Nona Pelukis

Nona Pelukis
Aku Takut


__ADS_3

'Kenapa aku bisa merasa takut sendiri seperti ini.' Pikir Var merasa merinding. “Kenapa? Apa kamu merasa takut?” Ern tau apa yang sedang dipikirkan oleh Var dari ekspresinya.


“A-ah takut? Saya tidak takut nona,sayakan pemberani.”


“Benar-” Ucapan Ern terpotong karena tiba tiba Var mnegatakan sesuatu setelah itu berlari keluar dari ruangan Ern. “Huaa,kak Vin aku takut.”


“Eh barusan dia bilang tidak takut kan?” Ern merasa binggung dengan Var yang tiba tiba berlari keluar ruangan. Beberapa menit kemudian,terdengar seseorang mengetuk pintu lalu berkata, “Nona,apa kami boleh masuk?”


“Masuklah.” Setelah itu terlihat Vin masuk keruangan dan Var yang menempel dibelakang punggung Vin. “Var,turunlah.”


“Huaa tidak mau aku takut.” Var masih menempel dibelakang punggung Vin.


'Eh pertama kalinya aku melihat Vin menggendong Var. Aku harus memfoto momen ini.' Pikir Ern.


Saat Var masih menempel dibelakang punggung Vin,Ern memfoto tersebut ditambah wajah Vin dan Var yang berhadapan. Ern merasa sangat hebat dalam hal ini.


“Wah,aku dapat fotonya!” Ern berbicara tiba tiba. “Foto apa nona?” Ern langsung menunjukkan yang ia foto tadi. “Nona,kenapa anda memfoto itu?”

__ADS_1


“Karena apa ya,aku tidak tau. Lagipula kalian terlihat seperti pasangan sangat cocok.”


“Kami bukan seorang pasangan nona.” Bantah Vin yang tidak setuju dengan Ern. “Ya,ya terserahmu saja lagipula itukan dimatamu. Kalau dimataku kalian sangat cocok.” Ern masih setuju dengan pendapatnya.


“Eh tapi kenapa kamu menggendong Var sampai kesini?” Tanya Ern pada Vin yang mencoba membuat Var turun dari badannya. “Jadi tadi begini nona.”


Flashback on


Var yang takut pun berlari keruangan Vin.


Sesampai diruangan Vin


Seseorang menendang pintu tersebut,membuat Vin yang sedang bekerja kaget hingga spontan berdiri dari duduknya dan berteriak. “Siapa itu!”


“Kakak!”


“Apa. Kenapa menendang pintu!”

__ADS_1


“Aku takut.” Var berlari dan bersembunyi dibelakang kursi Vin. “Kenapa kau takut? Speeti anak kecil saja,ingat kau sudah besar.”


“Nona,terlihat menyeramkan.” Ucapan Var membuat Vin kaget. “Apa kau melakukan sesuatu yang membuat nona marah?”


“Aku pikir tidak,tapi nona terlihat menyeramkan kak.” Var merengek seperti anak kecil yang meminta susu cokelat. “Ck,kau ini. Pergilah keruangan nona dan minta maaf.”


“Aku takut.” Vin memutar bola mata nya malas ketika mendengar ucapan Var. “Baiklah,ku temankan.” Vin berdiri dari tempat duduk akhirnya,tetapi Var masih bersmbunyi dibelakang kursi Vin. “Jangan bersembunyi. Berdirilah.”


“Aku takut.” Karena Var masih bersembunyi dibelakang kursinya,akhirnya Vin berjalan mendekat dan menggendong Var untuk keruangan Ern. Dan itu membuat Vin menyesal telah menggendong adik saudaranya.


Flashback off


“Ah begitukah,hahahah.” Ern tertawa dibuat buat,karena merasa jika ia memang benar benar menyeramkan. “Cepatlah minta maaf atau aku akan memberitahu ibumu.” Ancaman dari Vin membuat Var sedikit membuka mulut. “Maaf nona.”


“Ah tidak apa-apa lagipula merasa takut itu wajarkan.” Ern berbicara dengan kata kata bijak,tetapi pikrannya hanya terfokus pada semenyeramkan apa wajah yang ia tujukan pada Var tadi. “Sudah selesaikan? Aku akan kembali keruanganku untuk menyelesaikan tugasku. Tetaplah disini bersama nona nanti aku akan kesini lagi.”


“Oke tapi janji ya kak.” Var menegakkan jari kelingkingnya dan Vin menyetujuinya. “Saya permisi nona.” Vin menunduk. “Baik,lanjutkan tugasmu hingga selesai.”

__ADS_1


“Baik nona.” Vin menutup pintu perlahan.


“Ee Var kenapa kamu takut,padahal aku ingin bertanya hadiah apa yang harus ku berikan pada Kana.”


__ADS_2