
Beberapa menit Vin dan Var diam menunggu akhirnya ada manusia yang datang.
“Selamat datang,apa ada yang bisa kami bantu?” Ucap Var.
“Aku pesan kopi Latte”
“Baik,silahkan menunggu.” Ucap Var meninggalkan laki laki tersebut,sedangkan Vin duduk di meja sebelah sambil melihat hp nya mengecek pesan pesan dari perusahaan.
“Hei.” Kata itu berhasil membuat Vin melirik ke laki laki tersebut. “Apa?” Jawab Vin.
“Tidak ada.” Vin terlihat menyipitkan matanya kesal karena laki laki tersebut.
'Cih,ingin sekali aku membunuh nya!'
Vin pun pergi meninggalkan laki laki tersebut dan berjalan ke tempat Var berada.
'Ck,gadis bodoh ini'
“Hei bodoh! Apa kamu perlu waktu selama itu untuk membuat kopi?” Ucap Vin menjentik dahi Var.
“Apa sih kak? Datang datang bilang bodoh!”
“Jika tidak bisa membuat kopi pergi saja sana temani laki laki itu.”
“Siapa bilang aku tidak bisa,aku bisa kok.”
Di tempat laki laki tersebut
“Tuan,asisten Vin sedang berada di cafe Bangau”
“Bagus,lakukan tugasmu dengan benar.”
“Baik Tuan”
Besoknya
Vin dan Var kembali menjemput Ern di depan gerbang rumah.
“Selamat pagi Nona” Vin menundukkan kepala. “Pagi Vin, pagi Var”
__ADS_1
“Var,kenapa tanganmu ada lecetan?” Ern menyentuh tangan Var lalu bertanya lagi. “Apa Vin melakukan sesuatu pada mu?”
“Tidak Nona ini hanya terkena air panas saja,hehe” jelas Var pada Ern.
“Kenapa?”
Kembali ke kejadian di cafe Van.
Sudah beberapa menit Var mencoba membuat kopi pesanan laki laki tersebut,tetapi tetap gagal.
“Dasar bodoh,menghabiskan waktu saja. Pergi sana biar aku yang buat.” Saat Vin memegang cangkir tersebut tiba tiba lampu padam yang membuat Vin terkejut,hingga secara tidak sengaja air panas di dalam cangkir tersebut tumpah ke arah Var.
“Apa yang kakak lakukan! Panas tau!”
“Salahmu sendiri,siapa suruh berdiri di sana.”
“Ish,kakak ini sudah salah tidak mengaku lagi! Seperti kambing saja bahkan kambing pun mau mengakui kesalahannya.”
'Cih,bising sekali!'
Kembali ke gerbang rumah Ern
“Maaf Nona”
“Var apa masih sakit?”
“Sedikit Nona”
“Vin kamu lihat kan kesalahanmu”
“Iya Nona”
Di perusahaan
Ern dan Var sedang berjalan dengan di ikuti Vin.
“Nona,ada rapat hari ini dengan Tuan Hataro”
“Tunggu sampai saya datang ke situ.”
__ADS_1
“Baik Nona”
Beberapa menit kemudian Ern dan Vin datang ke ruang rapat. “Maaf terlambat”
“Tidak apa apa”
“Baiklah rapat di mulai.”
Di tempat Var berada.
“Apa yang harus ku lakukan disini?” Saat merasa bosan tiba tiba Var melihat ada lukisan yang besar. Terlihat 2 perempuan sedang bersandar di cermin dan sambil bergandengan tangan.
'Lukisan ini sangat bagus,tapi siapa perempuan yang disitu?'
Selesai rapat
“Akhirnya rapat selesai,aku merasa lelah”
“Apa anda ingin minum jus Alpukat nona?”
“Boleh juga”
“Baik akan saya siapkan”
Beberapa menit kemudian,
Vin masuk ke dalam ruangan Ern.Dan terlihat Ern sedang berbicara dengan Var.
'Kenapa Nona dan gadis bodoh itu cepat sekali akrab nya'
Ditempat Hataro
“Sebentar lagi perusahaan gadis bodoh itu akan menjadi milik kita”
“Tetapi sepertinya tidak akan mudah karena ada asisten Vin Tuan”
“Itu benar dan maka dari itu kita harus menyusun rencana”
“Bagaimana rencana nya Tuan?”
__ADS_1
Instagram : @evelyn_ryuu