Nona Pelukis

Nona Pelukis
Terlambat Menjemput Ar dan Len


__ADS_3

Sepulang dari kampus


“Var,apa kamu mau kerumahku?”


“Untuk apa?”


“Mengerjakan tugas lagi pula biasa kan begitu.”


“Untuk saat kali ini tidak dulu ya. Aku ada urusan pneting.” Var langsung berjalan dengan sedikit berlari karena sudah waktunya Ar dan Len pulang dari sekolah.

__ADS_1


Ditengah perjalanan menjemput Ar dan Len,


“Hei gadis cantik,mau kemana?” Datang satu laki laki yang langsung menoel dagu Var. Awalnya Var tidak menjawab dan berjalan dengan sedikit berlari tetapi laki laki tersebut berbicara lagi. “Kenapa tidak menjawab? Jangan pergi begitu cepat,kita bisa bermain sebentar bukan?” Var langsung menepis kuat tangan laki laki tersebut yang ingin menyentuh dagu Var lagi.


“Aku sibuk.” Var menjawab dengan singkat,padat,dan jelas. “Jangan kasar begitu dong cantik.”


“Wah,kau sepertinya tidak suka diperlakukan dengan baik ya. Kalau begitu aku akan memperlakukanmu dengan kasar sekarang.” Laki laki tersebut pun menarik tangan Var dan membawanya kesebuah gang. “Apa yang mau kau lakukan! Lepaskan aku!” Var mencoba melepaskan tangannya yang ditarik oleh laki laki tersebut. Sesampainya didalam gang tersebut terlihatlah segerombolan teman laki laki tersebut datang.


“Beri dia pelajaran sekarang.” Perintah dari laki laki tersebut setelahnya Var pun menjawab. “Kalau kamu mau mengajariku bilang dari tadi dong.” Var langsung mengeluarkan pertanyaan tentang pelajaran yang ia ingat. “Ck,sepertinya dia bukan perempuan biasa. Ayo kita pergi cari mangsa baru saja.” Laki laki tersebut menyerah karena tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Var. “Baik bos.” Merekapun berjalan meninggalkan Var. Sedangkan,l Var tersenyum tidak berdosa karena memang itu yang ia rencanakan. 'Baiklah,sekarang aku hanya perlu menjemput Ar dan Len.'

__ADS_1


Setelah disekolah kedua adiknya.


“Itu kak Var.” Len berbicara sembari menunjuk kearah Var yang berlari kearah mereka. “Maaf,kakak terlambat.” Terlihat kakak mereka bernapas dengan terengah-engah. Guru kedua adiknya pun melihat kearah Var yang masih menarik napasnya. “Apa kamu kakak dari Elena Finley dan Arka Finley?” Tanya guru tersebut. “Iya bu,saya kakak dari Elena dan Arka.” Var menundukkan kepalanya kearah guru Len dan Ar.


“Lambat sekali kamu menjemput adik-adikmu.” Ucap guru tersebut pada Var. “Ah maaf,saya ada urusan sebentar tadi.” Var berbicara sambil menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal. “Sebentar? Kamu bilang sebentar,ini sudah setengah jam. Dan kamu bilang ini sebentar,apa kamu tidak kasihan dengan adik adikmu! Lagipula kemana ibu dan ayahmu,menjaga anak anaknya saja tidak benar.” Kata guru tersebut menyudutkan Var dan keluarganya. “Maaf bu,tapi tolong jangan bawa bawa orangtua kami. Anda bisa menyalahkan saya tapi jangan aalahkan orangtua kami.” Var berbicara dengan sedikit murung. “Kenapa? Kamu sepertinya anak yang sangat menyayangi orangtuamu ya sampai sampai tidak senang orangtuamu disebut.” Sinis guru kedua adik-adiknya pada Var. “Maaf bu,tapi kami permisi terlebih dahulu. Selamat siang.” Setelah mengatakan itu,Var pun mengajak adik adiknya untuk pulang kerumah.


“Kak,maaf ya kalau perkataan guru Len dan kak Ar menyakiti perasaan kakak.” Len berbicara pada kakak pertamanya,saat melihat raut wajah kakaknya sedikit murung. “Ah tidak apa kok Len. Kakak tidak apa-apa.” Var tersenyum dengan sedikit dipaksa karena tidak ingin adik-adiknya khawatir. Setelahnya Var mengingat kembali kata-kata guru Len dan Ar.


'Bagaimana bisa aku akan biasa saja,jika orang lain membawa nama ibu dan ayah dalam kesalahanku.' Var.

__ADS_1


__ADS_2