
“Tidak mungkin kan kotaknya jalan terus sembunyi!”
“Iya!Tidak mungkin kotaknya sembunyi.”
Mereka merasa tidak puas karena tidak mengetahui isi kotak tersebut,papa dan mama Ern pun langsung mengacak acak kamar anak tunggalnya tersebut.Mereka merasa semakin emosi karena tidak menemukan kotak tersebut.
“Aaaaaaa!Dimana sih kotak tersebut membuat orang frustasi saja!”Kesal mama Ern yang tidak bisa ditahan lagi.Papa Ern pun membuka laci dilemari dan meja anak tunggalnya,saat papa Ern membuka dilaci satunya terlihatlah kotak yang sedang mereka cari.
“Ini dia kotaknya!Yeyyyyy aku menemukannya!” Teriak papa Ern sangat senang.“Dimana pa!”
“Ini ma.Papa menemukannya!”
“Kalau begitu cepat buka!”Kata mama Ern merasa tidak sabar.Papa Ern pun membuka kotaknya dan terlihat dikotak tersebut belum di isi satu barangpun ataupun kertas.Melihat itu mama Ern pun langsung jatuh terduduk,wanita itu merasa kakinya sangat lemas untuk saat ini hingga tidak mampu menahan badannya.“Kenapa tidak ada isinya.”Mata mama Ern pun terlihat akan meneteskan air matanya.
“Kemana semua isinya!”Mama Ern pun berteriak karena merasa marah sekaligus sedih.
“Sabar ma,sabar jangan emosi.”Kata papa Ern yang berusaha menenangkan istrinya,meskipun ia juga merasakan hal yang sama seperti istrinya.
__ADS_1
Flashback on
“Hmm,beberapa hari lagi Kana ulangtahun.Aku akan menyiapkan hadiah untuknya.” Ern berpikir cukup lama hanya untuk memikirkan hadiah apa yang akan diberi apa pada Kana.Sehingga ia terpikir untuk membuat kotak terlebih dahulu.
Flashback off,kembali ke Vin,Var dan Ern
Mereka sudah sampai ke perusahaan,sekarang mereka sedang berjalan melewati lorong perusahaan.
“Vin,Var.”
“Bagaimana jika anda memberi boneka dan bunga?” Var berpendapat.
“Kau pikir nona akan melamar temannya?” Vin berbicara.
“Memang kakak pikir hanya orang yang ingin melamar memberi boneka dan bunga?” Var berbicara lagi. “Kenapa kau tidak senang?”
“Memang kalau aku memberi bunga pada ibuku dihari ibu artinya aku ingin melamar ibuku!”
__ADS_1
“Aku baru tau kalau kau itu suka sesama jenis.” Vin berbicara sambil melihat kearah Var dan Var juga membalas tatapan tersebut dengan tajam.
“Sudahlah,kalian ini selalu saja bertengkar. Seperti seorang pasangan saja.”
Mendengar itu Vin dan Var bernapas kesal,sedangan Ern tertawa. Mereka bertiga pun berjalan melewati lorong perusahaan dengan diam tanpa bicara. Hanya terdengar suara langkah kaki mereka.
Sedangkan para karyawan perusahaan yang sedang bekerja menjadi tidak fokus karena melihat mereka.
Sesampainya diruangan Ern. Vin menyiapkan jus semangka dan buah,lalu membawa jus semangka dan buah yang diatas nampan untuk Ern.
“Ini nona.” Vin berbicara setelah meletakkan nampan dimeja Ern.Ern pun langsung memakan buah tersebut lalu berkata. “Vin,pergilah keruang kerjamu dan lanjutkan tugasmu yang semalam.”
“Baik nona.” Vin menunduk setelahnya erjalan kearah pintu,membuka lalu menutup pintu tersebut dengan perlahan.
“Duduklah Var,kamu akan merasa lelah jika terus berdiri.” Ern menunjuk kursi didepannya. “Tidak nona,saya akan berdiri saja lagipula saya tidak merasa lelah.”
“Duduklah,lagipula aku juga tidak akan memakanmu.” Ern berbicara dengan sedikit tawa yang menurutnya lucu,tetapi menurut Var sendiri itu terlihat menyeramkan. Var masih tetap berdiri ditempatnya dan saat Ern melihat kearah Var,ia langsung mengatakan sesuatu. “Baik nona,saya akan duduk.”
__ADS_1