
Var terus berpikir tentang adik adiknya hingga ia sampai ditaman sekolah. 'Tapi beberapa bulan lagi aku akan lulus,akan sangat disayangkan jika aku berhenti. Baiklah aku akan bertahan hingga lulus.' Tekan Var pada dirinya sendiri.
“Yo girl.” Ucap salah satu teman Var yang membuatnya langsung mengarahkan wajahnya kearah temannya itu. “Eh? Kenapa?”
“Tidak ada.”
“Ku pikir ada hal penting.”
“Memang aku hanya boleh bicara padamu jika ada hal penting ya?”
“Iya.”
“Singkat sekali bicaramu. Dulu kan kamu yang sering mengajak ku bicara duluan.” Kata teman Var. “Sekarang kamu sudah besar ya.” Lanjut nya lagi. “Memang kamu pikir aku akan selamanya kecil?”
“Tau juga kamu tentang apa yang ku pikirkan.” Ia berbicara sambil di iringi tawa. “Sudahlah,aku lelah.” Var langsung berdiri dan berjalan menjauh tanpa mendengar kata-kata temannya lagi. “Hei,kamu bilang lelah lalu kenapa berjalan?”
Var tidak menjawab dan berjalan semakin jauh. “Aneh sekali dia.” Teman Var pun juga berjalan ke kelasnya.
Sementara disekolah Ar dan Len
__ADS_1
“Len,apa yang kamu bawa hari ini?” Tanya teman Len saat melihat temannya menghayal. “Ah aku tidak membawa makanan.”
“Kenapa? Bukankah semalam ibumu selalu membuatkanmu makanan untuk dibawa?”
“Ibuku tidur,jadi kakakku yang membuatkanku makanan semalam. Tapi hari ini kakakku bangun terlambat jadi tidak ada waktu untuk membuatkanku makanan untuk dibawa hari ini.” Jelas Len pada temannya panjang lebar. “Ooh.”
“Kalau begitu apa kamu mau aku membelikanmu makanan?”
“Aku juga tidak lapar,jadi tidak perlu.”
“Baiklah.”
“Ini tadi kakakmu menitipkan makanan untukmu dan Arka Finley kelas 4B.” Guru tersebut memberikan dua buah lunchbag. “Baik bu,terimakasih.” Len mengambil dua buah lunchbag tersebut. Setelahnya ia segera kekelas kakak keduanya untuk memberikan lunchbag tersebut.
Len sekarang berada didalam kelas kakak keduanya. “Kenapa?”
“Ini ada makanan dari kak Var.” Len menyerahkan satu tas lunchbag tersebut. “Terimakasih.”
“Hm.” Len menjawab dengan singkat. Setelahnya ia keluar dari kelas kakaknya dan berlari ke kamar mandi.
__ADS_1
Sebelumnya,ia meletakkan lunchbagnya disamping kursi kamar mandi. 'Ah rasanya aku sudah menahan dari tadi.'
Beberapa menit kemudian ia sudah kleuar dari kamar mandi mebawa lunchbag nya kekelas. Setelah dikelas ia pun mengeluarkan kotak makan dari lunchbag tersebut tapi.
Kringgg
Bel berbunyi saat Len akan memakan makanannya. 'Yah,padahal aku baru ingin makan tetapi belnya sudah berbunyi.'
Guru pun masuk dan melihat Len yang ingin menyimpan makanannya yang belum tersentuh sama sekali. “Len,makanlah dulu kamu belum makan sama sekali kan?”
“Baik bu,terimakasih.” Len menjawab,setelah itu ia mengeluarkan kembali kotak makannya. Lalu,segera memakannya hingga habis.
Kembali ke Var
“Hei,kemana saja?” Teman dekat Var bertanya saat melihat Var masuk dari gerbang. “Aku baru kembali dari sekolah adikku.”
“Untuk apa?” Tanyanya lagi. “Mengantarkan makan siang untuk mereka.”
“Ooh,tapi kamu sendiri belum makan bukan?”
__ADS_1
“Aku tidak lapar sama sekali.” Var berjalan dengan diikuti oleh temannya. “Lagipula sebentar lagi juga kelas akan dimulai.”