melihat orang tersebut berjalan menabrak pot bunga dan dimarahi oleh pemilik bunga tersebut.


Ern menelpon pria tadi dan menyuruhnya datang ke tempat ia berada. Beberapa menit kemudian pria tersebut datang. “Apa ada ya g ingin ku lakukan untuk kamu?”


“Hmm,ada. Tugasmu adalah menjaga wanita tunanetra tersebut.” Ern menunjuk wanita tersebut dan terkejut saat pria tadi membalas. “Saya memang selalu menjaga dia. Itu istriku.”


“Kalau begitu selalu lah berada disampingnya untuk menjaganya dari hal apa pun.” kata Ern. “Aku akan membayarmu 1 juta dalam sebulan.”


“Baik.” Setelah itu Ern pun akhirny pulang kerumah. “Ma,pa aku pulang.” ucap Ern setelah ia membuka pintu. “Selamat kembali,mandi sana.”


“Iya ma.” Ern menuruti kata kata mamanya itu dan pergi ke kamarnya meletakkan gantungan kunci tersebut lalu masuk ke kamar mandi.


Sementara ditempat Vin


“Akhirnya tugasku selesai.” Vin yang duduk tegap dimeja kerjanya pun menjadi bersandar dikursinya sembari menutup mata tanda kelelahan. Seketika ia teringat tentang masa masa Var masih tinggal 1 apartement dengannya.


Flashback on


“Kak,aku membuat kopi untukmu.”


Var meletakkan kopi tersebut dan keluar dari ruangan Vin. Beberapa jam kemudian,Var masuk kembali keruangan Vin. Dan ia melihat kopi yang dibuatnya tidak di sentuh sedikit pun oleh Vin.


“Kak,kenapa kopinya tidak diminum?”


“Kau pikir aku mau minum kopi yang telah kau beri racun? Minum sendiri sana.”


“Kak,aku tidak memasukkan racun kok.”


“Kau pikir aku tidak tau rencanamu. Keluar sana.”


Flashback off


“Ck,kenapa aku mengingat kejadian itu lagi. Lagipula aku melihat dia memasukkan sesuatu dikopi itu.”


Peristiwa sebelum sebelum sebelumnya :)

__ADS_1


Vin sedang mengerjakan tugas dari Ern dan ia melihat ke komputernya yang terhubung dengan cctv. Ia melihat bahwa Var sedang membuat kopi dan terlihat Var memasukkan sesuatu dikopi tersebut.


“Cih apa dia tidak niat membuat kopi untukku hingga memasukkan racun. Lihat saja kau nnti Varyn Arletta.”


Peristiwa sebelum sebelum sebelumnya selesai :)


Ditempat Var dan adik dua bersaudara tapi beda jenis :))


“Ar,Len ayo makan malam.”


“Iya kak.” Kedua adik berbeda jenis itu berlari ke meja makan. “Jangan berlari nanti jatuh.” Dan ternyata benar terjadi tapi bercanda :)


Mereka pun makan dimeja makan tapi iyalah dimeja tidak mungkin dikursi :)


Saat tengah makan


“Kak,kapan kakak akan dapat pacar?”


“Kenapa?”


“Kakak selalu sendiri seperti sad girl.”


“Tidak apa yang penting happy.”


“Ck,kakak tau tidak. Kalau kakak itu sudah bertahun tahun sendiri,apa kakak tidak bosan?”


“Tidak sih sebenarnya.”


“Kakak tidak tahu kalau kak Ray menyukai kakak.”


“Kakak tidak percaya. Lagipula dia hanya teman kuliah kakak. Pun kenapa kamu bertanya pertanyaan aneh seperti itu?”


“Tidak ada hanya saja penasaran,ya Len bertanya saja.”


Mereka pun makan malam dengan hening tanpa suara lagi.


Sementara ditempat Ern,


Mereka juga sedang makan malan dengan sangat damai. Dan tiba tiba terdengar suara, “Ma,”

__ADS_1


“Hm,apa?”


“Gantungan kunci yang Ern beli tadi bagus tidak?” Ern menunjukkan gantungan kunci itu pada mamanya. “Bagus sekali nak,sini papa liat.” Bukan mama yang menjawab tetapi papa Ern. Tetapi,ia tetap memberikan gantungan kunci itu untuk dilihat papanya lebih dekat.


__ADS_2