
“Kenapa sih! Kembalikan headsetku kenapa sih kak.” Var tetap bersikeras ingin headsetnya kembali. “Tidak akan.”
“Sudahlah,ambil saja headset itu. Lagipula aku bisa mmebelinya lagi.”
“Jika kamu berani membeli headset lagi,ku hancurkan handphone mu!” Ancaman yang sama sekali tidak di perdulikan. “Aku tidak takut.” Sambil menunjukkan handphone nya.
Vin mengambil handphone milik Var dan membukanya. “Kembalikan handphone ku!” Mengulurkan tangan nya. “Bagaimana jika aku tidak mau?”
Var mendekat ke arah Vin untuk mengambil handphone nya. “Kembalikan handphoneku kak!” Dan Var tidak memperhatikan posisi nya hingga terjatuh di tubuh Vin. “Apa yang kamu lakukan!”
Var pun mengambil handphone nya dan berdiri. “Handphoneku aku mencintaimu.”
“Cih,handphone mu memang kembali tetapi headset mu masih padaku.” Vin menunjukkan senyuman licik nya. “Ambil saja aku juga tidak peduli.”
Disaat Vin ingin berbicara lagi, Ern datang kearah mereka. “Selamat siang nona.” Vin membungkukkan badannya. “Ada apa disini? Aku dengar katanya ada pasangan yang bertengkar disini.” Vin dan Var menggelengkan kepalanya bersamaan,dan Ern mengerti maksudnya.
“Aku mengerti jadi kalian berdua pasangan yang bertengkar tadi haha.” Kami tidak bertengkar Nona.” Ucap Vin dan Var bersamaan. “Sudahlah,ayo kita pergi ke mall”
“Untuk apa Nona?” Tanya Var pada Ern. “Tuan Hataro ulangtahun jam 12 malam ini.” Var pun mengangguk tanda mengerti.
Dimall
“Var ayo kearah sana.” Ern menunjuk suatu tempat di mall tersebut,sedangkan Var hanya mengiyakan. Ern belanja terlalu banyak dan Vin terlihat kesusahan membawa barang tersebut.
“Emm,Nona bukankah kita sudah belanja terlaku banyak?Bahkan kak Vin terlihat susah membawa barang tersebut.”
“Benarkah?” Ern melihat kebelakang. “Kalau begitu kamu bantu pacarmu.” Dan akhirnya Var juga membawa barang belanjaan tersebut.
__ADS_1
Setelah berjam-jam belanja,mereka pun akhirnya kembali ke mobil.
'Akhirnya selesai,jari ku rasanya akan keriting.' Var.
'Hah! Sangat melelahkan berbelanja bersama Nona.' Vin.
“Kalian ternyata sangat suka berbelanja ya.” Ern berbicara. “Tidak Nona!” Ucap Vin dan Var bersamaan. “Tapi kalian terlihat sangat senang berbelanja.”
'Terserahmu lah Nona.'
Di gerbang depan rumah Ern.
“Jangan lupa jemput aku jam 21.30 nanti lagi ya Vin.”
“Baik Nona.” Vin menundukkan badannya lagi.
“Kembalikan headsetku!”
“Kamu bilang tidak mneginginkannya lagi tadi.”
“Itukan tadi sekarang berbeda lagi!”
“Lalu? Peduliku apa?”
“Kembalikan headsetku pokoknya!”
“Headsetmu sudah ku buang.” Vin dnan santainya berbicara.
__ADS_1
“Apa! Kenapa kamu buang kak!”
“Terserahku. Sudahlah aku ingin mandi.”
Jam 21.20 Vin dan Var pun bersiap untuk menjemput Ern. Dan sesampainya di rumah Ern.
Mereka menunggu beberapa menit dan Ern pun keluar. “Selamat malam Nona.”
“Malam juga Vin,malam Var.” Ern pun masuk ke dalam mobil begitupun Var.
Di dalam mobil.
“Var kamu terlihat sangat cantik menggunakan gaun tersebut.”
“Terimakasih Nona.”
Di pesta ulangtahun tersebut.
“Ern ini kamu? Sudah ku pikirkan kamu akan datang.”
“Selamat malam tuan Hataro.”
“Ayo duduk disini.” Hataro mengabaikan salam dari Ern. Ern pun duduk di kursi yang di tunjuk oleh Hataro. “Apa kamu pelayan Ern?” Tanya Hataro pada Var. “Ehh tidak juga.”
“Siapa nama mu?”
“Namaku Varyn Arletta tuan. Anda bisa memanggil saya Var.” Var menundukkan badannya pada Hataro.
__ADS_1
“Varyn nama yang bagus seperti orangnya.” Puji Hataro pada Var. “Maaf tuan Hataro bukankah sebaiknya anda menikmati pesta ulangtahun anda. Kenapa anda malah menggangu pacarku?”