
“Benarkah dia pacarmu Vin?” Tanya Hataro memastikan. “Tentu saja.”
“Aku tidak percaya kamu berpacaran. Varyn apakah benar kamu berpacaran dengan Vin?”
“Tidak.” Ucap Var. “Iya.” Vin ikut menjawab. “Vin jangan berpura-pura pacaran dengan Varyn ya. Dia tidak cocok denganmu dia hanya cocok denganku.” Hataro menarik Var kesampingnya,dan Vin mengambil Var kembali. “Apa yang anda lakukan? Lepaskan pacar saya!”
“Tidak. Dia tidak cocok denganmu! Varyn hanya cocok denganku saja.”
“Saya lebih mengenal banyak tentangnya dibanding anda tuan!”
“Aku tau namanya.”
“Siapa namanya?”
' Lihat anda kebinggungan kan menjawabnya.' “Varyn Amelia.” Hataro.
“Menyebut namanya saja masih salah bagaimana dia bisa menjadi pacar anda.”
“Cih,dia pasti lebih suka aku daripada kamu.” Beberapa menit kemudian akhirnya Var berhasil diambil kembali oleh Vin. “Kembalikan Varyn!”
“Dia tidak suka dengan laki laki yang berambut keriting.” Ucapan Vin berhasil membuat Hataro terdiam beberapa saat. “Sialan kamu Vin.”
“Var juga tidak suka dengan laki laki yang suka berkata kasar.” Dan itu artinya anda tidak cocok unuk menjadi pacar Var.”
“Kalau begitu biarkan Varyn yang memilih ingin berpacaran dengan siapa.Dan dia pasti memilihku.”
“Var.” Panggilan dari Vin membuat Var melihat kearah nya. “Kamu pilih aku atau dia?” Vin bertanya sambil menunjuk Hataro.
'Apasih bertanya begitu. Membuat aku binggung saja!'
“Kenapa diam? Ayo pilih aku.”
__ADS_1
“Habis kamu kalau pilih dia!” Vin berbisik ditelinga Var membuatnya merasa merinding. “Aku pilih kak Vin.”
“Kenapa? Kenapa kamu memilihnya?”
Vin melihat Var dengan tatapan tajam seperti mengatakan "Jika kamu mengatakan yang sebenarnya habis kamu!"
“Karena aku menyukai kak Vin.”
'Hal gila apa yang telah ku lakukan. Mereka benar benar seperti dua harimau yang sedang berebut makanan.'
“Permisi tuan Hataro,ini hadiah ulangtahun anda.” Ern berbicara dari belakang. “Terimakasih.”
“Oh iya,bisakah kamu menceritakanku tentang Varyn?”
“Maaf,tapi saya tidak bisa.” Jawaban Ern membuat wajah Hataro masam.
Plak
“Bukan urusanmu.” Vin segera menarik tangan Var supaya ia mengikutinya. “Hei. Kemana kamu mau membawanya pergi!” Vin tidak menjawab Hataro dan pergi begitu saja.
Ditempat Vin dan Var
“Apasih kak. Sakit tau!”
“Apa kamu menyukai ku?” Tanya Vin. “Tidak.”
“Kenapa? Kamu jelas tadi bilang menyukaiku.”
“Iyakan itu karena kakak yang mengancamku. Tidak mungkin kakak lupa secepat itu.”
“Kapan?” Vin bertanya. “Apa?”
__ADS_1
“Kapan aku mengancam mu?”
“Apa kakak amnesia mendadak?”
“Terserahmu saja.” Vin berjalan meninggalkan Var. “Tunggu aku kak.”
Setelah pesta selesai
“Var,apa kamu menyukai Vin?” Ern bertanya setelah ia masuk kemobil. “Saya tidak menyukai kak Vin,Nona.”
“Kenapa?”
“Dia mengancam akan menghabisi ku jika memilih orang tadi.” Var berbicara sambil mengadu,membuat Ern tertawa. “Haha,itu artinya Vin mulai menyukaimu.”
“Apa benar?” Ern mengangguk tanda iya. “Tapi aku juga tidak yakin Nona.”
“Kenapa?” Ern bertanya pada Var. “Karena aku tidak menyukai kak Vin,dan kak Vin juga tidak menyukaiku.”
“Apa kamu yakin?”
“Tentu saja Nona.”
Selesai mengantar Ern,Vin membawa Var ke suatu tempat.
“Dimana ini kak?”
“Hutan.”
“Untuk apa kita kesini?”
“Menjualmu pada binatang buas.”
__ADS_1