Nona Pelukis

Nona Pelukis
Kotak dikamar Ern


__ADS_3

“Kakak! Jawab yang betul kenapa sih.”


“Terserahku.”


“Mau mu apasih kak!”


“Aku mau menjualmu.”


“Kenapa sih aku punya kakak saudara yang jahat sekali.”


“Biarin. Memang tidak senang?”


“Ck,sudahlah.”


Beberapa menit kemudian,mereka berhenti ditempat yang dituju.


“Kak. Kita mau melakukan apasih sampai kesini?”


“Kau tidak dengar? Aku bilang aku ingin menjualmu pada binatang buas.”


“Tidak lucu.”


“Memang kapan aku bilang lucu?” Sudahlah ayo keluar.”


“Tidak mau.”


“Cepatlah.”


“Aku kan sudah bilang tidak mau!”


“Terserah dirimu saja.” Vin keluar dari mobil dan mengambil kamera dikursi belakang. Dan Vin perlahan berjalan meninggalkan Var,tetapi terdengar suara seseorang membuka mobil dan memanggil namanya.


“Kak! Tunggu aku.”


“Kenapa. Kau bilang tidak mau ikut.”

__ADS_1


“Iya itukan itu tadi kalau sekarang kan beda lagi.”


“Kita akan kemana?”


“Mencari harimau.” Vin membuat Var semakin binggung. “Untuk apa?”


“Menyuruhnya menelanmu bulat-bulat.”


“Sudahlah,aku akan mencari langit saja. Emm tapi langitnya dimana ya. Langit oh langit kemana kamu langit.”


“Itu langit diatasmu pintar.”


“Oh iya ya heheh.”


Sementara ditempat perempuan satu lagi yang diakui majikannya.


Terlihat Ern sudah terbaring diatas tempat tidur dengan ditutupi oleh selimut tebal miliknya.


“Tidurlah yang nyenyak anakku. Kau sudah bekerja keras selama ini.” Ucap seorang wanita yang diakui sebagai mama nya. “Apa ini?” Kata papa Ern. “Hm ada apa?”


“Entahlah.” Mereka menatap kotak itu beberap menit dan karena rasa penasaran yang sangat besar,papa dan mama Ern ingin membuka kotak itu tetapi terdengar suara dari atas ranjang. “Pa,ma apa yang sedang kalian lakukan?” Ern terbangun karena mendengar suara pembicaraan mama dan papanya.


“Ern kenapa kau bangun?” Tanya mama Ern kaget ketika mendengar suara Ern. “Kenapa memangnya ma?”


“Eh tidak ada kok. Mama sama papa keluar dulu ya.” Mama dan papa Ern pun keluar dari kamarnya dan menutup pintu dengan pelahan.


Diluar kamar Ern.


“Hah,hampir saja kita ketahuan.” mama Ern menarik napas dalam sambil memegang dadanya. Dan begitupun dengan papa Ern. “Iya,hampir saja.”


“Tapi aku masih penasaran dengan apa isi kotak tersebut.”


“Besok sajalah kita buka dan lihat saat Ern pergi.” Sekarang kita tidur saja.” Mama Ern pun mengangguk setuju.


Kembali ke Var dan Vin

__ADS_1


Mereka sudah berada disungai sekarang. Vin berjalan sambil melihat-lihat pemandangan sungai dimalam hari tersebut. “Kenapa kesini kak?”


Vin tidak menjawab dan mengangkat kamera tersebut kearah selatan.


Cekrek


Cekrek


Cekrek


Vin memfoto pemandangan tersebut sebanyak 3 kali. Menurunkan kameranya melihat hasil foto tersebut,menghapus dan memfoto lagi.


Var hanya melihat pergerakan Vin karena tidak mengerti apa yang dilakukan Vin. Beberapa detik kemudian ia mengalihkan wajahnya melihat kearah langit. Sedangkan Vin masih fokus terhadap hasil fotonya.


Beberapa menit kemudian


“Kak,sampai kapan kita akan disini?”


“Sebentar lagi.”


“Aku akan kembali kemobil dulu.”


“Tidak boleh.” Var melihat kearah Vin. “Kenapa?”


“Temani aku disini sebentar saja.Tidak ada penolakan.”


Var pun menemani Vin disungai tersebut.


“Kapan kau akan pulang?” Tanya Vin secara tiba tiba. “1 minggu lagi.”


“Apa kau benar akan pulang?”


“Sebenarnya aku juga tidak mau,tetapi aku harus menemani mamaku lagipula aku juga masih kuliah.”


“Setelah tamat kuliah bekerjalah disini.”

__ADS_1


“Aku tidak bisa kak. Aku harus membantu mamaku berjualan ditoko.”


__ADS_2